Breaking News

Menangi Banyak Lomba, Idha, Mawapres Sekolah Vokasi Undip

ket foto: Idha usai menjalani wisuda Undip (foto dok)

SEMARANG (kampussemarang.com)- Idha Ayu Aprilia gadis kelahiran Pekalongan, 27 April 1996. Idha mulai menapakan kakinya di Universitas Diponegoro pada tahun 2014. Manajemen Perusahaan bukan menjedi keinginannya kuliahnya sehingga awal kuliah terasa berat.

Banyak hal didengar dari teman– temannya, kampusnya yang jauh dari kampus inti dan lain sebagainya. Namun perlahan dirinya mulai beradaptasi dan mungkin resiliensi ini berlaku saat itu. Idha pun bertekad tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu karena belum tentu kesempatan ini menjadi milik orang lain.

Idha, sapaan akrabnya ini mengawali karirnya dengan memenangkan banyak lomba baik kancah Universitas maupun Internasional. Selain itu Idha juga aktif dalam forum dan kegiatan kampus maupun di luar kampus. Hobi menulisnya sejak SD ini mampu menjadikannya sebagai Mawapres 1 Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro. Idha juga meraih juara 1 dalam Lomba Olimpiade Ilmiah Vokasi Nasional  yang diselenggarakan di Universitas Indonesia. Karena kemenangan ini ia mendapatkan Beasiswa PPA selama dua Periode. Selain itu Idha juga menjadi pembicara di acara–acara seminar dan talk show kampus.

Idha Ayu merupakan anak yatim. Ayahnya wafat saat ia semester 5, hal ini menjadikan dirinya berada dititik terendah di hidpnya. Bagaimana tidak, ia kehilangan sosok lelaki terhebet dihidupnya, sosok yang membimbing dia hingga ia bisa seperti sekaranng. Berkat dukungan dari keluarga, teman temannya , dan dosen pembimingnnya Idha bangkit lagi. Hingga hasilnya saat menyelesaikan pendidikannya di UNDIP dan lulus dengan predikat Cumlaude.

Tidak ada orang yang sukses tidak pernah gagal dalam hidupnya. Termasuk Idha, kegagalan saat membuat tulisan di karya–karyanya, saat dia harus menerima kekalahan di berbagai lomba yang pernah ia ikuti. Tapi dari situlah semangat terus belajar dan memperbaiki karya–karyanya, dan mungkin dari kegagalan itulah karakter pantang menyerah ia bangun. Sebagai mahasiswa harus bisa menjadi agen of change maka ia ingin punya dampak lebih bermanfaat untuk orang–orang di sekitarnya dengan menularkan pengalaman dan ilmu yang sudah didapatkannya. Hal tersebut dilakukannya dengan mengikuti banyak kegiatan seperti bergabung menjadi Volunteer AISEC untuk mengajarkan bersama EP (Exchange Partisipan) dari berbagai negara dan aktif dalam kegiatan sosial bidang Education di Semarang. Tentu menjadi pertanyaan banyak orang, apa bisa aktif di organisasi sedangkan kuliahnya saja sudah banyak tugas. Ini yang penting dalam segalanya, manajemen waktu dan nanajemen diri adalah kunci. Dimana kita harus memanage waktu yang dimiliki sebaik mungkin. Kapan saatnya belajar kapan saatnya lomba, kapan waktu untuk keluarga, kapan waktu untuk istirahat, dan kapan waktu untuk bermain dengan teman – teman. Hal penting juga adalah bagaimana kita manage diri kita sendiri, menjaga kesehatan (penting karena sukses tidak ada artinya kalau kita sakit) dan kapan waktu untuk berdialog dengn Tuhan. Hal tersebut adalah kunci Idha bisa seperti sekarang.

Dengan begitu banyak pengalamannya, Idha Ayu ingin para mahasiswa baru sekarang lebih semangat untuk mengubah dunia, dalam hal yang lebih positif tentunya. Untuk mewujudkan keinginannya ia membuat sebuah buku karyanya sendiri yang dalam bukunya berisi banyak pengalaman dari ia duduk di bangku sekolah dasar hingga ia bekerja saat ini. Semoga bukunya bisa terbit dalam tahun ini, Amiin. (ks01)

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Mantan Loper Koran Ini Kini Jadi Guru Besar Unika

SEMARANG (kampussemarang.com)-  Prof Dr Ir Y Budi Widianarko MSc selaku Rektor Universitas katolik (Unika) Soegijapranata ...