Breaking News

Unika Hadirkan Menristekdikti Dalam Seminar Bincang Nasional

ket foto: Menristekdikti saat tampail sebagai pembicara kunci seminar di Unika (foto dok)

SEMARANG (kampussemarang.com)- Untuk mematangkan persiapan pembukaan pendidikan Fakultas Kedokteran di Unika Soegijapranata, perguruan tinggi PT) ini menggelar Seminar dan Bincang Nasional “Relevansi Pendidikan Dokter untuk Mendukung Penyebaran Dokter ke Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T)” di kampus setempat, Rabu sore (19/09/2018).

Hadir sebagai pembicara utama Menristekdikti Prof H Mohammad Nasir PhD Ak serta sejumlah panelis antara lain Perwakilan dari PB IDI ( Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia), Dinas Kesehatan Wilayah NTT, Gubernur Daerah NTT, Uskup Agung Kupang, KKI (Konsil Kedokteran Indonesia), AIPKI (Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia), Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dan Pelaksana Tugas Bupati Sumba Barat Daya.

Dalam sambutannya, Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC saat membuka seminar memaparkan keterlibatan Unika Soegijapranata sebagai perguruan tinggi di tengah masyarakat dan bangsa, utamanya dalam hal mendukung program pemerintah untuk penyebaran kesejahteraan ke berbagai daerah terutama Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

“Melalui motto Unika Soegijapranata “Talenta pro Patria et humanitate” atau bakat untuk tanah air dan kemanusiaan, kami terus diingatkan untuk menyadari peran serta perguruan tinggi tidak boleh hanya berhenti sampai di lingkungan kampus saja. Unika Soegijapranata yang masuk dalam peringkat 39 perguruan tinggi secara nasional atau peringkat 8 Perguruan Tinggi Swasta se-Indonesia, menurut versi Kemenristek Dikti tahun 2018, berusaha untuk terus berupaya membangun diri sesuai Tri Dharma perguruan tinggi” ucap Prof Ridwan.

Hal lain, ujar Rektor, Unika Soegijapranata juga terlibat dalam upaya mendukung program pemerintah untuk penyebaran kesejahteraan ke berbagai daerah terutama Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Sehingga Unika tidak hanya mendidik dan meluluskan putra daerah yang studi di Unika dan menjadi pemimpin di daerahnya, tetapi Unika Soegijapranata juga memiliki misi lain yaitu memenuhi kebutuhan tenaga dokter terutama di daerah-daerah dengan mengajukan usulan program studi sarjana kedokteran dan profesi kedokteran serta membangun kerjasama dengan berbagai pimpinan di daerah.

Lebih lanjut  Prof Ridwan juga menjelaskan keunggulan atau center of excellence dari program studi pendidikan kedokteran di Unika Soegijapranata melalui pendekatan medico-sosio-humaniora, yang memiliki ciri khas interprofessional education dengan didukung oleh teknologi pangan, psikologi, dan hukum kedokteran.

Potret Pendidikan Dokter  

Sedangkan Prof Nasir dalam penjelasannya menyampaikan banyaknya permasalahan pelik yang masih mendera dunia kedokteran Indonesia. Salah satunya adalah potret pendidikan dokter di Indonesia.

“Berdasarkan penelisikan saya, salah satu penyebab muramnya potret pendidikan dokter di Indonesia antara lain karena adanya mahasiswa kedokteran yang berasal dari jurusan sosial yang notabene mempelajari ilmu non-eksakta. Di samping itu, penyebab lainnya adalah materi yang diajarkan oleh dosen tidak sejalan dengan materi yang diujikan, ” jelas Prof. Nasir.

Prof. Nasir juga menegaskan, untuk mengatasi permasalahan tersebut dan menjaga quality assurance dari sistem pendidikan dokter Indonesia, dibentuklah Komite Bersama antara Kementerian Pendidikan Tinggi dan Kementerian Kesehatan untuk menentukan kuota kebutuhan dokter dan dokter spesialis. Tidak berhenti pada hal tersebut, masih banyaknya calon dokter yang belum lolos dari UKMPPD (Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter) juga menjadi perhatian tersendiri.

“Sejak dibentuknya Komite Bersama antara Kementerian Pendidikan Tinggi dan Kementerian Kesehatan, serta adanya masukkan dari IDI, KKI, dan AIPKI, maka jumlah mahasiswa yang lulus dari UKMPPD terus mengalami peningkatan. Bagi saya, dalam pendirian program studi hanya ada 5 aspek terpenting yang harus dipenuhi untuk menjaga quality assurance, antara lain: kelembagaan, dosen, infrastruktur, pendanaan operasional, dan kurikulum,” tegas Prof. Nasir. (ks01)

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Unimus Deklarasikan Kampus Tolak Radikalisme dan Terorisme

SEMARANG (kampussemarang.com)- Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus)  menggelar “Joint Analysis: Dialog dan Deklarasi Menolak Radikalisme dan ...