<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kampussemarang.com</title>
	<atom:link href="https://www.kampussemarang.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.kampussemarang.com</link>
	<description>Portal Berita Online - Informasi Seputar Berita Khusus Kampus Tentang Pendidikan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Berbagai Kampus di Kota Semarang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Sep 2026 05:43:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.13</generator>

<image>
	<url>https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2021/09/cropped-logo2-32x32.png</url>
	<title>Kampussemarang.com</title>
	<link>https://www.kampussemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tim Mahasiswa Sewu Lawang EV Rekayasa Perancangan Mekanik SV Undip Raih Juara 3 Kategori Endurance pada KMLI 2026</title>
		<link>https://www.kampussemarang.com/tim-mahasiswa-sewu-lawang-ev-rekayasa-perancangan-mekanik-sv-undip-raih-juara-3-kategori-endurance-pada-kmli-2026/</link>
					<comments>https://www.kampussemarang.com/tim-mahasiswa-sewu-lawang-ev-rekayasa-perancangan-mekanik-sv-undip-raih-juara-3-kategori-endurance-pada-kmli-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2026 05:43:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Umum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kampussemarang.com/?p=10173</guid>

					<description><![CDATA[SEMARANG – Tim Mahasiswa Sewu Lawang Electric Vehicle (EV) Rekayasa Perancangan Mekanik Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip) berhasil meraih Juara 3 kategori Endurance dalam ajang Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) 2026 yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Bandung (Polban) pada 21–25 September 2026. Prestasi ini menjadi hasil dari kerja keras seluruh anggota tim yang telah ...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-10174" src="https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260930_123522.jpg" alt="" width="600" height="800" srcset="https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260930_123522.jpg 600w, https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260930_123522-225x300.jpg 225w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></p>
<p>SEMARANG – Tim Mahasiswa Sewu Lawang Electric Vehicle (EV) Rekayasa Perancangan Mekanik Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip) berhasil meraih Juara 3 kategori Endurance dalam ajang Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) 2026 yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Bandung (Polban) pada 21–25 September 2026.</p>
<p>Prestasi ini menjadi hasil dari kerja keras seluruh anggota tim yang telah mengembangkan mobil listrik dari nol selama kurang lebih enam bulan, sejak Maret hingga Agustus 2026.</p>
<p>KMLI merupakan kompetisi tahunan bergengsi yang mempertemukan tim-tim mobil listrik karya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia. Kompetisi ini mempertandingkan sejumlah kategori uji performa, di antaranya akselerasi, pengereman, slalom, daya tanjak, dan endurance — kategori yang menguji daya tahan kendaraan secara menyeluruh, mulai dari efisiensi energi hingga konsistensi performa sepanjang lintasan.</p>
<p>Di bawah kepemimpinan Ardelian Adityas Saputra selaku General Manager, tim yang menamakan diri Sewu Lawang RPM ini menjalani proses panjang dalam merancang, membangun, dan mengembangkan kendaraan listrik untuk menghadapi tantangan kompetisi.</p>
<p>Tim beranggotakan 18 mahasiswa inti dari Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik, Sekolah Vokasi UNDIP, yang terbagi ke dalam divisi teknis Analisis Desain, Rangka Kendaraan, Dinamika Kendaraan, dan Kontrol Listrik serta divisi nonteknis yang meliputi Sekretaris, Bendahara, Sponsorship, dan Publikasi.</p>
<p>Selama enam bulan masa pengembangan, seluruh anggota tim berkolaborasi dalam berbagai tahapan, mulai dari perancangan konsep, pembuatan rangka dan komponen, pengembangan sistem kelistrikan dan kontrol, hingga proses perakitan dan pengujian kendaraan bernama Sewu Lawang EV. Kendaraan ini dirancang dengan fokus pada efisiensi energi dan ketahanan performa, agar mampu bertahan menempuh jarak uji dalam waktu panjang tanpa kehilangan konsistensi tenaga.</p>
<p>Kategori Endurance menjadi salah satu tantangan utama dalam kompetisi ini. Tim dituntut untuk mengoptimalkan performa kendaraan, efisiensi penggunaan energi, serta ketahanan sistem selama perlombaan. Hasil kerja keras tersebut mengantarkan Sewu Lawang RPM meraih posisi ketiga pada kategori Endurance KMLI 2026.</p>
<p>Dalam proses pengembangan dan persiapan kompetisi, tim mendapatkan bimbingan dari Susastro, S.T., M.T. selaku dosen pembimbing, serta dukungan akademik dari Ketua Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro Dr. Sri Utami Handayani, S.T., M.T.</p>
<p>Bimbingan dan dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan tim, baik selama proses perancangan maupun persiapan menghadapi kompetisi.</p>
<p>Bagi Ardelian Adityas Saputra, pencapaian ini merupakan hasil dari dedikasi dan kerja sama seluruh anggota tim yang telah berjuang bersama sejak tahap awal pembangunan kendaraan. Mengembangkan mobil listrik dari nol dalam waktu enam bulan menjadi pengalaman berharga, sekaligus kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu teknik yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam proyek nyata.</p>
