
Ket Foto: Rektor Undip secara simbolik memakaikan topi KKN kepada perwakilan mahasiswa KKN (foto dok)
SEMARANG (kampussemarang.com)- Untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas masyarakat desa, Undip menerjunkan 2.886 mahasiswa KKN Tim II Tahun Akademik 2016/ 2017 pada tersebar di 32 kecamatan di 8 Kabupaten yaitu kabupaten Jepara, Pati, Temanggung, Semarang, Kendal, Batang, Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang. Mereka dilepas Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama di Lapangan Widya Puraya Undip, Selasa (11/07/2017).
Rektor Undip Prof.Yos Johan Utama dalam amanatnya saat melepas para mahasiswa KKN agar selalu menjaga diri dan nama baik Undip karena para mahasiswa KKN adalah duta Undip. Jika mahasiswa berlaku baik maka nama Undip juga akan baik namun sebaliknya jika berperilaku tidak baik maka nama Undip juga tidak baik.
“Dalam KKN nanti kalian akan menghadapi laboratorium kehidupan yang sesungguhnya di dalam masyarakat, bagaimana cara menggerakan masyarakat, bagaimana mencari dana dan bagaimana membuat acara” ujar Rektor.
Rektor berharap setelah usai dari KKN nanti para mahasiswa diharapkan menjadi lebih dewasa dan menjadi “manusia seutuhnya” Ungkapnya
Kepala P2KKN, Dr. Ir. Edy Prasetyo MS mengatakan bahwa kegiatan KKN UNDIP Tim II TA 2016/2017 diselenggarakan selama 42 hari, terhitung 11 Juli 2017 sampai dengan 21 Agustus 2017 dengan melibatkan Dosen KKN sebanyak 102 orang, dan Dosen Koordinator KKN sebanyak 8 orang.
“KKN Tim II ini esensinya tetap yaitu pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dengan imbangan program multidisiplin: monodisiplin adalah 2:2 yang artinya setiap Tim mahasiswa KKN dalam satu desa wajib mengerjakan 2 program multidisipliner dan masing masing mahasiswa juga wajib membuat 2 program monodisipliner sesuai dengan kompetensi keilmuannya” jelasnya.
Menurut Dr Edy Prasetyo, program multidisipliner yang diwajibkan bagi tiap kelompok mahasiswa KKN pada setiap desa adalah Pendataan dan Analisis Situasi UMKM, sedangkan program multidisipliner alternatif lainnya antara lain: Pendampingan Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja pada 20 Desa (kerjasama dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia atau BNP2TKI), Revolusi Mental pada 12 Desa (kerjasama dengan Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan atau Kemenko PMK), serta Program-program pilihan lain yang relevan, seperti pemberdayaan keluarga di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, lingkungan. (ks01)
