Breaking News

Berfikir Kreatif dan Inovatif Tantangan Generasi Muda Kawal MKRI Direktur Polimarin : Siap Cetak SDM berjiwa Enterpreneurship

Webinar Mempersiapkan Masa Depan Generasi Muda NKRI Melalui Penyelerasan Kompetensi dan Kewirausahaan

SEMARANG (kampussemarang.com)- Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) Semarang menggelar Webinar “Mempersiapkan Masa Depan Generasi Muda NKRI Melalui Penyelarasan Kompetensi dan Kewirausahaan” secara virtual Jumat (26/02).

Webinar kewirausahaan ini dapat terlaksana dengan sukses kembali seperti webinar gender sebelumnya, semua atas prakarsa Direktur Polimarin Semarang Dr Sri Tutie Rahayu MSi. Sosok role model pemimpin perempuan kuat, tangguh, loyal, dan berdedikasi tinggi terhadap institusi, tidak pernah mau berhenti untuk mencoba tantangan baru dengan gebrakan-gebrakan luar biasa disetiap langkah kepemimpinannya. Peserta webinar terdiri dari seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni Polimarin Semarang, seluruh civitas akademika di seluruh Indonesia, masyarakat umum dan stakeholder terkait.

Keynote speaker webinar Direktur Pendidikan Vokasi dan Profesi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dr Beny Bandanadjaja ST MT. Dr Sri Tutie Rahayu MSi (Direktur Polimarin Semarang) dan Marry Kent (Chief Technical Advisor, Internasional Labour Organization, Leading UK-Indonesian Skills for Prosperity Programme) keduanya sangat kompak sebagai welcome speech. Para narasumber webinar kewirausahaan semuanya berlatar belakang enterpreneurship handal, kompeten dan masyhur di tanah air antara lain Dr Dewi Motik Pramono MSi (Tokoh Kewirausahaan), I Nyoman Abdi SE MeCom (Direktur Politeknik Negeri Bali), Nilam Zubir (Pengusaha Muda), Dr rer nat Ir Gatot Hari Priowirjanto (Ketua The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO)), dan Irfan Afandi (National Project Officer-ILO UKS4P Project). Rahindra Bayu Kumara MSi dosen Polimarin Semarang didapuk sebagai moderator webinar sangat apik dan luwes dalam membawakan acara dan diskusi.

Pada kesempatan itu, Direktur Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) Semarang, Dr Sri Tutie Rahayu MSi menjelaskan Instruksi Presiden Jokowi, bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan peluang pasar yang sangat besar, jangan sampai orang luar melihat Indonesia sebagai sebuah pasar yang harus diserang dan diduduki, namun harus dikuasai oleh para enterpreneur muda di Indonesia. “Mahasiswa sebagai generasi penerus merupakan agen penggerak perubahan di negeri ini yang akan memegang estafet kepemimpinan dimasa mendatang, harus berperan aktif menjadi pelopor terbentuknya industri dan ekonomi yang tangguh.

Oleh karena itu sudah saatnya dilakukan perubahan paradigma berpikir dikalangan mahasiswa, dari pola pikir sempit mencari kerja (Job Seeker) setelah lulus kuliah menjadi pencipta lapangan kerja (Job Creator)  berbasis pada penciptaan usaha serta pengembangannya, sehingga bangsa Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Dibutuhkan pengetahuan dan kemampuan berwirausaha yang dirintis sejak dari bangku kuliah,” ungkap Tutie mengingatkan.

Lebih lanjut, Tutie menjelaskan pentingnya peran serta mahasiswa masuk ke industri dunia usaha dan dunia kerja dengan tanpa berfikir dua kali. “Kemampuan berwirausaha menjadi modal dasar bagi seseorang yang ingin bergerak dibidang usaha tertentu. Sebagian orang percaya bahwa kemampuan wirausaha merupakan bakat bawaan sejak lahir. Pendapat ini keliru, karena kemampuan wirausaha bukanlah karena faktor bakat, tetapi dengan mengubah pola pikir (mind set) maka kombinasi antara otak kanan dan otak kiri akan timbul dan terasah melalui pengalaman dan pelatihan kewirausahaan. Masuk terlebih dahulu, inilah yang terpenting. Ketika kalian terjatuh maka bangkitlah. Terjatuh berulang kali, bangkitlah kembali, karena kalian harus berani keluar dari zona nyaman. Jika seseorang sudah terlalu nyaman, akan takut mengambil resiko,” katanya.