<p>Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi kendaraan listrik di lingkungan Universitas Diponegoro. Pengalaman dari KMLI 2026 diharapkan dapat menjadi bekal bagi tim untuk meningkatkan kemampuan teknis, memperkuat kolaborasi, dan menghadapi kompetisi berikutnya. (Ks01)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kampussemarang.com/tim-mahasiswa-sewu-lawang-ev-rekayasa-perancangan-mekanik-sv-undip-raih-juara-3-kategori-endurance-pada-kmli-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UGC Perkuat Wawasan Mahasiswa tentang Etika Profesi Public Relations</title>
		<link>https://www.kampussemarang.com/ugc-perkuat-wawasan-mahasiswa-tentang-etika-profesi-public-relations/</link>
					<comments>https://www.kampussemarang.com/ugc-perkuat-wawasan-mahasiswa-tentang-etika-profesi-public-relations/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2026 08:01:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Umum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kampussemarang.com/?p=10167</guid>

					<description><![CDATA[&#160; SEMARANG (kampussemarang.com) &#8211; Program Studi Informasi dan Humas Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV UNDIP) kembali menyelenggarakan UNDIP Global Classroom, yakni sebuah forum pembelajaran internasional yang mempertemukan mahasiswa dengan pakar dari berbagai negara. Pada penyelenggaraan kali ini, UNDIP Global Classroom mengangkat tema “Public Relations Ethics: Principles, Pitfalls, and Proactive Measures”. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, ...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-10169" src="https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260929_144715.jpg" alt="" width="684" height="336" srcset="https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260929_144715.jpg 684w, https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260929_144715-300x147.jpg 300w" sizes="(max-width: 684px) 100vw, 684px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>SEMARANG (kampussemarang.com) &#8211; Program Studi Informasi dan Humas Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro<br />
(SV UNDIP) kembali menyelenggarakan UNDIP Global Classroom, yakni sebuah forum<br />
pembelajaran internasional yang mempertemukan mahasiswa dengan pakar dari berbagai negara.<br />
Pada penyelenggaraan kali ini, UNDIP Global Classroom mengangkat tema “Public Relations<br />
Ethics: Principles, Pitfalls, and Proactive Measures”.<br />
Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 16 September 2026 mulai pukul 09.00 WIB secara daring<br />
melalui platform Zoom. Sesi ini diikuti oleh mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperluas<br />
wawasan internasional sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran dengan menghadirkan<br />
perspektif akademisi dari luar Indonesia. Kehadiran akademisi dari University of the Philippines<br />
Manila memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif lintas negara<br />
mengenai tantangan etika yang dihadapi praktisi public relations di lingkungan profesional yang<br />
semakin kompleks.<br />
Diskusi dimoderatori oleh Irene Syebatia Bumi, M.I.Kom., dosen Program Studi Informasi dan<br />
Humas, Sekolah Vokasi, UNDIP. Sebagai narasumber, UNDIP menghadirkan Dr. John N.<br />
Ponsaran, Associate Professor V pada Department of Social Science (DSS), College of Arts and<br />
Science, University of the Philippines, Manila. Dalam sesi tersebut, peserta diajak untuk<br />
memahami berbagai aspek etika dalam praktik public relations, hingga langkah-langkah proaktif<br />
yang dapat dilakukan untuk menjaga praktik public relations agar tetap bertanggung jawab.</p>
<p>Dr. John N. Ponsaran menekankan bahwa menjaga kepercayaan merupakan bagian penting dari<br />
etika profesi public relations. Praktisi perlu menghindari penipuan dan manipulasi, tidak<br />
melakukan tindakan yang berlebihan dalam menyampaikan informasi, mengungkapkan konflik</p>
<p>kepentingan, serta mampu menghadapi dilema etis seperti menjaga keseimbangan antara privasi<br />
dan transparansi.<br />
Melalui UNDIP Global Classroom, mahasiswa tidak hanya memperoleh materi dari perspektif<br />
akademik, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berinteraksi dalam forum internasional.<br />
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UNDIP dalam memperkuat pengalaman pembelajaran<br />
yang berwawasan global dan membuka ruang pertukaran pengetahuan antara sivitas akademika<br />
UNDIP dengan mitra serta akademisi internasional.<br />
Pembahasan mengenai etika public relations menjadi relevan seiring meningkatnya peran<br />
komunikasi dalam organisasi dan masyarakat. Melalui forum ini, mahasiswa diharapkan dapat<br />
mengembangkan pemahaman yang lebih luas mengenai praktik public relations dalam konteks<br />
internasional sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dinamika profesi komunikasi di masa<br />
mendatang. (Ks01)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kampussemarang.com/ugc-perkuat-wawasan-mahasiswa-tentang-etika-profesi-public-relations/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Marugame Udon Kaliurang Gunakan CNG, Gagas Perkuat Layanan Energi untuk Pelanggan Usaha</title>
		<link>https://www.kampussemarang.com/marugame-udon-kaliurang-gunakan-cng-gagas-perkuat-layanan-energi-untuk-pelanggan-usaha/</link>
					<comments>https://www.kampussemarang.com/marugame-udon-kaliurang-gunakan-cng-gagas-perkuat-layanan-energi-untuk-pelanggan-usaha/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2026 12:00:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Umum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kampussemarang.com/?p=10162</guid>

