
Suasana Baitul Arqam bagi 108 pegawai baru RS Unimus
SEMARANG (kampussemarang.com)- Direktur Rumah Sakit (RS) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) dr M Riza Setiawan MOSH membuka pelatihan Baitul Arqam Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi 108 pegawai baru RS Unimus.
Hadir pada acara pembukaan di antaranya Kepala Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK) dan Mata Kuliah Umum (MKU) Dr Rochdi Warsono MSi dan Rohmat Suprapto SAg MSI (tim LSIK dan MKU).
Direktur RS Unimus Dr M Riza Setuawan MOSH menyampaikan pelatihan bertujuan agar para pegawai rumah sakit memiliki standar pelayanan yang sejalan dengan Islam dan Kemuhammadiyahan. Juga sebagai salah satu keunggulan rumah sakit dalam melayani masyarakat.
Pada kesempatan tersebut Direktur RS Unimus menyerahkan daftar nama 108 pegawai baru kepada Kepala LSIK dan MKU Unimus yang selanjutnya selama dua hari (Kamis-Jumat, 28-29/12/2023) para pegawai baru dididik terkait Al Islam dan Kemuhammadiyahan dalam pelayanan rumah sakit.
Menurut dr M Riza Setiawan MOSH, selaku pimpinan rumah sakit dirinya menganggap kegiatan Baitul Arqam merupakan hal penting.
“Pegawai kami dari berbagai latar belakang. Kami ingin RS ini sebagai RS yang Islami dan unggul, berkemajuan dalam pelayanan kesehatan. Sehingga Al Islam Kemuhammadiyahan sangat penting. Luaran pelatihan ini adanya standard pelayanan yang sama di antara semua karyawan baik perawat, dokter, security, bagian pendaftaran dan lain sebagainya akan sama. Standard implementasi Islam dan Kemuhammadiyahan di rumah sakit ini” ujar Direktur.
Sementara itu Kepala LSIK dan MKU Unimus Dr Rochdi Warsono MSi menyampaikan Baitul Arqam Rumah Sakit Unimus dengan tema “Mewujudkan Rumah Sakit Unimus Unggul Berkemajuan” tersebut diisi sejumlah nara sumber penting. Di antaranya para wakil rektor Unimus, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng Dr Tafsir, Prof Dr H Zakiyuddin Baidhawi
MAg (MPKSDI PWM Jateng), H Widadi (BPH Unimus), Rohmat Suprapto SAg., MSI dan lain lain.
“Rumah sakit merupakan salah satu AUM (amal usaha muhammadiyah)
sehingga semua karyawan rumah sakit harus memahami Islam dan Kemuhammadiyahan. Hakekatnya, rumah sakit dan pendidikan hampir sama, yg dikelola jasa, lalu alat alat. Pendidikan juga jasa yang dijual. Rumah sakit juga begitu, jasa yang penting salah satunya SDM nya murah senyum” ujar Dr Rochdi Warsono.
Lebih lanjut dirinya menyampaikan pelayanan itu menyangkut SDM, sehingga SDM perlu dilatih secara profesional kompetensi nya juga dilatih tentang Al Islam dan Kemuhammadiyahan terutama menyangkut pelayanan kesehatan umat.
Rumah Sakit Unimus yang ada di kawasan atau komplek kampus Unimus Terpadu di Kedung Mundu ini rencananya dibuka 2 Januari 2024. (Ks01)