Direktur Polimarin Semarang Dr Sri Tutie Rahayu MSi menutup paparannya dengan ucapan terima kasih atas support para narasumber, sehingga webinar kembali sukses untuk yang kesekian kalinya. Pengusaha muda di Indonesia dituntut untuk berperan aktif ikut serta mempertahankan keutuhan dan kesejahteraan negeri. “Pertama, generasi muda harus siap mengawal NKRI, berani mengambil peluang, kreatif, berinovasi, berkolaborasi dan bersaing. Instruksi Presiden Jokowi untuk menjadikan partner sebagai mitra kolaborasi. Revolusi mindset sangat penting, karena  akan memperkuat revolusi konsumsi dengan cara memperkuat industrialisasi dan hilirisasi, sehingga memperkuat daya masyarakat. Indonesia beberapa tahun ke depan akan berpeluang besar, karena dengan adanya revolusi konsumen diprediksi jumlah penduduk Indonesia akan naik kelas. Indonesia akan menarik investasi global, karena dengan semakin meluasnya pasar sebagai magnet investasi sehingga para investor semakin atraktif. Kedua, perlu kita kuatkan kekayaan laut yang luar biasa. Diatas airnya ada kapal, di bawah airnya sangat luas, lebih banyak harta karun di dalam laut. Dalam menghadapi era industri 4.0 yang bersifat aplikatif dan inovatif mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Sehingga lulusan menjadi sumber daya manusia kompeten, berdaya saing tinggi dan mandiri. Seorang enterpreneur harus disiplin dalam hal apapun dan berani untuk mencoba karena jika tidak, akan percuma atau sia-sia,” harap Tutie.

Mary Kent Chief Technical Advisor International Labour Organization Leading UK-Indonesian Skill for Prosperity Programme sangat mengapresiasi dapat bergabung kembali dengan webinar yang berbeda. “Pendidikan kewirausahaan sangat penting, karena sejak tahun 2020-2025 ILO sudah bekerja sama dengan beberapa mitra yang ditunjuk memprioritaskan program pada kegiatan menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan anak-anak muda. Program Skill for Prosperity UK dengan ILO di Indonesia fokus pada kebijakan pengembangan ketrampilan dalam sebuah sistem untuk merespon secara efektif pada ketrampilan yang diminta dan kesempatan bekerja dalam sektor maritim dengan impikasi untuk sistem ketrampilan yang luas,” ungkapnya.

Direktur Pendidikan Vokasi dan Profesi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dr Beny Bandanadjaja ST MT sebagai keynote speaker menegaskan Link and Match menjadi program utama Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. “Keselarasan perguruan tinggi dengan mitra industri. Soft skill merupakan satu faktor terpenting dalam pengembangan pendidikan tinggi vokasi, mampu mencetak SDM kreatif, mampu bekerja dan memunculkan konektifitas antar manusia, sehingga dapat bekerja dan bersosialisasi dengan lainnya,” ujar Beny mengingatkan.

Menurut Beny, intra personal dan interpersonal dianggap sangat penting, sesuatu tidak akan pernah bisa jika tidak dilatih. “Pengembangan pribadi lulusan yang baik (intra personal) antara lain disiplin, empati, tanggung jawab, tidak mudah menyerah, berkarakter, percaya diri dan berfikir kritis. Kerja tim, kepemimpinan, penyelesaian masalah, pengambilan keputusan, kemampuan berkomunikasi, kreativitas dan inovatif, inter personal pengembangan kemampuan interaksi lulusan harus dimiliki para lulusan vokasi. Problem Base Learning sebagai dapat didukung dengan lingkungan belajar kolaboratif. Adanya kolaborasi, kreatifitas, inovasi, komunikasi dan berfikir kritis menjadi faktor utama dalam kesuksesan pembelajaran,” ungkapnya.

