Grand Launching Tenda Camping dan Ecobrick dari Sampah Plastik sebagai Produk  Bank Sampah Rute Resik Jabungan

ket foto: suasana Grand Launching tenda camping dan eco brick Sabtu (7/7/2019) (foto dok)

SEMARANG (kampussemarang.com)- Tim PKM-M Rute Resik Politeknik Negeri Semarang (Polines) beranggotakan Larasita Prameswari, Ivana Rizki Aulia, Ahmad Lufi Alfianul ‘Ula, Novia Aulia Nor Fitryan, dan Arsyan Dhimas Setyawan di bawah bimbingan dosen pembimbing Iwan Budiyono SE MSi Akt berhasil membentuk Bank Sampah Rute Resik Jabungan 21 April 2019 lalu. Sedangkan pelaksanaan perdana kegiatan bank sampah tersebut dilakukan 12 Mei 2019.

Sampah yang telah disetor warga ke bank sampah ada yang dijual ke pengepul dan ada yang diolah sebagai strategi untuk memberdayakan pengurus bank sampah dalam mengolah sampah plastik menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi.

Menurut Larasita, tenda Camping dan Ecobrick menjadi inovasi dalam pengolahan sampah plastik di Bank Sampah Rute Resik Jabungan. Tenda Camping dan Ecobrick memanfaatkan sampah kemasan makanan dan minuman, plastik kresek, dan botol plastik. Sehingga sampah tersebut tidak dijual ke pengepul.

Nasabah yang memiliki warung dan yang memiliki pekerja (buruh bangunan) menjual sampah yang sejenis ke bank sampah. Sampah sejenis tersebut dapat diolah menjadi tenda camping dengan pola tertentu. Kemudian, hasil potongan sampah plastik dari pengolahan tenda camping yang sudah tidak terpakai dimanfaatkan untuk pembuatan ecobrick. Selain itu, pembuatan ecobrick juga memanfaatkan sampah plastik yang lain.

Proses pembuatan Tenda Camping dan Ecobrick diawali dengan pencucian sampah terlebih dahulu kemudian penjemuran. Untuk tenda camping, sampah plastik dijahit satu per satu hingga membentuk lembaran yang diinginakn. Kemudian jahitan dilapisi dengan seam seal cair. Jahitan sampah plastik yang sudah menjadi lembaran dengan lebar tertentu dan telah di seam seal kemudian dijahit dengan kain anti air untuk memperkuat bahan. Jahitan di kain dilapisi dengan seam seal plaster. Tujuan penggunaan seam seal yaitu agar lubang bekas jahitan tetutup, sehingga ketika hujan tenda camping tidak bocor. Sedangkan tahapan yang dilalui untuk membuat ecobrick yaitu memotong sampah plastik hingga ukuran kecil, kemudian memasukkan potongan sampah plastik ke botol plastik hingga mencapai 200 gram. Untuk menghasilkan kursi atau meja, botol plastik yang telah terisi sampah plastik hingga 200 gram dapat direkatkan dengan lem kaca atau esolasi.

Produk tenda camping dan ecobrick yang telah jadi dipamerkan oleh Bank Sampah Rute Resik Jabungan sebagai langkah awal dalam pemasaran secara offline. Pameran tersebut disebut dengan Grand Launching.  Grand Launching tenda camping dan ecobrick dilakukan Sabtu, 6 Juli 2019 di pelatatan rumah Kumaidi (RW IV) dengan simbolik pemotongan pita oleh Sumi selaku Direktur Bank Sampah Rute Resik Jabungan. Acara tersebut dihadiri Ari dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Agus (Ketua Paguyuban Bank Sampah Kota Semarang), serta komunitas pecinta alam. Selain Grand Launching, terdapat acara peresmian Bank Sampah Rute Resik Jabungan menjadi bagian dari Bank Sampah Kota Semarang dengan simbolik penyerahan buku tabungan unilever oleh Ketua Paguyuban Bank Sampah Kota Semarang kepada Bank Sampah Rute Resik Jabungan. Kehadiran Ari dan Agus memberikan masukan kepada Bank Sampah Rute Resik Jabungan dalam pelaksanaan kegiatan bank sampah ke depannya. (ks01)

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Permudah Pembelajaran Kimia, Mahasiswa Unimus Ciptakan Aplikasi Chem-Lab

  SEMARANG (kampussemarang.com)- Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan suatu program yang diselenggarakan oleh Direktorat Jendral ...