Breaking News

Selamat Jalan Guru Besar Undip Yang Seniman

ket foto: Prof Edi Dharmana (foto dok)

SEMARANG (kampussemarang.com)- Guru Besar Fakultas Kedokteran Undip Prof dr Edi Dharmana SpPark MSc PhD, Minggu (10/1/2021) meninggal dunia setelah dirawat di RSDK selama beberapa hari.

Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum meyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya salah satu dosen yang juga putra terbaik Undip tersebut.

Prof Edi (demikian panggilan akrab Prof Edi Dharmana) merupakan dosen yang sangat baik dan akrab dengan para  mahasiswanya. Prof Edi senantiasa sangat sabar mengajarkan keahliannya dalam bidang parasitologi serta immunologi.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) dr Afiana Rohmani Msi Med, yang juga mahasiswa Prof Edi saat studi S2 biomedik di Undip menyatakan Prof Edi merupakan pribadi yang sangat baik, santai humoris sehingga saat diskusi mengenai hal-hal ilmiah menjadi menyenangkan, santai, tidak tegang.

“Mungkin jiwa seni yang mengalir dalam darahnya menjadi semacam penyeimbang terhadap hal-hal yang berbau ilmiah, diimbangi hal-hal yang bersifat menghibur. Saya  mengidolakan beliau sehingga kemudian saya sangat bersyukur mendapatkan beliau sebagai penguji  untuk sidang ujian tesis saya. Beliau banyak memberikan nasehat dan masukan mengenai research saya” ujar dr Afiana Rohmani MsiMed.

Salah seorang dokter alumni FK Undip lainnya, dr Slamet Bagaskoro yang saat kuliah aktif menjadi anggota UKM kesenian asuhan Prof Edi menyatakan Prof Edi juga selalu memotivasi mahasiswa FK Undip untuk tetap menjaga gairah seni. Berkat motivasi dan wejangan Prof Edi, berbagai kegiatan kesenian dapat tumbuh subur di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro hingga saat ini. Terutama seni wayang orang (wong) dan seni tari .

Karena sangat kepeduliannya di bidang kesenian, Prof Edi-pun pernah meraih Gelar budayawan yang diberikan Pemkot Semarang di tahun 2010.

Prof Edi dilahirkan di Salatiga 12 Maret 1947,menjadi pengajar Undip sejak Maret 1976. Pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan IV FK Undip  periode 2007-2011. S1 dan S2 ditempuh di Undip, S3 lulusan  Radboud University Nijmegen Belanda 2001.

Di kiprah berkesenian, Prof Edi menjadi di antaranya sebagai pembina/pelatih kelompok tari FK Undip dan grup vocal serta kelompok angklung (2006-sekarang), ketua/pembina wrup wayang orang Ngestipandowo (2005-sekarang), penerima Anugerah MURI sebagai pemain dan penari wayang orang dari SD sampai Guru Besar, penerima Anugerah MURI mengkolaborasikan tari jawa dan barongsai, delegasi Tim tari FK Undip ke Belanda (2010-2012).

Prof Edi juga ikut pentas wayang orang di Ngestipandowo (sampai sekarang). Berbagai status duka cita dan kehilangan atas wafatnya dokter, doktor, guru besar, dan pegitan seni dari SD sampai meninggalnya ini pun mewarnai WA para kolega, alumni, serta mahasiswanya. (ks01)

ket foto: Foto kenangan, Prof Edi (deret depan, duduk, 2 dari kanan) saat berfoto santai dengan sejumlah mahasiswa S2 Biomedik Undip tahun 2012 (foto dok)

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Peran Kartini Milenial Di Masa Pandemi

  Direktur Polimarin Semarang akan Dr Sri Tutie Rahayu MSi akan  berbicara pada program Inspirasi ...