Beny berharap, sebagian besar jiwa wirausaha sudah ada dan dapat ditemukan dalam jiwa para lulusan vokasi. Jiwa pengusaha sudah menular, maka jarang ditemukan para lulusan vokasi berada di pemerintahan. Ke depan, kementerian akan selalu mengembangkan kewirausahaan menjadi satu konsep di kurikulum dan sebagai kunci untuk menciptakan para wirausahawan yang handal,” imbuhnya.

ENTERPRENEUR SEJATI : BUKAN HANYA TEORI TAPI AKSI

Tokoh Kewirausahaan Dr Dewi Motik Pramono MSi lebih menekankan kepada implementasi aksi terjun langsung di lapangan sangat penting bukan semata teori. “Hidup itu 1000 akal pasti sukses dan tidak boleh putus asa. Enterpreneurship itu harus berani. Jangan takut ditertawakan orang karena sebagian besar orang yang ditertawakan adalah orang sukses. apapun yang dilihat harus dijadikan bisnis, karena jika kita ingin maju jangan takut ditertawakan orang lain. Bagi pendidik harus mampu mengombinasikan atara teori dan praktik. Politeknik mendidik mahasiswa dengan action di lapangan dan menciptakan SDM yang luar biasa. Never give up and how to start with that,” jelas Dewi sekaligus menjabat sebagai Ketua Kadin.

Ketua The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Dr rer nat Ir Gatot Hari Priowirjanto menegaskan, Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW) 3, 6, dan 12 lebih mengarah kepada output. Omzet sebagai tolak ukur keberhasilan dari semuanya. Ditambahkan laporan mingguan atau bulanan karena wirausaha tanpa mencatat bukan wirausaha. “Pendataan hasil penjualan sangat penting. Ukuran keberhasilan adalah rupiah. Anak harus dibina sejak dini di sekolah menengah kejuruan (SMK)  kemudian diarahkan ke perguruan tinggi sesuai kompetensi dan bidang keilmuan yang diminati. Untuk kurikulum dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Belajar dituntut untuk terus menghasilkan sesuatu, sehingga pada minggu-minggu berikutnya mengalami kenaikan omzet, inilah keberhasilan,” tutur Gatot.

Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi SE MeCom setuju dengan Direktur Polimarin Semarang Dr Sri Tutie Rahayu MSi. Keberhasilan yang dimiliki para alumni harus didukung dengan effort untuk menyelaraskan antara kompetensi sesuai dengan industri. “Kompetensi sangat penting. Pengalaman-pengalaman di industri juga sangat penting. Pendidikan itu penting. Kolaborasi politeknik dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) harus dikembangkan. Kolaborasi mou bersama industri untuk meningkatkan kompetensi sebagai Project Best Learning di tahun 2021 menjadi kunci sukses politeknik di seluruh Indonesia,” terangnya.

Abdi menambahkan, ketika kolaborasi politeknik bersama industri harus diimplemetasikan, dunia usaha industri diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi yang signifikan. “Proposal, research, template yang ada harus disambut dan dikolaborasikan dengan industri. Politeknik harus betul-betul didukung penuh oleh industri guna mempersiapkan SDM yang kompeten,” jelas Abdi.

Pengusaha Muda Nilam Zubir memaparkan jumlah wirausaha masih rendah sebesar 14 % dari jumlah penduduk di Indonesia. Milenial dan Gen Z banyak yang muncul sebagai wirausaha muda berhasil dan sangat inspiratif. Era revolusi industri 4.0 kawula muda sangat potensial untuk ikut berperan dalam geliat ekonomi digital. “Memulai Usaha Rintisan didukung dua faktor. Pertama dengan perencanaan matang. Sesuaikan dengan passion, hobby dan keterampilan yang dimiliki, mengasah kepekaan usaha, menentukan target market atas usaha, pilihan area usaha yang tepat, melakukan survey dan riset usaha serta kreatif, pandai mencari celah pembeda dengan kompetitor sebelumnya. Kedua modal awal dengan meyakinkan diri sendiri, bahwa prospek ide usaha terbilang bagus. Ide usaha yang brilian adalah good will yang tidak ternilai dalam perkembangan usaha. Pandai mencari peluang pendanaan kewirausahaan dan modal awal dari tabungan sendiri,” jelas Nilam pemilik motto hidup Gagal Bukan Suatu Kerugian, melainkan sebagai pengalaman berharga untuk bangkit kembali dengan mempelajari letak kegagalannya.