					<description><![CDATA[YOGYAKARTA, 23 September 2026 – (kampussemarang.com)- PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, terus memperluas pemanfaatan gas bumi melalui skema Compressed Natural Gas (CNG) point-to-point bagi pelaku usaha di Yogyakarta. Seiring bertambahnya pelanggan, Gagas juga memperkuat layanan dan pendampingan untuk memastikan pemanfaatan gas bumi berjalan aman, andal, dan sesuai kebutuhan operasional ...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-10163" src="https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260924_134147.jpg" alt="" width="800" height="600" srcset="https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260924_134147.jpg 800w, https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260924_134147-300x225.jpg 300w, https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260924_134147-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p>
<p>YOGYAKARTA, 23 September 2026 – (kampussemarang.com)- PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, terus memperluas pemanfaatan gas bumi melalui skema Compressed Natural Gas (CNG) point-to-point bagi pelaku usaha di Yogyakarta. Seiring bertambahnya pelanggan, Gagas juga memperkuat layanan dan pendampingan untuk memastikan pemanfaatan gas bumi berjalan aman, andal, dan sesuai kebutuhan operasional pelanggan.</p>
<p>Salah satu pelanggan baru yang memanfaatkan CNG adalah Marugame Udon Kaliurang, Yogyakarta. Penggunaan CNG di outlet tersebut telah berjalan sekitar dua bulan dan saat ini memasuki tahap awal penyesuaian operasional.</p>
<p>Supervisor Marugame Udon Kaliurang Yogyakarta, Dedi Sugianto, mengatakan penggunaan CNG merupakan pengalaman baru bagi outletnya. Pemanfaatan gas bumi dilakukan atas rekomendasi kantor pusat sebagai salah satu alternatif energi untuk mendukung kebutuhan operasional yang lebih efisien.</p>
<p>“Pemakaian CNG di outlet kami sudah berjalan sekitar dua bulan dan saat ini masih dalam tahap penyesuaian. Sejak awal penggunaan, kami mendapat pendampingan dari Gagas sehingga lebih mudah beradaptasi. Api yang dihasilkan juga stabil dan lebih biru,” ujar Dedi.</p>
<p>Saat ini, Marugame Udon Kaliurang menggunakan sekitar 1.000 m³ gas bumi per bulan yang dipasok melalui tujuh CNG cylinder. Selain keandalan pasokan, dukungan teknis dan pemeliharaan menjadi bagian dari layanan yang diterima pelanggan.</p>
<p>Dedi mengatakan pelayanan dari Gagas menjadi salah satu hal yang membedakan penggunaan CNG dengan energi sebelumnya. &#8220;Kalau energi sebelumnya tidak ada servis dan perawatan. Dengan CNG, instalasi dan perawatan didampingi Gagas, jadi kami lebih mudah dalam penggunaannya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Area Head Gagas Jawa Tengah Bagian Utara, Miranti Dyah Pramesti, menjelaskan bahwa pendampingan pada tahap awal penggunaan menjadi bagian penting dalam memastikan pelanggan dapat memanfaatkan CNG sesuai kebutuhan operasionalnya.</p>
<p>“Marugame Udon merupakan pelanggan baru CNG Gagas. Kami berkomitmen memberikan pendampingan dan pelayanan secara optimal sejak awal penggunaan. Kami ingin memastikan pelanggan merasa nyaman menggunakan gas bumi dan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan dalam kegiatan operasionalnya,” ujar Miranti.</p>
<p>Dukungan kepada pelanggan diberikan melalui layanan terintegrasi, mulai dari instalasi dan penyesuaian peralatan, monitoring pasokan, refill, cleaning, hingga maintenance. Gagas juga melakukan pengecekan secara berkala untuk memastikan instalasi dan ketersediaan pasokan tetap mendukung kenyamanan dan kebutuhan operasional pelanggan.</p>
<p>“Kami memastikan perawatan dan pengecekan dilakukan secara berkala serta refill dilakukan sebelum persediaan habis. Apabila terdapat kendala pada instalasi maupun penggunaan CNG, tim Gagas siap melakukan tindak lanjut agar operasional pelanggan tetap berjalan dengan baik,” jelas Miranti.</p>
<p>Menurut Miranti, kebutuhan setiap pelanggan dapat berbeda sehingga pendampingan sekaligus menjadi bagian dari evaluasi Gagas dalam meningkatkan kualitas layanan CNG point-to-point.</p>
<p>“Pengalaman dari setiap pelanggan menjadi masukan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Hal ini juga menjadi modal bagi Gagas untuk memperluas pemanfaatan CNG point-to-point kepada pelaku usaha lainnya yang membutuhkan akses gas bumi di wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa,” tutup Miranti.</p>
<p>Melalui skema CNG point-to-point, PGN bersama Gagas menghadirkan akses gas bumi yang lebih fleksibel bagi pelanggan di wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa. Solusi ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan gas bumi sekaligus menyediakan layanan energi yang andal untuk mendukung kegiatan operasional pelanggan.***</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kampussemarang.com/marugame-udon-kaliurang-gunakan-cng-gagas-perkuat-layanan-energi-untuk-pelanggan-usaha/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Gandeng PGN Dukung Optimalisasi Jargas di Gresik dan Sidoarjo</title>
		<link>https://www.kampussemarang.com/pemerintah-gandeng-pgn-dukung-optimalisasi-jargas-di-gresik-dan-sidoarjo/</link>
					<comments>https://www.kampussemarang.com/pemerintah-gandeng-pgn-dukung-optimalisasi-jargas-di-gresik-dan-sidoarjo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 09:16:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Umum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kampussemarang.com/?p=10159</guid>

