Breaking News

Redam Agresifitas Anak Lewat Metode Bercerita (Biblioterapi)

ket foto: para mahasiswa Psikologi Unissula peneliti agresivitas anak (foto dok)

 

SEMARANG (kampussemarang.com)- Anak-anak Sekolah Dasar saat ini rawan mengalami kemerosotan moral, bahkan banyak diberitakan anak-anak SD sudah terlibat tawuran dan perkelahian yang menyebabkan kematian.

Hal tersebut menjadi perhatian 3 mahasiswa Psikologi Unissula Semarang Fikri Tahta Nurul Fiqih, Annita Wahyuningtyas, dan Abid Abdi Aziz melakukan penelitian tentang perilaku dan tingkat agresivitas anak-anak SD.  Penelitian bidang  sosial humaniora berjudul “efektifitas biblioterapi kelompok untuk menurunkan agresivitas pada anak Sekolah Dasar” ini berhasil lolos dan mendapatkan hibah Dikti tahun pendanaan 2018.

Salah seorang peneliti, Fikri, kepada pers di kampus Unissula Selasa (05/06/2018) mereka menggunakan metode biblioterapi atau bercerita dengan cerita-cerita yang mengandung pesan moral.

“Sejumlah anak kami terapi dengan menggunakan cerita yang mengandung nilai-nilai baik seperti karakter empati, menolong sesama yang harapannya dapat menurunkan nilai agresivitas” kata Fikri yang juga ketua tim penelitian.

Penelitian dilakukan di SD Pakunden Semarang. Tagetnya dilakukan 7 sesi, setiap sesi 1 cerita, dengan durasi 1,5 jam sudah termasuk pembukaan, ice breaking, dan review. Menurutnya Fikri, penelitian melibatkan 37 anak, yang dibagi menjadi dua kelompok, kelompok kontrol 19 anak dan kelompok eksperimen 18 anak. Kelompok eksperimen yang diterapi, sementara kelompok kontrol tidak.

“Kami mengukur hasilnya dengan skala agresifitas melalui kuesioner. Sebelumnya dilakukan pretest dan post test untuk mengetahui hasil dari sebelum diterapi dan sesudah diterapi. Selain itu anak-anak diberikan kartu emosi berdasarkan cerita yang disampaikan. Misalnya tokoh apa yang disukai, apa yang dirasakan ketika tokoh melakukan ini, dan lain-lain. Ada juga kartu harian untuk mencatat kemarahan mereka setiap hari. Lalu kami melakukan penilaian dengan kuesioner” terang Fikri.

Lebih lanjut Fikri mengatakan pihak yang melakukan terapi adalah 2 psikolog pendidikan Anggun Dwi Cahyani dan Erni Agustina Setiowati SPsi, MPsi (yang juga dosen pembimbing). Psikolog menyampaikan cerita, setelah itu mereview misalnya diberi pertanyaan tentang tokoh, perilakunya, hingga mempraktikkan melalui bermain peran. Psikolog mendalami karakter anak sebelum dan setelah terapi. Mereka diarahkan ke perilaku yang baik, agresif itu berdampak  tidak baik.

“Anak SD harus dididik sejak dini, sehingga nanti ketika remaja sudah tau modal karakter yang baik, bagaimana cara berinteraksi dan berempati. Harapannya, biblioterapi ini bisa diterapkan di semua kalangan untuk mengurangi kemerosotan moral anak-anak Indonesia. Selain itu, manfaat lainnya adalah menumbuhkan minat baca bagi anak-anak Indonesia” ujar Fikri. (ks02)

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Akpelni Wisuda 339 Taruna Taruni

    SEMARANAG (kampussemarang.com) –  Akademi Pelayaran Niaga Indonesia (Akpelni) Semarang menggelar upacara wisuda bagi ...