Breaking News

SMPN 22 Semarang Jadi Sekolah Percontohan Pendidikan Kespro dan Seksualitas

ket foto: Elizabet SA Widyastuti (2 dari kanan) bersama sekolah dan pejabat dinas pendidikan kota Semarang berpose bersama usai pencanganan (foto dok)

SEMARANG (kampussemarang.com)-SMPN 22 Semarang terpilih menjadi salah satu sekolah percontohan Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas di Kota Semarang. Dimana sejak tahun 2017, di sekolah tersebut telah memberikan satu paket pendidikan kesehatan reproduksi kepada siswanya melalui guru BK secara komprehensif. Pencanangan sekolah percontohan ini dilaksanakan Rabu lalu (08/08/2018) oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri.

Direktur Eksekutif Paguyuban Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jateng Elisabet S.A Widyastuti kepada pers di Semarang Sabtu (11/08/2018) menyatakan pencangan SMPN 22 sebagai sekolah percontohan pendidikan kespro dan seksualitas merupakan kerjasama sekolah, Dinas Pendidikan Kota Semarang, PKBI Jateng dan sejum;ah pihak terkait lainnya.

Terkait dengan kesehatan remaja, khususnya kesehatan reproduksi dan seksualitas, menurut Elizabet SA Wiyastuti, Kota Semarang yang memiliki penduduk usia remaja (10-24 tahun) sebanyak 426.228 jiwa atau 27% deari total penduduk Semarang ini tentu mempunyai tantangan besa. Di antaranya kasus HIV didominasi kelompok usia produktif, dengan data Kumulatif Kasus AIDS di Kota Semarang 2007 – 2017 berdasarkan usia rentan 11-30 tahun sebayak 165 kasus. Data DP3A Dalduk KB Jawa Tengah menunjukkan 2.954 anak usia 6-17 tahun menjadi korban kekerasan, sebagian di antaranya merupakan kekerasan seksual. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan reproduksi penting diberikan kepada remaja dan sekolah merupakan tempat yang strategis melakukan edukasi.

“Saat ini memang sudah banyak lembaga yang memberikan pendidikan kesehatan reproduksi kepada remaja, akan tetapi sebagian besar masih parsial, berbentuk penyuluhan yang kadang diberikan secara masal dan temporer.  Saya mengapresiasi SMPN 22 ini karena menerapkan pendidikan kespro yang lebih komprehensif, baik dari sisi substansi materi maupun keterhubungan dengan layanan rujukan seperti puskesmas maupun PPT (pusat pelayanan terpadu). Sehingga apabila ditemukan kasus di sekolah, maka sudah ada mekanisme rujukan yang siap membantu” ujar Elizabet.

Kepala sekolah SMPN 22 Semarang Sawukir menjelaskan sekolahnya menyediakan jam khusus bagi guru BK untuk menyampaikan materi yang terdapat pada modul “Semangat Dunia Remaja”. Modul yang sudah diujicobakan di beberapa provinsi ini terdiri dari 27 bab yang disampaikan sebanyak 15 kali tatap muka di kelas VII dan VIII.

“Awalnya kami sedikit ragu dan canggung, bagaimana menyampaikan materi ini kepada siswa karena menyangkut isu-isu yang sensitif. Akan tetapi setelah mendapat pelatihan dari PKBI mengenai bagaimana menyampaikan materi ini secara interaktif, ternyata kekhawatiran saya hilang” ungkap Anita, guru BK Kelas VII. Menurutnya melalui pelajaran ini, selain membuat siswa menjadi lebih terbuka, dia pun dapat menemukan siswa-siswa yang memang membutuhkan pendampingan secara khusus.

Penandatanganan kerjasama

Selain pencanangan sekolah percontohan, pada kesempatan yang sama dilakukan pula penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama antara Dinas Pendidikan Kota Semarang dengan PKBI Jawa Tengah untuk Penyelenggaraan Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas di Kota Semarang. Perjanjian kerjasama ini merupakan turunan dari Kesepahaman Bersama antara Walikota Semarang dengan PKBI Jawa Tengah mengenai hal serupa, yang sudah ditandatangani bulan Mei yang lalu.

“Bagi kami, penandatanganan kerjasama ini merupakan komitmen kongkrit PKBI Jawa Tengah dalam mendukung pemerintah Kota Semarang guna mewujudkan sekolah ramah anak, sekolah hebat” ungkap Elisabet Widyastuti.  Menurutnya, selain SMPN 22 saat ini juga di  SMPN 28 dan SMPN 29 juga menjadi sekolah percontohan. Tahun ini pula pihaknya juga bekerjasama dengan Rutgers WPF Indonesia, UGM dan Johns Hopkins University untuk melakukan penelitian jangka panjang di ketiga sekolah tersebut untuk mencari model pendidikan kespro dan seksualitas yang tepat untuk anak usia 10-15 tahun. (Ks01)

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Akpelni Wisuda 339 Taruna Taruni

    SEMARANAG (kampussemarang.com) –  Akademi Pelayaran Niaga Indonesia (Akpelni) Semarang menggelar upacara wisuda bagi ...