Breaking News

Undip Tambah 2 Guru Besar

ket foto: Rektor Undip didampingi Ketua Senat Akademik (kiri) saat mengukuhkan 2 guru besar baru (foto dok)

SEMARANG (kampussemarang.com)- Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum dan Ketua Senat Akademik Undip Prof Dr Ir Sunarso MS mengukuhkan 2 guru besar dari Fakultas Teknik Prof Dr Ir Erni Setyowati MT dan dari Fakultas Hukum Prof Dr Pujiyono SH MHum di kampus setempat, Selasa (17/12/2019).

Prof Dr Erni Setyowati merupakan guru besar ke-32 dari Fakultas Teknik dan Prof Dr Pujiyono sebagai guru besar ke-16 dari Fakultas Hukum. Dengan dikukuhkannya dua guru besar ini maka jumlah guru besar Undip menjadi 138 guru besar dosen tetap aktif.

Prof. Dr. Ir. Erni Setyowati, M.T. pada upacara penerimaan jabatan guru besar menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Peran Akustik pada Bangunan Hijau yang Berkelanjutan” sesuai dengan bidang ilmu teknik arsitektur yang telah ditekuni selama lebih dari 20 tahun.

“Penelitian ini membuktikan bahwa komposit cangkang kerang dengan pola wafel kombinasi struktur double layer mampu mengabsorpsi bunyi hingga koefisien 0,9, sementara performa STL material ini memiliki kemampuan mengeliminasi bunyi hingga 54 dB. Komposit serat alam eceng gondok memiliki koefisien absorpsi wide broadband di atas 0,5 hingga 1.0, dengan nilai STL hingga 56-58 dB. Sementara porous ceramic memiliki performa yang sangat signifikan dan perlu dikembangkan sebagai Helmholtz resonator,” jelasnya seraya merujuk penelitian yang dilakukannya.

Sedangkan Prof. Dr. Pujiyono, S.H. , M.Hum. menyampaikan pidato pengukuhan “Pembaharuan Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Melalui Pendekatan Restoratif Justice dalam Model Dual Track System Selective”, yang dipilih sebagai bahan kajian pembaharuan model pertanggungjawaban pidana korporasi yang berkesinambungan untuk melindungi masyarakat dan kesinambungan kehidupan korporasi.

“Dalam praktek tidak banyak korporasi yang dipertanggungjawabkan secara pidana atas tindak pidana yang dilakukan dikarenakan kelemahan formulasi perundang-undangan dan secara sosiologis dalam penegakan hukum tindak pidana korporasi. Terdapat “ambivalensi” antara dampak negatif timbul terhadap masyarakat (konsumen, tenaga kerja, pendapatan negara, dan lain-lain) dengan upaya keharusan melakukan pemidanaan,” ujarnya. (Ks01)

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

SBMPTN 2017, Undip terima 3.546 Maba

SEMARANG (kampussemarang.com)- Undip menerima 3.546 mahasiswa baru (maba) lewat jalur SBMPTN tahun 2017 yang diumumkan ...