Breaking News

Al Aswad, Petugas Kebersihan Yang Tak Hanya Kerja Pakai Sapu Tapi Juga Hati

ket foto: Al Aswad suatu hari di kerjaannya di Unimus (foto dok)

SEMARANG (kampussemarang.com)- Bekerja dengan niat ibadah, adalah hal yang sering diabaikan sebagian besar orang. Rata-rata orang di dunia ini berorientasi pada gaji yang didapat dari pekerjaan yang digeluti. Namun, berbeda dengan Al-Aswad, petugas kebersihan di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus). Pria paruh baya yang kerap disapa Aswad ini sangat mencintai pekerjaannya. Baginya, pekerjaan itu tidak penting seberapa besar gaji yang diperoleh, namun seharusnya pekerjaan itu adalah sarana yang mendekatkan kita kepada Tuhan dan bukan sebaliknya.

Aswad telah bekerja sebagai petugas kebersihan di Unimus selama satu tahun. Lebih tepatnya ia menangani kebersihan lingkungan kampus. Mulai dari halaman depan rektorat hingga taman-taman di sekitar Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan serta lingkungan Asrama Putri Unimus. Sebelumnya, ia sempat bekerja di Unimus sebagai kuli bangunan lepas sejak tahun 2008.

Berangkat dari tanah kelahirannya Pekalongan ke Semarang, ia mulai bergabung dalam proyek pembangunan Masjid At-Taqwa Unimus. Tak hanya itu pengalamannya dalam bekerja, Aswad pun pernah menjadi bagian pengantar logistik di proyek pembangunan asrama Unimus. Ia akui, bekerja menjadi kuli bangunan membutuhkan tenaga yang besar walau gaji yang didapat juga lebih besar jika dibandingkan dengan menjadi petugas kebersihan. Apalagi jika di bagian logistik, ia bisa mendapat tambahan gaji lebih banyak ketika mengantar material. Namun sekali lagi, baginya pekerjaan yang baik adalah pekerjaan yang mendekatkannya dengan Allah SWT, bukan gaji yang besar. Menjadi pengantar logistik sangat menyita waktu untuk perjalanan, sehingga ibadahnya terganggu dan tidak maksimal. Perjalanan yang panjang dari satu kota ke kota yang lain tidak memberinya waktu untuk sholat berjamaah. Sehingga ia memutuskan untuk mencari pekerjaan lain.

Pekerjaan sebagai petugas kebersihan menjadi pilihan yang tepat bagi Aswad. Ia tak bisa lagi bekerja sebagai kuli bangunan, ia tahu bahwa usianya tak lagi muda. Petugas kebersihan harian lepas bukan saja pekerjaan yang lebih ringan dibandingkan kuli bangunan, tapi juga menyenangkan bagi Aswad. Selain itu juga dekat dengan kediamannya di Bukit Kencana Jaya Semarang. Namun yang lebih penting adalah pekerjaan ini tidak membuatnya lupa waktu, sehingga ibadah tetap bisa ia jalankan dengan maksimal. “Saya sadar nggak muda lagi mbak, sekarang ini kerjaan saya nggak berat. Saya juga seneng karena bisa leluasa beribadah” tutur Aswad saat ditemui disela-sela pekerjaannya belum lama ini.

Gaji yang diterima Aswad memang tidak banyak.  Namun, karena dijalani dengan hati, banyak keuntungan yang dirasakan oleh Aswad. “Saya jadi tahu ilmu bercocok tanam, Mbak. Di rumah bisa bantu istri tanam-tanam tumbuhan yang bermanfaat. Kayak jeruk, anggrek, dan tanaman hias.” ucap Aswad. Sebab di Unimus, hampir semua taman ditangani oleh ia dan tim kebersihan lainnya. Pekerjaannya berkutat pada menyapu halaman di pagi hari, menanam tumbuh-tumbuhan di taman, dan yang lebih berat adalah ketika musim kemarau tiba yakni harus menyiram tanaman-tanaman di Unimus.

Tak hanya senang pada pekerjaannya saat ini, Aswad juga sangat mensyukuri hidupnya. Walaupun gajinya tak banyak, tapi selalu cukup untuk kebutuhannya. Walaupun belum dikaruniai anak di usia pernikahannya yang sudah 8 tahun, tapi ia bersyukur memiliki istri yang baik dan penurut. Sehingga ia merasa hidupnya seimbang dan menyenangkan. Semua pekerjaan itu ringan menurut Aswad, asalkan kita menjalaninya dengan hati yang bersih dan diniatkan sebagai ibadah. (seperti dututurkan Aswad kepada Annisa Rizka, mhs Sastra Inggris FBBA Unimus)

ket foto: Annisa Rizka bersama Al Aswad (foto dok)

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Mahasiswa FKG Unissula Bahas Hepatitis di Singapura

SEMARANG (kampussemarang.com)- Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unissula HN Amrina Rosada menjadi salah satu delegasi ...