					<description><![CDATA[GRESIK, 21 September 2026 –(kampussemarang.com)- Pemerintah terus mendorong pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga melalui perluasan program jaringan gas bumi rumah tangga (jargas) seiring dengan semakin terkoneksinya infrastruktur gas bumi nasional. Di Gresik dan Sidoarjo, jargas menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap energi yang aman, andal, dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadi salah ...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-10160" src="https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260922_161140.jpg" alt="" width="800" height="533" srcset="https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260922_161140.jpg 800w, https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260922_161140-300x200.jpg 300w, https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260922_161140-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p>
<p>GRESIK, 21 September 2026 –(kampussemarang.com)- Pemerintah terus mendorong pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga melalui perluasan program jaringan gas bumi rumah tangga (jargas) seiring dengan semakin terkoneksinya infrastruktur gas bumi nasional. Di Gresik dan Sidoarjo, jargas menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap energi yang aman, andal, dan berkelanjutan.</p>
<p>Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam agenda kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M. yang didampingi oleh Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Kuswardono serta Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta ke jargas di Gresik dan Sidoarjo.</p>
<p>Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari tugas KSP dalam mengawal program prioritas nasional, khususnya dalam mendukung swasembada energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG. Pengembangan jargas menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut, sejalan dengan Program Kerja Prioritas Nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2027 serta penetapan pembangunan jaringan gas perkotaan sebagai Proyek Strategis Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025. Di samping itu, agenda kunjungan kali ini juga sekaligus dalam rangka persiapan pengoperasian jargas APBN TA 2025-2026 di Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo.</p>
<p>Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswardono mengatakan pembangunan jargas terus dilanjutkan seiring dengan semakin terkoneksinya infrastruktur gas bumi nasional. Konektivitas jaringan transmisi, salah satunya Pipa Cirebon &#8211; Semarang, menjadi salah satu fondasi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi domestik, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga.</p>
<p>“Pengembangan jargas juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi subsidi terhadap APBN. Semakin banyak masyarakat yang terhubung dengan jaringan gas bumi, maka semakin luas pemanfaatan energi domestik yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Untuk tahun 2025-2026 ini, Pemerintah sedang membangun sekitar 119.379 Sambungan Rumah (SR) jargas yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, khusus di kabupaten Gresik dan Sidoarjo telah dibangun masing-masing sekitar 7.000 SR. Mulai tahun ini pemerintah akan melakukan pembangunan jargas secara masif, hingga tahun 2028 ditargetkan terbangun jargas sebanyak 1 juta SR,&#8221; kata Agung.</p>
<p>Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM telah membangun jargas menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebanyak 4.000 SR di Gresik sejak 2022 dan 29.961 SR di Sidoarjo sejak 2010 dengan penugasan kepada PGN sebagai operator. Pengalaman PGN dalam melayani pelanggan rumah tangga di Gresik dan Sidoarjo menjadi salah satu modal penting dalam mendukung keberlanjutan pemanfaatan gas bumi di wilayah tersebut.</p>
<p>“PGN menyambut baik perhatian dan dukungan pemerintah terhadap pengembangan jargas di Gresik, Sidoarjo serta wilayah lainnya. Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN terus mendukung pengembangan dan pengelolaan infrastruktur jaringan gas bumi untuk segmen rumah tangga &amp; pelanggan kecil, khususnya atas jaringan gas yang bersumber dari Pemerintah melalui skema APBN, dimana kedepan PGN siap mendukung atas penugasan pengelolaan sesuai dengan peran, mekanisme, dan ketentuan yang ditetapkan,” ujar Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta.</p>
<p>PGN memiliki pengalaman dalam pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur gas bumi, termasuk aspek asset integrity, keselamatan jaringan, pengelolaan pelanggan, serta pelayanan gas bumi kepada masyarakat. Secara nasional, PGN juga telah melayani lebih dari ±820 ribu pelanggan rumah tangga.</p>
<p>Sejalan dengan program strategis Pemerintah, PGN juga terus mengembangkan pemanfaatan gas bumi melalui berbagai skema infrastruktur, baik jaringan pipa maupun solusi beyond pipeline, termasuk Compressed Natural Gas (CNG) guna menjangkau wilayah dan kebutuhan yang belum dapat dilayani melalui jaringan pipa.</p>
<p>Ke depan, Pemerintah akan terus memperluas pemanfaatann gas bumi melalui perluasan program jargas. Sinergi antara Pemerintah dengan pemangku kepentingan diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap gas bumi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan energi domestik.(Ks01)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kampussemarang.com/pemerintah-gandeng-pgn-dukung-optimalisasi-jargas-di-gresik-dan-sidoarjo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dekan Sekolah Vokasi Undip: Sekolah Vokasi Kelas Dunia Bukan Sekadar Diakui Dunia</title>
		<link>https://www.kampussemarang.com/dekan-sekolah-vokasi-undip-sekolah-vokasi-kelas-dunia-bukan-sekadar-diakui-dunia/</link>
					<comments>https://www.kampussemarang.com/dekan-sekolah-vokasi-undip-sekolah-vokasi-kelas-dunia-bukan-sekadar-diakui-dunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 15:42:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Umum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kampussemarang.com/?p=10156</guid>

