
Ket foto: WR I Unissula (kanan) saat melepas para dosen yang ke PT Belanda (Foto dok)
SEMARANG (kampussemarang.com- Lima dosen Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menjalani staff exchange (mobility) ke Roterdam University of Applied Sciences (RUAS) Belanda selama 2 pekan. Kelima dosen tersebut dilepas oleh Wakil Rektor I Unissula Dr Ir Muhammad Haddin MT dan Kepala UPT Kerjasama Unissula dan Kepala International Office Unissula Muna Yastuti Madrah MA di kampus setempat, Kamis (16/03/2017).
Kelima dosen tersebut Prof Dr Ir Slamet Imam Wahyudi DEA, Dr Mila Karmila ST MT (keduanya dosen Teknik Sipil), Andre Sugiyono ST MM PhD (dosen Teknik Industri), Drs Bedjo Santoso MT PhD dan Hendry Setyawan MPA (keduanya dosen Ekonomi) menjalani staff exchange lewat Hibah Erasmus senilai Rp 2 Miliar yang diperoleh RUAS Belanda bersama Unissula beberapa waktu lalu. Pengiriman 5 dosen Unissula ke RUAS Belanda mulai 17 Maret 2017 ini sebagai batch pertama staff exchange, disusul batch kedua September 2017 mendatang (4 dosen Unissula) dan batch ketiga Februari 2018 untuk 3 dosen Unissula lainnya. Selain itu Unissula juga secara bertahap mengirimkan sejumlah mahasiswa ke RUAS dan pihak RUAS juga mengirimkan dosen dan mahasiswanya ke Unissula yang akan dimulai April 2017 mendatang.
Menurut WR I Dr Ir Muhammad Haddin MT, langkah staff dan students mobility/exchange Unissula ke luar negeri sebagai salah satu langkah menjadikan Unissula sebagai salah satu World Class Islamic University terkemuka. Mereka akan melakukan kolaborasi di bidang pendidikan (mengajar), penelitian bersama dan pengabdian masyarakat bersama.
Sedangkan menurut Koordinator 5 dosen yang mengikuti staff mobility, Prof Dr Slamet Imam Wahyudi, mereka bersama dosen RUAS akan melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi bersama-sama. Di antaranya, untuk pendidikan, mereka mengajar minimal 8 jam, untuk penelitian mereka melakukan penelitian bersama baik yang sudah berlangsung maupun yang akan berlangsung, serta pengabdian masyarakat secara bersama dengan tema seputar permasalahan rob dan banjir di Indonesia.
“Secara agak teknis, saya kebagian bidang teknis pengelolaan air sistem polder untuk rob dan banjir Kota Semarang dan Kota Pekalongan serta Kab Pekalongan. Untuk Dr Mila fokus pada partisipasi masyarakat dalam membantu penanganan banjir dan rob serta mengangkat ekonomi masyarakat di area terdampak rob dan banjir. Pak Hendry Setyawan fokus pada kebangkitan UMKM di area terkena rob serta di kawasan Kota Lama Semarang. Pak Andre tentang pengelolaan manajemen tata ruang pelabuhan dan kawasan setasiun pompa di Semarang. Nantinya akan “dihubungkan” antara Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan Pelabuhan Roterdam, sebagai pelabuhan terbesar di Eropa. Sedangkan Pak Bedjo tentang evaluasi sampah di polder, pengurangan sampah yang bisa menghambat kinerja polder serta menjadikan sampah memiliki nilai ekonomis” ujar Prof Dr S Imam Wahyudi.
Target lainnya yang ingin dicapai 5 dosen Unissula ini adalah menerbitkan buku pertama tentang yang mereka kerjakan lewat program staff exchange/mobility ke RUAS Belanda, termasuk penelitian dan kajian tentang manajemen air (banjir dan rob) yang nantinya ilmu dan pengetahuan dari Belanda bisa diaplikasikan untuk penangan rob dan banjir di Kota Semarang, Kota Pekalongan dan Kab Pekalongan. (ks01)
