Ket foto: WD I FE Unnes (kiri) saat menyerahkan cinderamata pada sejumlah pembicara utama workshop (Foto dok)
SEMARANG (kampussemarang.com)- Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar workshop and call for paper tentang isu terkini Manajemen di Hotel Grand Edge, Rabu (13/09/2017). Workshop yang dibuka Wakil Dekan Bidang Akademik FE Unnes Drs Heri Yanto MBA PhD menampilkan sejumlah pembicara utama di antaranya Dr Willy Abdillah SE MSc (Universitas Bengkulu), Dr BM Purwanto (FEB UGM), dan Irwan Tri Nugroho SE MSc PhD (FEB UNS).
Ketua Panitia Workshop yang juga ketua Forum Pengelola Jurnal manajemen (FPJM) Moh Khoiruddin SE MSi di sela-sela Workhsop menyatakan sekarang saatnya kalangan perguruan tinggi (PT) Indonesia dengan dukungan penuh Kemenristekdikti dan pemerintah membuat banyak jurnal di berbagai PT di Indonesia. Selama ini kaum intelektual Indonesia (PT) sebatas hanya sebagai konsumen atau pemakai/pengguna berbagai jurnal internasional bereputasi.
“Lewat para dosen ini, pemasukan ekonomi sangat besar bagi berbagai negara penerbit jurnal internasional bereputasi. Karena untuk submit dan muat jurnal para dosen Indonesia, mereka harus mengeluarkan biaya tidak sedikit mencapai belasan juta rupiah bahkan ada yang di atas Rp 20 juta untuk per manuskrip untuk bisa diterbitkan. Sehingga langkah besar dan nyata perlu dilakukan PT Indonesia membuat jurnal internasional bereputasi misalnya terindex Scopus, Thompson Reuter dan lain-lain yang nantinya kalangan intelektual Indonesia tidak lagi atau minimal mengurangi pengeluaran biaya mahal ke jurnal luar negeri” ujar Moh Khoiruddin SE MSi.
Menurut Moh Khoiruddin, selama ini para dosen “terpaksa” mengirimkan naskah/manuskrip ke jurnal internasional bereputasi dan rela membayar mahal karena syarat dosen yang hendak mengurus pangkat menjadi guru besar harus memiliki tulisan yang dimuat di jurnal internasional bereputasi. Sehingga pula banyak PTN dan PTS terkemuka yang memberi insentip uang belasan dan puluhan juta bagi dosen yang berhasil memasukkan naskah ke jurnal internasional bereputasi dan dimuat.
“Namun tetap saja peraih keuntungan ada di jurnal-jurnal internasional yang ada di berbagai negara. Untuk sementara waktu, mungkin tidak mengapa kita terpaksa harus bayar mahal dan mau submit naskah ke jurnal di luar negeri tetapi harus kita upayakan langkah nyata untuk segera membuat jurnal-jurnal internasional di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Banyak perguruan tinggi yang mampu ke arah ini, asalkan mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan kemenristekdikti” tandas Moh Khoiruddin. (ks02)
Ket foto: Ketua Panitia Workshop Moh Khoiruddin SE MSi (foto dok)
