Breaking News

Unimus Gelar International Scientific Meeting Tentang Keperawatan

ket foto: DR Valentino Baac (tengah) dan Dr Yektiningtyastuti (kiri) saat berbicara di forum International  scientific Meeting (Foto dok)

SEMARANG (kampussemarang.com)- Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar “International Scientific Meeting” tentang riset kesehatan dan keperawatan di kampus Unimus, Sabtu (22/04/2017).

Pertemuan ilmiah yang dibuka Dekan Fikkes Unimus Dr Budi Santosa MSi Med ini menghadirkan nara sumber Dr Valentino Baac (Mantan Wakil Rektor Bidang Akademik Emilio Aguinaldo College, Filipina), Dr Sri Rekjeki MKep Sp Mat (Wakil Rektor  II Unimus) , Dr Yektiningtyastuti SKp MKep SpMat (Ditjen Belmawa Kemenristekdikti), dan Tech Emad Mousay Mohammed MPd (Head of Department Medical Laboratory, Radiology and Pharmacy, Libya).

Dr Valentino Baac berbicara tentang “Defining the Research Problem and Creating the Innovative Research Design” yang menyatakan perlunya kerjasama lebih intens antar negara Asean. Di antaranya dengan memperbaiki sistem pendidikan seraya lebih menyadari dan peduli pada tren perkembangan regional dan global, mengubah kesadaran ke arah pengetahuan praktis untuk tercapai kerjasama dan kompetitif serta sejalan dengan kebutuhan ekonomi lewat reformasi bidang pendidikan. Selain bidang pendidikan, juga menciptakan lebih banyak peluang pekerjaan bagi masyarakat  ASEAN lewat kebijakan yang lebih memihak pada pengentasan pengangguran serta mengembangkan UMKM ke kancah regional.

“Kita Asean harus lebih mengetengahkan tindakan kolaborasi atau kerjasama dibanding harus berkompetisi sendiri-sendiri di era global ini. Juga hilangkan pola pikir lama tentang pengembangan SDM di berbagai bidang dengan lebih memperhatikan perkembangan teknologi ICT” ujar Valentino Baac.

Sedangkan Dr Yektiningtyastuti berbicara tentang Moving on up: The Strategy to Implement Innovative Research, Choosing the Right Research Design and Troubleshooting Guidance in Health Research”. Menurut Mantan Pembantu Ketua III Stikes Al Irsyad Cilacap ini mahasiswa biasanya menganggap skripsi, tesis, ataupun disertasi sebagai momok sangat berat. Sehingga diperlukan tindakan percaya diri dan move on terus dalam mengerjakan karya tulis akhir tersebut. Lewat perencaan projeck riset, mencari tahu kntribusi projek terhadap riset riset yang selama ini sudah ada serta menunjukkan mengerjakan karya tulis akhir secara ketat terhadap disiplin.

Dr Sri Rejeki lewat “Urgency Nursing and Midwifery Research in Improving the Quality of Health Services” menyatakan perlunya perawat dan bidan meningkatkan riset untuk perbaikan kualitas layanan kesehatan.

“Angka kematian anak dan bayi melahirkan masih tinggi di Jateng serta Kota Semarang menduduki peringkat ketiga tertinggi. Sehingga lebih baiknya penelitian para mahasiswa keperawatan dan para perawat di rumah sakit sangat berperan dan bisa berkontribusi pada penurunan angka kematian ibu melahirkan meski faktor lain juga tidak kalah penting” ujar Dr Sri Rejeki.

Faktor lain, di antaranya, tingkat pendidikan ibu berpengaruh pada pencapaian akses informasi kesehatan, sosial ekonomi dan budaya sebagian ibu masih rendah, serta 4 terlalu saat melahirkan yang bisa mengancam jiwa ibu meliputi terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering melahirkan, dan terlalu banyak jumlah persalinan.

Sementara itu pula pada sesi terakhir Tech Emad Mousay Mohammed MPd membahas tentang “Urgency of Islamic Medication in Improving the Quality of Healt Services” menyampaikan perlunya penerapan pengobatan ala Islam yang terbukti bisa mencegah dan menyembuhkan berbagai penyakit.

“Cara penyembuhan Islam sangat beda dengan pengobatan modern. Penyembuhan model Islam menyangkut penyembuhan fisik dan spiritual sementara penyembuhan modern ala Barat lebih banyak berkutat pada penyembuhan fisik. Ada banyak cara penyembuhan model Islam seperti dilakukan Nabi Muhammad di antaranya Bekam, Rukyah, dan Healing atau penyembuhan spiritual dengan menggunakan doa-doa serta ayat-ayat suci Alquran” ujar Emad Mousay Mohammed.

Sayangnya, banyak orang di dunia, termasuk di Indonesia, yang sepertinya belum tahu banyak soal penyembuhan atau pengobatan Islam. Dari penelitian yang dilakukan terhadap 73 responden mahasiswa bidang kesehatan di sebuah perguruan tinggi kesehatan di Kota Semarang mayoritas hanya tahu tentang Bekam saat ditanya penyembuhan ala Islam. Mereka belum banyak tahu soal spiritual healing ala Islami serta rukyah yang juga bagian dari pengobatan dan penyembuhan penyakit model Islam. (ks01)

ket foto: Tech Emad Mousay Mohammed MPd (foto Dok)

About Admin

2 comments

  1. Thank you so much
    My name is Emad Mousay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Luluskan 381 Wisudawan:, STEKOM dan STMIK Provisi Wisuda Bersama

SEMARANG kampussemarang.com)- Sekolah Tinggi Elektronika Komputer (STEKOM) Semarang dan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STMIK) ...