					<description><![CDATA[SEMARANG  (kampussemarang.com)— Menjadi sekolah vokasi kelas dunia tidak cukup hanya ditandai dengan akreditasi internasional, fasilitas modern, mobilitas mahasiswa ke luar negeri, atau semakin luasnya jejaring global. Ukuran yang lebih substantif adalah sejauh mana pendidikan, penelitian terapan, inovasi, dan kolaborasi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi dunia kerja dan masyarakat. Pandangan tersebut disampaikan Dekan Sekolah Vokasi Universitas ...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-10157" src="https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260921_223620.jpg" alt="" width="336" height="504" srcset="https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260921_223620.jpg 336w, https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260921_223620-200x300.jpg 200w" sizes="(max-width: 336px) 100vw, 336px" /></p>
<p>SEMARANG  (kampussemarang.com)— Menjadi sekolah vokasi kelas dunia tidak cukup hanya ditandai dengan akreditasi internasional, fasilitas modern, mobilitas mahasiswa ke luar negeri, atau semakin luasnya jejaring global. Ukuran yang lebih substantif adalah sejauh mana pendidikan, penelitian terapan, inovasi, dan kolaborasi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi dunia kerja dan masyarakat.</p>
<p>Pandangan tersebut disampaikan Dekan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si., ketika berbicara mengenai arah pengembangan pendidikan vokasi memasuki dekade kedua Sekolah Vokasi Undip. Menurut Budiyono, pengakuan internasional tetap penting karena menunjukkan kualitas institusi telah memenuhi standar tertentu. Namun, pengakuan tersebut tidak semestinya menjadi tujuan akhir.</p>
<p>“Pengakuan global adalah pintu. Dampak nyata adalah tujuan,” kata Budiyono.</p>
<p>Ia mengatakan, sekolah vokasi kelas dunia pada akhirnya harus mampu mengubah pengetahuan menjadi kompetensi, kompetensi menjadi karya, karya menjadi solusi, dan solusi menjadi dampak nyata.</p>
<p>Gagasan tersebut menjadi bagian dari Manifesto Sekolah Vokasi Kelas Dunia yang dikembangkan Sekolah Vokasi Undip untuk memperkuat arah institusi menuju World-Class Vocational School. Dalam manifesto tersebut, Real-World Impact ditempatkan sebagai muara dari seluruh proses pendidikan vokasi.</p>
<p>Keunggulan Harus Menjadi Ekosistem</p>
<p>Budiyono menjelaskan, kualitas pendidikan vokasi tidak mungkin dibangun hanya melalui satu program unggulan. Kurikulum yang baik, misalnya, belum cukup apabila tidak didukung dosen yang kompeten, laboratorium, teaching factory, keterlibatan industri, pengalaman global, penelitian terapan, pembentukan karakter, serta lingkungan belajar yang terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.</p>
<p>Karena itu, Sekolah Vokasi Undip mengembangkan tujuh ekosistem yang saling terhubung, yakni Academic Excellence Ecosystem, Industry Engagement Ecosystem, Global Employability Ecosystem, Character Development Ecosystem, Innovation and Applied Research Ecosystem, Applied Media and Global Visibility Ecosystem, serta Sustainability and Social Impact Ecosystem.</p>
<p>Tujuh ekosistem tersebut juga menjadi arah dalam penguatan lingkungan pendidikan di Twin Tower Undip.</p>
<p>“Keunggulan tidak lahir dari satu program. Ia lahir ketika berbagai unsur pendidikan bekerja sebagai sebuah ekosistem dan bergerak menuju tujuan yang sama,” ujarnya.</p>
<p>Tujuan tersebut adalah menghasilkan lulusan, inovasi, teknologi, dan berbagai karya yang benar-benar memberikan manfaat.</p>
<p>Industri Bukan Hanya Pengguna Lulusan</p>
<p>Perubahan juga diperlukan dalam hubungan antara kampus vokasi dan industri. Menurut Budiyono, konsep link and match tetap relevan, tetapi hubungan perguruan tinggi vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri perlu berkembang lebih jauh menuju industry engagement dan co-creation.</p>
<p>Industri tidak lagi hanya ditempatkan sebagai pengguna lulusan atau tempat mahasiswa melakukan magang. Industri dapat terlibat sebagai mitra dalam pendidikan, penelitian, hingga pengembangan inovasi.</p>
<p>“Pertanyaannya jangan berhenti pada: kompetensi apa yang dibutuhkan industri? Kita perlu melangkah kepada pertanyaan berikutnya: persoalan apa yang dapat kampus dan industri selesaikan bersama?” katanya.</p>
<p>Dengan pola tersebut, mahasiswa berhadapan dengan persoalan nyata, dosen memperoleh ruang lebih luas untuk mengembangkan penelitian terapan, sedangkan industri mendapatkan mitra akademik untuk menghasilkan solusi dan inovasi.</p>
<p>AI Harus Memperkuat Kemampuan Manusia</p>
<p>Perkembangan Artificial Intelligence (AI) juga menjadi tantangan besar bagi pendidikan vokasi. Budiyono menilai AI tidak perlu diposisikan sebagai tujuan tersendiri, melainkan sebagai strategic enabler yang memperkuat seluruh proses pendidikan.</p>
<p>AI dapat digunakan dalam pembelajaran, desain, simulasi, penelitian, analisis data, produksi media, pengembangan inovasi, maupun penyelesaian berbagai persoalan industri.</p>
<p>Namun, kemampuan menggunakan teknologi harus tetap disertai kemampuan berpikir, kreativitas, profesionalisme, integritas, dan kemampuan beradaptasi.</p>
<p>“Teknologi berubah sangat cepat. Karena itu, kita tidak cukup mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hari ini. Kita harus mempersiapkan mereka agar mampu terus belajar ketika teknologi berubah,” ujar Budiyono.</p>
<p>Global Tidak Sekadar Pergi ke Luar Negeri</p>
<p>Hal serupa berlaku pada internasionalisasi. Menurut Budiyono, jumlah mahasiswa yang mengikuti magang atau belajar di luar negeri memang penting. Namun, pengalaman internasional seharusnya dilihat dari perubahan kompetensi yang terjadi pada mahasiswa.</p>
