Breaking News

Perpustakaan Unika Terima Anugerah FPPTI

ket foto: Rikarda (kanan) saat menunjukkan penghargaan juara II (foto dok)

SEMARANG (kampussemarang.com)- Perpustakaan Unika Soegijapranata meraih Juara Kedua lomba Academic Library Innovation Award (ALIA) 2019 yang diselenggarakan oleh Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) di Hotel Novotel Bandar Lampung, Lampung, pekan lalu.

Acara kompetisi ALIA ini adalah yang pertama kali diselenggarakan oleh FPPTI sebagai wadah atau lembaga yang menaungi  perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia, dengan tuan rumahnya dari Universitas Negeri Lampung.

Dalam wawancara singkat dengan Kepala Perpustakaan Unika Soegijapranata Rikarda Ratih Saptaastuti SSos, diketahui bahwa sebelum maju ke tingkat nasional, perpustakaan Unika sempat terpilih menjadi Juara Pertama ALIA 2019 tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Pada awalnya perpustakaan Unika Soegijapranata terpilih mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk maju ke tingkat nasional setelah berhasil meraih Juara Pertama tingkat  provinsi. Konsekuensi Juara Pertama mewakili perpustakaan Jawa Tengah ke kancah nasional, dengan tentunya berkompetisi dengan perguruan tinggi lain yang jumlahnya ribuan,” ujar Rikarda Ratih.

Dalam kompetisi ini perpustakaan Unika Soegijapranata mengangkat tema ‘Shifting The Library Paradigm’, yang artinya adalah pergeseran paradigma perpustakaan sebagai dampak dari era disruptif.

“Di Era disruptif, perpustakaan harus mampu bertahan dengan melakukan inovasi, karena jika kita tidak melakukan inovasi berarti kita akan tergerus di era disruptif itu sendiri. Maka inovasi-inovasi yang dilakukan oleh perpustakaan perguruan tinggi itu memang bermacam-macam tergantung dari implementasi perpustakaan itu di masing-masing perguruan tinggi,” tegas Ratih.

Himbauan untuk melakukan inovasi juga sudah menjadi suatu keniscayaan, karena segala sesuatu sudah berhubungan dengan internet dan teknologi, maka memang perpustakaan dalam rangka upaya bertahan kemudian juga dalam upaya mengembangkan layanan yang tidak hanya teknis saja tetapi juga pelayanan yang lebih baik dengan kolaborasi teknologi, harapannya itu bisa  menjadi paru-paru perguruan tinggi jika meminjam istilah dari Prof Ridwan Sanjaya selaku Rektor Unika Soegijapranata.

Sedangkan Inovasi perpustakaan Unika dilakukan dari beberapa aspek, yaitu dari aspek pengembangan software, pengembangan layanan dan dari aspek pengembangan peran pustakawan.

Peran pustakawan misalnya bisa membantu dan berkolaborasi dengan para dosen membuat konten  audio visual di ruang SPEDA (Studio Pembelajaran Digital), sehingga materi yang dihasilkan dapat digunakan untuk konten di e-learning atau kursus online, bahkan bisa dimasukkan ke you tube.

Dalam hal pengembangan software, salah satunya software open source di perpustakaan Unika Soegijapranata kita kembangkan menjadi lebih optimal yaitu dengan pemberian notifikasi kepada para mahasiswa atau dosen yang harus mengembalikan buku pinjaman, biasanya notifikasinya setiap pagi satu hari sebelum buku yang dipinjam harus dikembalikan ke perpustakaan, dan notifikasi itu akan berhenti jika yang bersangkutan sudah menyelesaikan kewajiban peminjaman buku itu di perpustakaan.

Hal lain aplikasi perpustakaan juga sudah terintegrasi ke sintak Unika, jadi dari sintak itu ada satu button yang namanya peminjaman buku, dan apabila button itu di klik maka akan muncul informasi buku apa yang sudah dia pinjam dan buku apa yang terlambat belum dikembalikan secara pribadi.

Untuk membaca e-book, para mahasiswa dan dosen bisa membaca di http://lib.unika.ac.id/ e-library universitas katolik soegijapranata. Di laman ini para mahasiswa dan dosen bisa meminjam dan baca e-book yang tersedia. Selain itu juga ada sistem AR (Augmented Reality) dan VR (Virtual Reality) yang bertujuan untuk menumbuhkan minat baca para mahasiswa dan dosen di perpustakaan Unika.

“Jadi dasarnya perpustakaan ingin menjadi bagian dalam proses kegiatan akademik. Bagaimana kita bisa menjadi mitra belajar mahasiswa, dan bagaimana bisa menjadi fasilitator konten digital. Sehingga dengan demikian kita yang menghubungkan ketika mahasiswa tidak tahu dimana mencari jurnal, kami pustakawan yang menghubungkan dan mencarikan konten yang dia inginkan,” tutup Ratih. (ks01)

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Idul Adha 1440 H: Unimus Sembelih 10 Sapi, 11 Kambing

  SEMARANG (kampussemarang.com)- Kampus Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menyelenggarakan salat Idul Adha di pelataran Rektorat ...