Breaking News

Asupan Dengan Gizi Seimbang, Anemia Remaja Tumbang, Bangsa Tenang

 

Opini Oleh:

Dr Sufiati Bintanah SKM MSi

Kepala Pusat Studi Gizi dan Pangan Halal Unimus,

Dosen Gizi Unimus

 

SEMARANG (kampussemarang.com)- Remaja merupakan asset bangsa dan generasi penerus yang akan menentukan masa depan bangsa sehingga harus dijaga kesehatannya, karena kesehatan merupakan modal dasar untuk bisa memajukan bangsa selain pendidikan.

Banyak faktor yang menyebabkan menurunnya kesehatan pada remaja terutama remaja putri antara lain: asupan makan yang tidak tepat baik secara kualitas maupun secara kuantitas, diet terlalu ketat, terlambat makan, stress karena menstruasi yang salah satu dampaknya akan timbul anemia.

Apa sebenarnya anemia itu ?, Anemia atau orang sering menyebut  kurang darah  merupakan suatu kondisi tubuh yang  kekurangan sel darah merah  atau sel  darah merah tidak berfungsi dengan baik sehingga  tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen (hipoksia) dan menjadi pucat serta mudah lelah.  Indikator yang digunakan untuk mengetahui apakah seseorang terkena anemia adalah   dengan melihat  kadar Hb, apabila kadar Hb di bawah 14 g/dl untuk laki-laki dan 12 g/dl untuk wanita, lemas, sakit kepala, sering mengantuk terutama setelah makan, detak jantung tidak teratur, nafas pendek, nyeri dada, serta kaki dan tangan dingin. Anemia dapat disebabkan karena kekurangan asupan  zat besi, vitamin B12 dan asam folat dari makanan yang di konsumsi.

Anemia ternyata tidak hanya menyerang pada orang dewasa saja tetapi  juga menyerang pada remaja terutama remaja putri. Menurut Word Health Organization (WHO)  angka prevalensi anemia pada remaja putri di dunia masih tinggi berkisar antara 40-88% dan kalau dilihat di negara-negara berkembang sekitar 53,7% dari semua remaja putri, sehingga  menjadi salah satu masalah gizi terutama untuk kesehatan reproduksi karena terkait dengan target gizi global seperti : Stunting, wasting, BBLR dan masuk dalam program Sustained Development Goal (SDG) ke-2 dan ke-3 yaitu untuk mengurangi semua bentuk kekurangan zat gizi di semua usia di tahun 2030.

Bagaimana di Indonesia ? Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas tahun 2013)  proporsi anemia pada wanita sebesar 23,9% dan meningkat 3,3% pada tahun 2018 menjadi 27,2% dan lebih tinggi dibanding proporsi pada laki-laki yaitu 18,4% di tahun 2013 dan meningkat 1,9% menjadi 18,4% pada tahun 2018.

Apa dampak apabila remaja putri terjadi anemia? Anemia dapat menyebabkan penurunan kekebalan tubuh sehingga mudah untuk terkena infeksi, penurunan konsentrasi terutama konsentrasi belajar sehingga berdampak pada penurunan prestasi belajar, penurunan kebugaran pada remaja, penurunan produktifitas kerja yang dapat berpengaruh terhadap pendapatan keluarga sehingga apabila pendapatan keluarga rendah maka daya beli pangan juga menjadi rendah baik secara kualitas maupun kuantitas,  serta penurunan pada kesehatan reproduksinya,  karena remaja perempuan akan menjadi calon ibu yang akan hamil dan melahirkan sehingga memperbesar resiko kematian ibu melahirkan, bayi lahir prematur dan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR).

Lalu apa yang harus dilakukan untuk mengurangi angka anemia? Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan membentuk Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) yang dilaksanakan oleh puskesmas maupun rumah sakit dengan kegiatan pemberian edukasi dan konseling kesehatan serta pemberian tablet Fe. Secara umum  untuk mencegah supaya remaja terutama remaja putri agar  tidak terjadi anemia  adalah dengan mengkonsumsi pangan yang  Bergizi seimbang, Aman, Sehat, Utuh dan Halal (BASUH) mulai dari proses penyediaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan serta distribusinya dan sesuai dengan standar  kesehatan serta halal menurut syariat agama.  Saat  ini pengaturan standar mutu makanan  sudah diatur oleh Lembaga Pengawas Obat dan Makanan  Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI)  dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk wilayah Indonesia.