<p>Kemampuan bekerja dalam lingkungan multikultural, berkomunikasi lintas budaya, beradaptasi, menunjukkan profesionalisme, dan tetap kompeten dalam lingkungan kerja global menjadi bagian penting dari global employability.</p>
<p>Dengan demikian, internasionalisasi bukan sekadar mobilitas.</p>
<p>“Yang kita bangun bukan hanya lulusan yang pernah pergi ke luar negeri, tetapi lulusan yang mampu berkontribusi di mana pun ia bekerja,” katanya.</p>
<p>Gedung Adalah Rumahnya</p>
<p>Transformasi fisik Sekolah Vokasi Undip juga terus berlangsung. Twin Tower 1 di Kampus Pleburan telah resmi beroperasi pada Juli 2026 dan menjadi bagian dari pengembangan kawasan pendidikan vokasi yang lebih terintegrasi.</p>
<p>Namun, Budiyono mengingatkan bahwa fasilitas modern tetap merupakan instrumen.</p>
<p>“Gedung bukan World-Class Vocational School. Gedung adalah rumahnya. World-Class Vocational School adalah ekosistem yang hidup di dalamnya,” katanya, sebagaimana juga ditegaskan dalam Manifesto Sekolah Vokasi Kelas Dunia.</p>
<p>Ekosistem itu, lanjutnya, hidup ketika mahasiswa dari berbagai disiplin dapat bekerja bersama, dosen dan industri menghasilkan inovasi, laboratorium melahirkan solusi, dan hasil penelitian menemukan jalan menuju pengguna.</p>
<p>Dekade Kedua: Dari Excellence Menuju Impact</p>
<p>Memasuki satu dekade sejak Sekolah Vokasi Undip berdiri pada 2016, Budiyono memandang periode berikutnya sebagai fase penting untuk mengubah berbagai fondasi yang telah dibangun menjadi dampak yang semakin nyata.</p>
<p>Perjalanan menuju 2030 karena itu tidak hanya diarahkan pada semakin luasnya pengakuan global, tetapi juga pada kontribusi yang dapat dirasakan oleh industri, masyarakat, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>“Pada akhirnya, kita tidak ingin menjadi institusi yang sekadar dikenal dunia. Kita ingin kompetensinya dibutuhkan, karyanya digunakan, inovasinya memberi solusi, lulusannya memberikan kontribusi, dan keberadaannya menghadirkan manfaat nyata,” ujarnya.</p>
<p>Itulah, menurut Budiyono, makna World-Class Vocational School yang ingin dibangun: dari excellence menuju impact. Dari pengetahuan menuju kemampuan. Dari kemampuan menuju karya. Dari karya menuju solusi dan dari solusi menuju dampak nyata. ***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kampussemarang.com/dekan-sekolah-vokasi-undip-sekolah-vokasi-kelas-dunia-bukan-sekadar-diakui-dunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dosen Sekolah Vokasi Undip Edukasi Penataan Arsip Keluarga dan Preservasi Preventif di Erlangga Semarang</title>
		<link>https://www.kampussemarang.com/dosen-sekolah-vokasi-undip-edukasi-penataan-arsip-keluarga-dan-preservasi-preventif-di-erlangga-semarang/</link>
					<comments>https://www.kampussemarang.com/dosen-sekolah-vokasi-undip-edukasi-penataan-arsip-keluarga-dan-preservasi-preventif-di-erlangga-semarang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2026 01:25:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Umum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kampussemarang.com/?p=10152</guid>

					<description><![CDATA[SEMARANG (kampussemarang.com) – Dosen Program Studi Informasi dan Humas, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip) melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan edukasi mengenai penataan arsip keluarga sebagai kegiatan preservasi preventif untuk menjaga informasi arsip tetap lestari. Kegiatan pengabdian yang diketuai Dr. Endang Fatmawati, S.S., S.Sos., M.Si., M.A., dengan anggota Jazimatul Husna, SIP., MIP, serta ...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-10153" src="https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260920_081925.jpg" alt="" width="424" height="305" srcset="https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260920_081925.jpg 424w, https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260920_081925-300x216.jpg 300w" sizes="(max-width: 424px) 100vw, 424px" /></p>
<p>SEMARANG (kampussemarang.com) – Dosen Program Studi Informasi dan Humas, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip) melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan edukasi mengenai penataan arsip keluarga sebagai kegiatan preservasi preventif untuk menjaga informasi arsip tetap lestari.</p>
<p>Kegiatan pengabdian yang diketuai Dr. Endang Fatmawati, S.S., S.Sos., M.Si., M.A., dengan anggota Jazimatul Husna, SIP., MIP, serta melibatkan mahasiswa Rustyana Nayla Rinjani dan Annisa Nur Rahmah Awalia, dilaksanakan selama enam bulan pada Januari hingga Juni 2026. Kegiatan tersebut didanai dari DIPA Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro Tahun Anggaran 2026.</p>
<p>Pengabdian dengan judul “Pentingnya Penataan Arsip Keluarga sebagai Kegiatan Preservasi Preventif untuk Menjaga Informasi Arsip Tetap Lestari” dilaksanakan dengan menggandeng anggota Ikatan Ibu-Ibu Keluarga Erlangga Semarang (IIKES) serta melibatkan perangkat Kelurahan Pleburan.</p>
<p>Menurut Dr. Endang Fatmawati, arsip keluarga memiliki nilai penting karena menyimpan berbagai informasi yang dibutuhkan anggota keluarga dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari dokumen identitas, pendidikan, kesehatan, pekerjaan, keuangan hingga dokumen aset keluarga.</p>
<p>“Arsip keluarga perlu ditata dan dijaga karena informasi di dalamnya sewaktu-waktu dibutuhkan untuk berbagai kepentingan administrasi maupun kebutuhan keluarga,” jelasnya.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis arsip keluarga, cara pengelompokan arsip, penataan arsip secara konvensional maupun digital, serta upaya preservasi preventif.</p>
<p>Materi yang diberikan juga dilengkapi dengan modul sosialisasi sehingga peserta dapat mempelajari kembali materi mengenai pengelolaan arsip keluarga setelah kegiatan berlangsung.</p>
