
Gambar: Rombongan Kemensos dan dari berbagai Universitas tinjau desa Ngrawan, desa binaan Unissula. (Foto DOK)
SEMARANG (kampussemarang.com)- Program Desa Sejahtera Mandiri (DSM) yang digagas oleh Kemensos bekerjasama dengan Unissula semakin dikembangkan.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unissula Semarang Dr Heru Sulistyo kepada pers di kampus setempat Selasa (07/02/2017) menyatakan PPM sudah mengusulkan bantuan untuk program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di 3 desa.
Menurut Heru Sulistyo, tahun 2017, dana sebanyak Rp 3,1 Milyar telah digelontorkan untuk 11 desa di 3 kabupaten (Semarang, Kendal, Demak) yaitu Ngrawan, Manggihan, Sumogawe, Rowosari, Gempolsewu, Krandon, Gaji, Sidogemah, dan Mlekang.
“Salah satu desa, Ngrawan mendapatkan bantuan sembako dan perlengkapan sekolah sebesar 40 juta rupiah. Insyallah akan cair pada bulan ini. Keberhasilan program DSM ini membuat Unissula dijadikan sebagai percontohan nasional karena banyak CSR perusahaan yang melirik Desa binaan Unissula serta banyak dikunjungi oleh wisatawan” ujar Heru.
Rakornas DSM
Dalam rangka peningkatan program DSM, diadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang berlangsung selama 3 hari (1-3/2) di Hotel Aston Semarang. Menurut Heru, Rakornas ini diselenggarakan setiap tahun dalam rangka koordinasi program DSM tahun 2017.
“Peserta adalah semua universitas yang bekerjasama dengan Kemensos dalam pengembangan DSM, termasuk Unissula. Rakor diikuti oleh kepala LPPM dan koordinator DSM kampus yang unversitasnya menjalin kerjasama. Rakor bertujuan untuk mengetahui program usulan masing-masing PerguruanTinggi” ujar Heru.
Hari kedua rakor, seluruh peserta Rakor diajak ke desa Ngrawan, desa binaan Unissula untuk meninjau potensi wisata budaya yang ada disana. (Ks01)