Pangan terdiri dari berbagai jenis makanan dan minuman yang  digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi baik gizi makro maupun mikro  untuk aktifitas baik internal maupun eksternal serta untuk optimalisasi kesehatan tubuh termasuk di dalamnya mencegah supaya tidak terjadi anemia.  Kualitas makanan maupun minuman dapat dinilai dari kandungan zat gizi yang ada di dalamnya serta umur simpan yang dimiliki. Supaya makanan kita bergizi, aman, sehat, utuh dan halal  ada beberapa hal yang harus kita  perhatikan :

(1) Pastikan bahwa  makanan yang di konsumsi remaja putri memiliki kandungan zat  gizi yang seimbang baik secara kualitas maupun secara kuantitas . Tubuh manusia membutuhkan makanan seimbang yang bisa dikonsumsi dan diserap, serta bisa bisa menggantikan zat zat gizi hilang selama proses pengolahan dan absrobsi. Asupan zat gizi yang tidak seimbang baik secara kualitas maupun secara kuantitas dapat menyebabkan gizi yang salah ( malnutrisi) berupa  status gizi kurang maupun status gizi lebih yang dapat memicu timbulnya berbagai macam penyakit. Status gizi yang baik bagi seseorang akan berkontribusi terhadap kesehatannya dan juga terhadap kemampuan dalam proses pertumbuhan. Status gizi yang  kurang  salah satunya dibuktikan dengan penurunan berat badan 20% di bawah berat badan ideal yang dapat berakibat menurunkan daya tahan tubuh sehingga akan memudahkan masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh termasuk berbagai macam virus salah satunya virus Covid-19 serta timbulnya anemia defisiensi baik defisien Fe, asam folat meupun vitamin B12

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi status gizi dan kesehatan seorang remaja perempuan di antaranya : perilaku makan dan perilaku kesehatan. Perilaku makan sebenarnya sudah diatur baik oleh pemerintah berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesai Nomor 28 tahun 2019 (PMK) tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan (AKG). Di dalam PMK tersebut sudah diatur bagaimana orang harus mencukupi kebutuhan mulai dari kebutuhan zat gizi makro ( Karbohidrat termasuk serat, Protein, Lemak) maupun zat gizi mikro (berbagai vitamin  dan mineral), Contoh : Didalam AKG untuk kelompok perempuan usia 19-29 tahun dengan berat badan 55 kg, tinggi badan 159 cm  sudah diatur kebutuhan gizinya yaitu  energinya sebesar 2250 kalori, 60 gram protein, 65 gram lemak, 360 gram karbohidrat, 32 gram serat, 600 RE vitamin A, 15 mcg vit.D, 15 mcg vit.E , 75 mg vit. C dan 15 mg Fe  dan yang bisa dipenuhi dari makanan pokok sebanyak 6,5 porsi, lauk hewani 3 porsi (1 porsi lauk hewani 50 g), lauk nabati 3 porsi ( 1 porsi tempe 50 g dan tahu 100 g), sayuran 3 porsi (@ 75g), Buah 4 porsi (@100 g), minyak atau penukarnya 7 porsi (@ 10 g).

Agama juga sudah diatur di dalam al-Quran surat Al-Baqarah ayat 168 dan 173, Surat Ar-Rahman ayat 7-9, yang mengatur tentang keseimbangan asupan zat gizi pada seorang manusia. Di dalam ayat tersebut  Allah mewajibkan kita untuk mengkonsumsi makanan yang halal, sehat dan seimbang . Seperti kita ketahui bahwa makan yang tidak seimbang  menyebabkan adanya kerusakan pada sistem pencernakan. Berbagai penelitian sudah dilakukan terkait dengan kebiasaan makan yang tidak seimbang pada remaja putri  sehingga beberapa zat gizi yang essensial seperti  protein, Fe, asam folat dan Vitamin B12  yang bersumber  pada sayuran  terutama sayuran hijau, daging, susu dan lainnya sehingga terjadi kekurangan maka penyakit anemia yang akan ditimbulkannya. Di dalam surat Taha ayat 81 Allah juga sudah memperingatkan agar manusia mengkonsumsi makanan dan minuman itu  untuk tidak berlebih-lebihan.

(2) Pastikan bahwa makanan yang dimakan remaja putri harus aman . Pangan ( makanan dan minuman) yang baik harus bebas dari mikroorganisme pathogen, komponen fisik, biologis dan zat kimia berbahaya mulai dari persiapan, pengolahan sampai distribusi. Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini adalah era milineal dimana banyak sekali dibuka café café kekinian  di lingkungan kita, sehingga akan sangat mungkin bahwa remaja sering mengunjungi café dan kurang tepat dalam memilih menu makanan yaitu yang banyak mengandung pewarna, dan kurang tepat dalam memilih makanan seperti makanan yang banyak mengandung pengawet dan pemanis serta rendah serat. Menu yang demikian apabila dikonsumsi secara terus menerus dapat menyebabkan kekurangan zat gizi terutama zat gizi mikro.

(3) Pastikan bahwa makanan yang dikonsumsi remaja putri harus sehat . Banyak remaja saat ini yang lebih menyukai makanan seperti junk food setiap hari. Junk food merupakan pangan (makanan dan minuman) cepat saji  yang mengandung kadar lemak tinggi, garam yang tinggi, gula yang tinggi  dan serat yang rendah. Nah makanan yang seperti ini adalah makanan yang tidak sehat. Makanan yang sehat adalah makanan yang mengandung beragam zat gizi yang dibutuhkan tubuh supaya dapat mencegah terjadinya anemia dan penyakit yang lain serta diolah dengan tepat supaya dapat mempertahankan zat gizi yang ada di dalam makanan tersebut.