<p>Salah satu perhatian utama dalam kegiatan ini adalah kondisi geografis wilayah mitra yang memiliki risiko banjir. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat mengancam keselamatan arsip keluarga, baik secara fisik maupun informasi yang terkandung di dalamnya.</p>
<p>Karena itu, masyarakat juga diperkenalkan dengan digitalisasi arsip keluarga sebagai salah satu upaya untuk menjaga informasi arsip. Peserta mendapatkan pelatihan dokumentasi arsip, pemindaian atau digitalisasi, pengunggahan arsip ke Google Drive, penataan arsip digital berdasarkan folder, serta cara mengakses kembali arsip yang telah didigitalisasi.</p>
<p>“Digitalisasi dapat menjadi salah satu langkah preventif untuk menjaga informasi arsip keluarga. Dengan memiliki salinan digital yang tertata, informasi penting keluarga dapat lebih mudah ditemukan dan diakses ketika dibutuhkan,” tambahnya.</p>
<p>Selain digitalisasi, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai preservasi preventif, khususnya teknik enkapsulasi. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, demonstrasi, dan praktik agar peserta tidak hanya memahami konsep preservasi, tetapi juga mampu menerapkannya terhadap arsip keluarga.</p>
<p>Program pengabdian tersebut menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai objek kegiatan, tetapi juga menjadi mitra aktif dalam proses persiapan, pelaksanaan, praktik, monitoring, hingga evaluasi kegiatan.</p>
<p>Selama pelaksanaan program, kegiatan berhasil melibatkan lebih dari 20 peserta aktif dari lingkungan mitra. Peserta mendapatkan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan media digital untuk penataan serta digitalisasi arsip keluarga, sekaligus memahami penerapan preservasi preventif melalui teknik enkapsulasi.</p>
<p>Untuk mendukung keberlanjutan kegiatan, tim pengabdian juga menyiapkan modul sosialisasi arsip keluarga, video tutorial, dan poster edukasi. Materi tersebut diharapkan dapat digunakan kembali oleh masyarakat sebagai panduan dalam melakukan penataan, digitalisasi, dan preservasi arsip keluarga.</p>
<p>Kegiatan ini juga menghasilkan materi edukasi mengenai arsip keluarga yang menjelaskan pengertian arsip keluarga, jenis-jenis arsip keluarga, cara menjaga arsip, alasan pentingnya menjaga arsip keluarga, serta materi digitalisasi arsip keluarga.</p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, tim pengabdian SV Undip berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya arsip keluarga semakin meningkat sehingga dokumen dan informasi penting keluarga dapat terjaga, mudah ditemukan, dan tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya.</p>
<p>Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk kontribusi Program Studi Informasi dan Humas Sekolah Vokasi Undip dalam meningkatkan literasi kearsipan masyarakat, khususnya dalam menghadapi risiko kerusakan arsip akibat lingkungan dan bencana seperti banjir.</p>
<p>Luaran kegiatan juga dilengkapi dengan dokumentasi dan video kegiatan yang tersedia melalui kanal YouTube tim pengabdian. (Ks01)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kampussemarang.com/dosen-sekolah-vokasi-undip-edukasi-penataan-arsip-keluarga-dan-preservasi-preventif-di-erlangga-semarang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa TRKI Sekolah Vokasi Undip Ciptakan Ester Gula dari Minyak Jelantah</title>
		<link>https://www.kampussemarang.com/mahasiswa-trki-sekolah-vokasi-undip-ciptakan-ester-gula-dari-minyak-jelantah/</link>
					<comments>https://www.kampussemarang.com/mahasiswa-trki-sekolah-vokasi-undip-ciptakan-ester-gula-dari-minyak-jelantah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 11:22:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Umum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kampussemarang.com/?p=10148</guid>

					<description><![CDATA[SEMARANG — Minyak jelantah menjadi salah satu limbah rumah tangga yang masih sering dibuang tanpa pengolahan lebih lanjut. Padahal, minyak yang telah digunakan berulang kali masih mengandung asam lemak yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk menghasilkan produk bernilai tambah. Jika tidak dikelola dengan baik, pembuangan minyak jelantah juga dapat menimbulkan permasalahan lingkungan. Kondisi tersebut ...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-10149" src="https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260914_181242.jpg" alt="" width="770" height="433" srcset="https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260914_181242.jpg 770w, https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260914_181242-300x169.jpg 300w, https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260914_181242-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 770px) 100vw, 770px" /></p>
<p>SEMARANG — Minyak jelantah menjadi salah satu limbah rumah tangga yang masih sering dibuang tanpa pengolahan lebih lanjut. Padahal, minyak yang telah digunakan berulang kali masih mengandung asam lemak yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk menghasilkan produk bernilai tambah.</p>
<p>Jika tidak dikelola dengan baik, pembuangan minyak jelantah juga dapat menimbulkan permasalahan lingkungan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minyak jelantah tidak semestinya hanya dipandang sebagai limbah, tetapi juga sebagai sumber bahan baku alternatif yang masih memiliki potensi untuk dikembangkan.</p>
<p>Berangkat dari permasalahan tersebut, Tim Lipastera, yang terdiri atas mahasiswa Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI), Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip), mengembangkan inovasi bertajuk “Rekayasa Biokatalis Lipase untuk Sintesis Ester Gula dari Minyak Jelantah.”</p>
