Breaking News

Unimus Lakukan Bedah Buku “Muhammadiyah dan Peradaban”

ket foto: (ki-ka) Prof Zakiyuddin, Drs Tafsir MAg, dan Drs Rohmat Suprapto MAg saat diskusi dan bedah buku di Unimus (Foto dok)

SEMARANG (kampussemarang.com)- Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) lewat Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK) Unimus menggelar pengajian, diskusi dan bedah buku “Etika Muhammadiyah dan Peradaban” karya Prof Dr H Zakiyuddin Baidhawy MAg (Guru Besar Ilmu Agama Islam IAIN Salatiga dan Wakil Ketua MKK PW Muhammadiyah Jateng) di Masjid Kampus Unimkus At Taqwa, Kamis (08/02/2018). Tampil pula sebagai pembicara pendamping Ketua PW Muhammadiyah Jateng Drs H Tafsir MAg.

Acara yang dihadiri Wakil Rektor I Dr Sri Darmawati MSi, Wakil Rektor II Dr Sri Rejeki SKp MKep SpMat dan Wakil Rektor III Drs Samsudi Rahardjo MM MT tersebut dihadiri para dosen, karyawan dan mahasiswa Unimus dengan dipandu langsung Ketuaatau Direktur  LSIK Unimus Drs Rohmat Suprapto MAg.

Direktur LSIK Unimus Drs Rohmat Suprapto MAg  menyatakan perlunya sivitas Unimus memahami pemikiran para tokoh dan pemikir muda Muhammadiyah. Para tokoh ini lewat sudut pandang atau sisi lain tetapi masih tetap sejalan dengan pemikiran pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan.

Prof Dr H Zakiyuddin Baidhawy MAg pada paparannya menyatakan bukunya merupakan pendekatan atau cara lain dalam memahami etos dan spirit peradaban Muhammadiyah yang digulirkan abad 20 lalu. Basis teologis Muhammadiyah di antaranyabersifat kritis dan peduli lingkungan atau sosial (fokus ke pengentasan kemiskinan, kesehatan, dan kebodohan masyarakat saat itu) yang menjadikan amal usaha muhammadiyah fokus di pendidikan, kesehatan dan amal usaha ekonomi umat.
“Jika umat tidak mau peduli pada kehidupan masyarakatnya di bidang ekonomi, sosial, pendidikan dan lain sebagainya maka celakalah umat tersebut. KH Ahmad Dahlan sebagai contoh tokoh yang tidak suka berwacana tetapi langsung bergerak, bertindak dan mendirikan berbagai amal usaha untuk perbaikan kondisi masyarakat yang saat itu serba susah dan sulit di hampir semua bidang. Ini spirit dan etos KH Ahmad Dahlan atau spirit Muhammadiyah terhadap peradaban umat manusia” ujar Prof Zakiyuddin.
Senada, Ketua PW Muhammadiyah Jateng Drs Tafsir MAg menyatakan beberapa karakter KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah di antaranya  KH Ahmad Dahlan tidak suka debat atau wacana tetapi langsung menangani persoalan yang ada, juga dalam mengupayakan solusi suatu masalah atau mendirikan amal usaha sifatnya lambat tetapi pasti, tidak mau langsung besar.
“Dari kecil, tidak langsung berdiri besar, tetapi insya allah pasti jalan. Misalnya pendirian sekolah, pendirian rumah sakit biasanya dimulai dari yang kecil, sekolah kecil, klinik atau PKU kecil lalu lambat tetapi pasti bisa berkembang dan akhirnya jadi sekolah besar dan rumah sakit. Semua diawali dari bawah dan butuh proses, itu yang diajarkan KH Ahmad Dahlan. Membangun pondasi dulu baru membesarkannya, kalau langsung besar takutnya malah ambruk karena pondasi tidak kuat” ujar  Drs Tafsir MAg. (ks01)

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Akpelni Wisuda 339 Taruna Taruni

    SEMARANAG (kampussemarang.com) –  Akademi Pelayaran Niaga Indonesia (Akpelni) Semarang menggelar upacara wisuda bagi ...