
Ket foto: Cara pembicara dan moderator saat menyampaikan pemikirannya (foto dok)
SEMARANG (kampussemarang.com)- Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum mengingatkan bangsa Indonesia harus senantiasa menjaga kerukunan hidup berbangsa dan bernegara. Tidak ada cara lain yang cocok untuk bangsa Indonesia untuk mempersatukan banyak suku, agama, dan ras ini kecuali tetap bersandar pada ideologi Pancasila dan UUD 1945.
Hal tersebut disampaikan Rektor Undip saat tampil sebagai pembicara kunci Seminar Nasional “Negara Pancasila Negara Yang Paripurna” di kampus Undip Rabu (24/05/2017). Seminar menampilkan 4 pembicara yaitu Tedi Kholiludin (PWNU Jateng), Dr Muhyar Fanani (Dekan FISIP UIN Walisongo), Prof Dr Retno Saraswaty (guru besar ilmu hukum Undip) dan Prof Dr Mudjahirin Thohir guru besar antropologi FIB Undip.
‘’Sudah teruji dan terbukti Pancasila satu-satunya ideologi yang cocok untuk mempersatukan bangsa kita ini. Dan harus diyakini ini sudah paripurna karena keberadaannya sudah melalui pemikiran mendalam para pendiri negara ini,’’ujar Prof Yos Johan Utama.
Seminar tentang Pancasila, UUD 1945, dan NKRI ini juga menyebutkan perlunya mencari model-model baru untuk pembelajaran masyarakat atas Pancasila, UUD 1945, NKRI dan lain-lain terkait kebangsaan. P4 di era Orde Baru, bayak dianggap gagal sebagai cara memahami dan mengamalkan Pancasila. Meski Prof Yos Johan Utama tidak sependapat kalau P4 seratus persen gagal karena bagaimanapun juga masih bisa memberi pemahaman aspek terkait Pancasila, UUD 1945, NKRI dan lain-lain.
“Tetapi harus dicari model baru yang bisa lebih sesuai, lebih konstekstual atau kekinian serta bisa betul-betul menjadikan masyarakat lebih tahu, paham dan benar-benar mengamalkan dalam kehidupan berbangsa bernegara, bukan sekedar sebagai semboyan atau dalam ranah ucapan saja” tandas Rektor Undip. (ks01)
ket foto; r Rektor saat membuka seminar nasional di di Undip ( DOK)
