Breaking News

Lebih Dekat Mengenal Campak dan Rubella

ket foto: Fariza Indana Foto dok)

 

OPINI

Oleh:  Fariza Indana Zulfa

(mahasiswi S1 Kebidanan Fak Kedokteran Unissula)

 

SEMARANG (kampussemarang.com)- Hangatnya isu mengenai penyakit campak dan rubella menuai beragam tanggapan di kalangan orang tua. Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), tahun 2015 Indonesia masuk ke dalam 10 negara yang memiliki jumlah kasus campak terbesar di dunia. Hasil pencatatan kasus campak dan rubella selama lima tahun terakhir di tahun 2014 s.d 2018 oleh Kementerian Kesehatan RI mencapai 57.056 kasus suspect Campak dan Rubella, tercatat 8.964 positif Campak dan 5.737 positif Rubella. Kasus ini merupakan kejadian yang paling banyak terjadi selama kurun waktu lima tahun terakhir.

Campak dan Rubella adalah salah satu masalah kesehatan yang memerlukan upaya pencegahan yang efektif. Penyakit Campak atau yang dikenal juga dengan sebutan Morbili atau Measles adalah penyakit yang sangat menular. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui batuk atau bersin oleh penderita. Gejala penyakit Campak ditandai dengan adanya demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit yang timbul mulai dari belakang leher, wajah dan menyebar ke seluruh tubuh, disertai dengan batuk pilek dan mata merah (infeksi pada mata). Penyakit ini bisa sangat berbahaya hingga menyebabkan kematian jika disertai dengan komplikasi seperti Pneumonia, Diare, dan Meningitis. Sedangkan Rubella adalah penyakit ini mirip dengan Campak namun disebabkan oleh virus Rubella. Rubella ditularkan melalui saluran pernafasan saat penderita batuk dan bersin. Virus Rubella tidak tahan terhadap panas, bahan kimia, bahan asam, dan cepat mati oleh sinar ultraviolet. Gejala yang ditimbulkan pada anak yang terinfeksi Rubella adalah demam ringan dan sering tanpa gejala sehingga tidak terlaporkan kejadiannya, sedangkan gejala yang ditemukan pada orang dewasa sering berupa nyeri sendi. Wanita hamil yang terinfeksi Rubella  di awal kehamilan (trimester pertama) memiliki resiko mengalami keguguran dan cacat bawaan pada bayi yang dilahirkan atau disebut dengan Congenital Rubella Syndrome (CRS).

Penyakit Campak dan Rubella ini tidak dapat diobati, namun penderita tetap mendapakan pengobatan yang bersifat mempertahankan keadaan agar tidak mengalami dampak yang lebih buruk. Campak dan Rubella dapat dicegah dengan pemberian imunisasi MR (Measles-Rubella). Imunisasi ini sudah menjadi program pemerintah, mengingat banyaknya kejadian serta dampak yang ditimbulkan oleh penyakit ini. Campak dan Rubella dapat menyumbangkan angka kejadian morbilitas (kesakitan) bagi generasi penerus bangsa.

Dirjen P2P Kemenkes RI menyebutkan bahwa terjadi penurunan cakupan imunisasi Campak yaitu sebesar 92,5% di tahun 2016 menjadi 89,8% di tahun 2017. Hal ini melatarbelakangi pemerintah untuk memasukkan vaksin MR sebagai program imunisasi nasional menggantikan vaksin Campak. Dengan adanya strategi ini, di tahun 2018 vaksin MR sudah digunakan dalam program imunisasi dasar lengkap. Imunisasi ini diberikan pada anak usia 9 bulan sampai 15 tahun yang bertujuan untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella.

Vaksin MR ini mengandung virus hidup yang sudah dilemahkan, vaksin ini aman diberikan dan sudah digunakan selama lebih dari 40 tahun. Selain itu MUI (Majelis Ulama Indonesia) juga sudah mengeluarkan fatwa mubah (membolehkan) bagi vaksin MR yaitu Fatwa No 33 Tahun 2018. Fatwa ini dikeluarkan berdasarkan tiga hal, yaitu kondisi darurat, bahaya yang dapat timbul jika tidak diberi imunisasi, serta belum ditemukannya vaksin MR yang halal dan suci. Dosis tunggal vaksin dapat memberikan kekebalan tubuh terhadap Campak dan Rubella dengan presentase sebesar lebih dari 95%. Para orang tua diharapkan dapat memberikan vaksin MR bagi bayi dan anaknya di fasilitas kesehatan, mengingat anak adalah investasi masa depan suatu bangsa. Hal ini bertujuan untuk memberikan kekebalan tubuh serta sebagai ikhtiar mencegah terjadinya peningkatan angka kesakitan yang ditimbulkan oleh virus Campak dan Rubella.****

 

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Unimus Sumpah 3 Dokter Baru

  SEMARANG (kampussemarang.com)- Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang (FK Unimus) menggelar upacara pengambilan 3 dokter ...