Breaking News

Pembelajaran Jarak Jauh Bahasa Jawa Miliki Beragam Permasalahan

WEBINAR UNNES: jepretan layar saat webinar Pembelajaran Bahasa Jawa di Unnes (Foto dok)

SEMARANG (kampussemarang.com)- Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes), bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa SMP dan SMA Kabupaten Kudus Kamis (30/7/2020) menggelar webinar (seminar online) tentang “Pembelajaran Bahasa Jawa di Era Pandemi: Tantangan dan peluang”.

Banyak permasalahan dibahas dalam webinar melalui aplikasi zoom dan youtube yang diikuti tak kurang dari 200-an peserta. Permasalahan terkait pembelajaran jarak jauh (PJJ) semakin beragam di semua pelajaran, tidak terkecuali untuk pelajaran Bahasa Jawa. Guru harus bisa mengidentifikasi berbagai permasalahan tersebut sebagai bekal meningkatkan kualitas pembelajaran di era pandemi Covid-19 seperti sekarang.

Mujimin , Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Jawa Unnes mengatakan terkait akses pembelajaran, penting bagi guru untuk mengidentifikasi permasalahan yang dialami para peserta didik. Ketika pandemi, permasalahan ini terutama terkait dengan akses agar materi yang disampaikan bisa diterima dan dipahami dengan baik oleh siswa. Oleh sebab itu, antar-siswa bisa memiliki masalah berbeda.

“Permasalahan bagi siswa yang tinggal di perkotaan bisa jadi berbeda dengan mereka yang tinggal di perdesaan. Ini terkait dengan kepemilikan sarana seperti telepon genggam atau laptop, juga konektivitas ke jaringan internet. Kondisi ekonomi dan geografis yang beragam menjadikan tidak semua siswa bisa mengikuti pembelajaran melalui internet. Bahkan di sejumlah daerah, guru memanfaatkan radio dan pesan singkat (SMS) untuk memberikan materi dan soal pembelajaran” ujar Mujimin.

Sejumlah pembicara webinar hadir secara virtual sebagai yaitu Mundakir (Ketua MGMP Bahasa Jawa SMA Kabupaten Kudus), Eko Purnomo (Ketua MGMP Bahasa Jawa SMP Kabupaten Kudus), dan Andicha Octaffianto (staf Teknologi, Informasi, dan Komunikasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah). Diskusi dimoderatori oleh Ucik Fuadhiyah, Sekretaris Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Unnes.

Menurut Andicha Octaffianto, tantangan bagi guru di masa pandemi ini semakin bertambah kompleks. Di antaranya terkait dengan ketimpangan teknologi antara sekolah di kota besar dan daerah, keterbatasan kompetensi guru dalam pemanfaatan aplikasi pembelajaran, dan keterbatasan sumberdaya untuk pemanfaatan teknologi pendidikan.

Tantangan lain yang juga muncul adalah relasi antara guru, siswa, dan orang tua dalam pembelajaran daring yang belum integral. Namun kunci dari pembelajaran daring adalah konten yang dibuat oleh para guru. “Guru sebaiknya membuat pembelajaran dengan menyenangkan dan tidak mudah membuat stres. Antar-guru pun bisa saling meminjam media pembelajaran,” ujarnya.

Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Unnes Dr Prembayun Miji Lestari menyatakan pihaknya terus mengupayakan peningkatan kompetensi bagi para guru bahasa Jawa lewat berbagai kegiatan di antaranya webinar. Rencananya akan digelar pelatihan lanjutan dan pihaknya membuka jalinan kerjasama dengan berbagai pihak termasuk bagi MGMP untuk bekerja sama ” ujar Prembayun.(ks01)

 

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pentingnya Penguatan Self-Regulatory Skills dan Literasi Pembelajar di Masa Pandemi

SEMARANG (kampussemarang.com)- Pandemi Covid-19 memaksa semua pembelajaran baik di sekolah formal dan non formal untuk ...