(4) Pastikan pangan yang dikonsumsi remaja putri itu  dalam kondisi utuh  atau tidak busuk (Thayyib), dan Halal yaitu memiliki citarasa yang baik serta terjaga hygiene dan sanitasinya.  Sebelum memasak harus diperhatikan kondisi fisik bahan mentahnya. Cara ini bertujuan untuk memilih bahan makanan yang aman dari cemaran fisik,kimia dan mikrobiologis serta  utuh  sesuai PP No.28 tahun 2004. Bahan makanan yang utuh berarti tidak rusak dan tidak ada campuran bahan yang lain dengan melihat ciri fisik bahan tersebut seperti warna, tekstur, aroma dan keutuhan fisik.

Menjaga kesehatan tubuh dengan mengkonsumsi makan dan minum yang halal dan thoyyib  yaitu makanan dan minuman yang diizinkan untuk dikonsumsi menurut islam, baik jenis makanannya,  cara memperolehnya dan  dari  segi zatnya serta prosesnya. Makanan yang  thoyyib adalah makanan  aman, baik dan tidak menimbulkan masalah apapun jika dikonsumsi baik jangka pendek maupun jangka panjang dan bermanfaat bagi tubuh. Dalam surat Al-Baqoroh 2:168 juga disampaikan bahwa manusia diwajibkan makan makanan yang  halal dan baik   terdapat di bumi, dan di dalam surat Al a’raf ayat 31 juga sudah disampaikan bahwa kita dianjurkan untuk makan dan minum tetapi supaya tidak berlebih-lebihan . Contoh makanan agar remaja putri dapat mengkonsumsi makanan yang seimbang sehingga terhindar dari anemia dan juga sesuai dengan syariat islam adalah :  Makanan pokok bisa diperoleh dari sumber  nasi. Nasi terbuat dari beras yang merupakan biji-bijian hasil bumi seperti yang sudah disampaikan dalam QS.Abbasa:27  yaitu  Kami tumbuhkan biji-bijian, selain beras ada gandum, ubi dan lainnya.

Di Indonesia beras adalah makanan pokok. Lauk Hewani yang merupakan sumber protein, lemak, fosfor, vitamin C, B dan A serta zat besi yang sangat dibutuhkan tubuh supaya dapat menjaga supaya tidak terjadi anemia. Lauk hewani yang dianjurkan seperti daging dan ikan. Di dalam surat An-nahl:5  yang mengatur tentang berbagai manfaat daging sebagai penghangat dari bulunya, dan sebagian dimakan dagingnya supaya tubuh menjadi sehat, kemudian di ayat 14 disampaikan bahwa Allah menundukkan lautan supaya manusia bisa mengkonsumsi daging (ikan) yang segar. Ikan merupakan protein hewani yang banyak mengandung vitamin A, vitamin B dan juga kalsium. Protein nabati bisa diperoleh dari kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti kedelai, kacang hijau, kacang koro. Kacang-kacangan banyak mengandung isoflavone sebagai antioksidan untuk meningkatkan imunitas sehingga tubuh tidak mudah terinfeksi. Sayuran terutama adalah sayuran yang berdaun hijau ( Bayam, sawi, kangkong, brokoli)  merupakan sumber vitamin A, vitamin C dan  asam folat yang sangat dibutuhkan bagi remaja putri. Untuk membantu penyerapan Fe dibutuhkan vitamin C yang terdapat pada buah jeruk, apel, pisang, anggur dan supaya sempurna maka remaja putri dianjurkan untuk konsumsi susu seperti  yang tertuang dala surat An-Nahl: 68  bahwa  sesungguhnya pada binatang ternak terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari apa yanag berada dalam perutnya berupa susu. Susu merupakan makanan yang sempurna , murni, lengkap kandungan gizinya, warna putih, rasa manis dan kandungan kaya akan asam amino yang pokok, mineral seperti fosfor, tembaga, kapur, zat besi vitaminA, B dan D. Setiap makanan memiliki kandungan zat gizi dan fungsi yang berbeda  beda sehingga  remaja putri harus mengkonsumsi  secara beranekaragam agar kebutuhan tubuh tercukupi.

Apabila asupan makanan  dengan gizi yang  seimbang, remaja terutama remaja  putri sebagai calon ibu sehat dan  akan melahirkan anak bangsa yang sehat bebas dari stunting, wasting  dan Indonesia menjadi bangsa yang kuat. (ks01)

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hari Ini, Ike Ratnawati SPd MPd Ujian Terbuka Pendidikan Seni S3 Unnes

SEMARANG (kampussemarang.com)- Hari ini Jumat (19/2/2021) mahasiswa Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Seni Pascasarjana Universitas ...