Nilam menambahkan, tolak ukur keberhasilan dalam berwirausaha dibarengi nilai-nilai penting sebagai wirausahawan. “Kunci keberhasilan berwirausaha antara lain, mampu menjaga kesetaraan antara hak, kewajiban karyawan dan berorientasi pada kesejahteraan mereka. Tidak mengekploitasi SDA dan SDM di luar batas. Tidak rumit dan sedih berkelanjutan. Tertib laporan dan membayar pajak. Mempertahankan dan mengembangkan usaha dengan tujuan mulia untuk menciptakan lapangan kerja sehingga bisa menghidupi banyak orang. Menjaga kelestarian lingkungan hidup serta tidak rasis dan intoleran,” jelas Nilam yang memiliki pengalaman sebagai penulis dari sejak SMP.

National Project Officer-ILO UKS4P Project  Irfan Afandi menegaskan orientasi mengajar di kelas harus mulai diganti dengan aplikasi atau implementasi aksi di lapangan seperti pelatihan, karena dianggap lebih mengena dan tersampaikan kepada anak didik. “Start Your Green Business (SYGB) adalah modul pelatihan manajemen bisnis untuk menciptakan enterpreneur yang peduli pada aspek ekonomi, sosial dan lingkungan dalam menjalankan usahanya. SYGB sebagai modul pelatihan kewirausahaan yang ramah lingkungan dikembangkan oleh ILO sebagai respon atas tantangan perubahan iklim dan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, termasuk upaya mengurangi kerusakan lingkungan dan upaya pelestarian SDA,” ungkap Irfan.

Lebih lanjut Irfan menjelaskan, Modul SYGB mampu memberikan pengetahuan dan keahlian sehingga mendorong para pengusaha baru untuk merencanakan usaha dengan lebih baik. Modul tersebut sebagai fasilitator jejaring dan kerja sama antar pelaku usaha dan membantu para pengusaha untuk mempromosikan dan mengembangkan usahanya. “Modul SYGB tentang bagaimana karakter wawasan lingkungan, apa kekuatan dan kelemahannya. Dari ide bisnis kemudian dirumuskan dan bagaimana meningkatkan SDMnya,” pungkasnya.

Di akhir webinar atas support dari semua narasumber dan stakeholder terkait, Direktur Polimarin Dr Sri Tutie Rahayu, MSi siap cetak SDM berjiwa enterpreneurship. Ini sudah dibuktikan Polimarin Semarang dengan usia 8 tahun, sudah ikut serta, berperan aktif dan berkontribusi nyata meluluskan para alumni yang kompeten, berkarakter, siap bersaing di dunia internasional, memiliki visi menjadi pengusaha sukses dan menemukan kesuksesan. Selanjutnya dengan tekad, penuh ketekunan dan keyakinan yang kuat, Polimarin Semarang akan terus melahirkan SDM unggul, maju, dan menguatkan Indonesia. (***)

 

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan webinar, dapat mengakses laman Polimarin www.polimarin.ac.id Pos-el info@polimarin.ac.id

 

Hubungan Masyarakat

Politeknik Maritim Negeri Indonesia

(Polimarin) Semarang

 

Laman : polimarin.ac.id

Twitter : PolimarinSmg

Instagram : PolimarinSmg

Facebook : PolimarinSmg

Youtube : Info Polimarin

Pertanyaan dan Pengaduan : polimarin.ac.id

 

#WebinarKewirausahaan

#Polimarinvokasi

#Polimarinmenginspirasi

#VokasiberkaryaIndonesiaberjaya

#VokasikuatmenguatkanIndonesia

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

UCDC Unimus bersama USAID YEP Gelar Pelatihan Financial Life Skills

SEMARANG (kampussemarang.com)- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pengembangan Karir atau Unimus Career Development Center (UCDC) Universitas Muhammadiyah ...