Breaking News

Merefleksikan Karya Setahun, Unika Soegijapranata Tanam Ratusan Pohon

 

ket foto: Heru Djatmiko kanan) dan Prof Ridwan (kiri) saat bersama sama melakukan penanaman pohon (Foto dok)

SEMARANG (kampussemarang.com)- Kegiatan Refleksi Karya di Unika Soegijapranata tahun ini kembali digelar sebagai moment mengingatkan warga Unika Soegijapranata untuk memperhatikan dan menyayangi bumi, lingkungan tempat kita tinggal. Kegiatan dimulai dengan menanam sekitar 500 pohon berbagai jenis di lingkungan Unika Soegijapranata serta sebagai simbol keberpihakan pada alam.

“Usaha-usaha ini terus dilakukan di Unika Soegijapranata melalui kampanye anti Styrofoam, penggunaan tumbler air minum, pengurangan sampah plastik, penerapan sistem paperless, penggunaan listrik secara bijak, dan pengembangan hutan kampus. Meskipun belum sempurna, kita harus melakukannya dengan penuh komitmen secara konsisten,” ujar Rektor Unika Soegijapranata saat pembukaan kegiatan di kampus setempat, Kamis (21/02/2019). Bulan Februari menurut Rektor, merupakan waktu yang baik untuk mengingat kembali karena bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga ikut mendukung kegiatan ini melalui penyediaan beberapa ratus pohon, mendampingi pohon dan tanaman yang telah disediakan oleh universitas. Kepala Balai Sertifikasi dan Perbenihan Tanaman Hutan Heru Djatmika SH MSE menyampaikan dukungan pemprov pada usaha Unika Soegijapranata.

“Kami memberi apresiasi pada Unika dan berharap makin banyak perguruan tinggi swasta di Semarang yang menginisiasi penanaman berbagai pohon. Kita bisa meniru contoh Cina yang 5 tahun terakhir melakukan rehabilitasi penataan dan penanaman 33 juta hektar lahan untuk meningkatkan kualitas udara dan air. Indonesia juga haus bisa untuk peningkatan kualitas air dan udara seperti di Cina” ujar Heru Djatmika.

Menurut Heru,  Dinas Lingkungan Hidup Jateng lewat UPTD Balai Sertifikasi dan Perbenihan Tanaman Hutan menyediakan minimal 2 juta pohon per tahun untuk dibagikan gratis kepada masyarakat yang melakukan penanaman atau penghijauan. Kementrian Perhutanan lewat UPT Balai Pengelolaan DAS dan Hutan juga menyediakan binit gratis untuk masyarakat sekitar 3 juta pohon sehingga total 5 juta tiap tahun Pemprov Jateng menyediakan bibit gratis. Pohon yang ditanampun beragam terdiri pohon berkayu seperti jati, mahoni, sengon dan lain lain serta pohon berbuah seperti durian, alpokat dan lain lain. Pihaknya selalu melakukan sosialisasi, literasi dan bimbingan teknis ke masyarakat agar masyarakat semakin banyak yang melakukan penanaman pohon.

Prof. Ridwan Sanjaya menyampaikan pula dalam 37 tahun ini Unika Soegijapranata sudah melangkah di jalur yang benar. Sejak awal berdirinya, program studi Arsitektur telah mengusung Eco-settlement atau Eko Pemukiman sebagai Pola Ilmiah Pokok universitas ini. Hal tersebut berarti para pendiri Unika telah memandang jauh ke depan bagaimana mengelola universitas dengan tetap memperhatikan lingkungan demi keselarasan, kelestarian, dan keberlanjutan ekosistem.

Dalam pelayanannya sampai dengan saat ini, Unika telah memiliki program studi Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktoral (S3) secara lengkap di bidang Lingkungan yang memperkuat universitas dalam menghasilkan berbagai pemikiran terkait dengan kebijakan lingkungan. Kiprah berbagai dosen ini bukan hanya di tingkat kampus atau pemerintah daerah saja, tetapi sudah sampai menjadi perhatian dunia. Ini merupakan kebanggan tersendiri bagi Unika Soegijapranata.

Tema karya Keterlibatan Sinergis yang diusung pada tahun ini mendorong warga Unika Soegijapranata untuk bahu-membahu dan saling mengisi celah masing-masing agar dapat menghasilkan pelayanan yang lebih optimal dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam pembukaan di gedung Thomas Aquinas, Rektor Unika Soegijapranata bersama Kepala Balai Sertifikasi dan Perbenihan Tanaman Hutan secara bersama-sama menanam pohon Bungur sebagai tanda dimulainya kegiatan penanaman pohon oleh 500 peserta yang terdiri dari dosen, tendik, dan mahasiswa. Menurut Prof Ridwan, pemilihan pohon Bungur mempunyai makna bahwa seperti pohonnya yang indah dan dapat bermanfaat secara kesehatan, kita masing-masing bukan hanya mampu, tetapi juga berdampak bagi masyarakat. (Ks01)

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hapus Tato Gratis Hadir Pertama Kali di Semarang

  SEMARANG (kampussemarang.com)- Rumah Zakat (RZ) Semarang menggelar kegiatan sosial program hapus tato gratis pertama ...