<p>Inovasi tersebut dikembangkan oleh Tim Lipastera, yang beranggotakan Fahmi Agil Prasetia, Sigit Pramana, Firna Alfinatunnaimah, Mufadlilatun Nafi&#8217;ah, dan Muhammad Rizki Ananda, dengan Dr. Mohamad Endy Julianto, S.T., M.T. sebagai dosen pembimbing.</p>
<p>Endy mengatakan, inovasi ini mengusung konsep green biocatalysis dengan memanfaatkan enzim lipase dalam proses pengolahan minyak jelantah menjadi sugar ester atau ester gula. Senyawa tersebut memiliki karakteristik sebagai surfaktan non-ionik yang berpotensi dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi.</p>
<p>Dalam proses pengembangannya, enzim lipase digunakan untuk membantu mengolah komponen minyak menjadi asam lemak bebas. Selanjutnya, asam lemak tersebut direaksikan dengan glukosa untuk membentuk ester gula. Melalui pendekatan ini, minyak jelantah yang sebelumnya dianggap sebagai limbah diarahkan menjadi bahan baku untuk menghasilkan material dengan nilai guna yang lebih tinggi.</p>
<p>Sugar ester memiliki dua bagian dengan karakter berbeda, yakni bagian yang bersifat hidrofilik atau menyukai air dan bagian hidrofobik atau menyukai minyak. Karakteristik tersebut membuat sugar ester berpotensi digunakan sebagai surfaktan, yaitu bahan yang membantu mempertemukan atau menstabilkan campuran antara minyak dan air.</p>
<p>Potensi tersebut menjadi salah satu alasan Tim Lipastera mengeksplorasi pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku dalam sintesis sugar ester. Selain menawarkan peluang pemanfaatan limbah, pendekatan ini juga membuka ruang pengembangan material fungsional berbasis bahan baku alternatif dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan.</p>
<p>Dalam pengembangannya, Tim Lipastera melakukan evaluasi terhadap berbagai kondisi proses untuk mengetahui pengaruhnya terhadap karakteristik sugar ester yang dihasilkan. Sejumlah faktor, seperti jumlah enzim, penggunaan pelarut, dan waktu reaksi, akan dioptimasi untuk memperoleh kondisi proses yang sesuai.</p>
<p>Produk yang dihasilkan selanjutnya akan dikarakterisasi melalui sejumlah parameter, antara lain densitas, viskositas, pH, FTIR, HLB (Hydrophilic-Lipophilic Balance), tegangan muka, CMC (Critical Micelle Concentration), biodegradabilitas, dan toksisitas. Berbagai parameter tersebut digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai karakteristik serta potensi sugar ester yang dihasilkan sebagai kandidat surfaktan.</p>
<p>Melalui inovasi ini, Tim Lipastera berupaya menunjukkan bahwa minyak jelantah tidak selalu harus berakhir sebagai limbah. Dengan pendekatan rekayasa proses dan biokatalisis, bahan yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat diarahkan menjadi bahan baku untuk menghasilkan produk dengan nilai tambah.</p>
<p>Pengembangan ini juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa TRKI Sekolah Vokasi UNDIP dalam mengintegrasikan pengetahuan rekayasa kimia dengan konsep keberlanjutan dan pemanfaatan sumber daya secara lebih optimal.</p>
<p>&#8221;Limbah bukan selalu akhir dari sebuah proses. Terkadang, ia justru menjadi awal dari sebuah inovasi,&#8221; kata Endy. ***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kampussemarang.com/mahasiswa-trki-sekolah-vokasi-undip-ciptakan-ester-gula-dari-minyak-jelantah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dukung Pengembangan 59.990 SR Jargas di Surabaya dan Gresik, PGN Perluas Edukasi Gas Bumi melalui City Gas Tour 2026</title>
		<link>https://www.kampussemarang.com/dukung-pengembangan-59-990-sr-jargas-di-surabaya-dan-gresik-pgn-perluas-edukasi-gas-bumi-melalui-city-gas-tour-2026/</link>
					<comments>https://www.kampussemarang.com/dukung-pengembangan-59-990-sr-jargas-di-surabaya-dan-gresik-pgn-perluas-edukasi-gas-bumi-melalui-city-gas-tour-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 10:49:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Umum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kampussemarang.com/?p=10145</guid>

					<description><![CDATA[SURABAYA (kampussenarang.com), 14 September 2026 – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kembali menggelar City Gas Tour 2026 di Kota Lama Surabaya, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PGN memperluas edukasi mengenai pemanfaatan gas bumi sekaligus mendorong masyarakat menggunakan energi yang lebih praktis, aman, dan ramah lingkungan. City Gas Tour di Surabaya ...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-10146" src="https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260914_174512.jpg" alt="" width="800" height="533" srcset="https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260914_174512.jpg 800w, https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260914_174512-300x200.jpg 300w, https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260914_174512-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p>
<p>SURABAYA (kampussenarang.com), 14 September 2026 – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kembali menggelar City Gas Tour 2026 di Kota Lama Surabaya, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PGN memperluas edukasi mengenai pemanfaatan gas bumi sekaligus mendorong masyarakat menggunakan energi yang lebih praktis, aman, dan ramah lingkungan.</p>
<p>City Gas Tour di Surabaya sekaligus mendukung upaya PGN dalam memperluas jaringan gas bumi (jargas). PGN menargetkan pembangunan jargas baru yang dapat melayani sekitar 59.990 sambungan rumah (SR) di Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik pada periode 2025–2026.</p>
<p>Setelah sebelumnya digelar di Sidoarjo dan Probolinggo, City Gas Tour 2026 di Surabaya diramaikan dengan berbagai kegiatan, mulai dari Fun Run, Pound Fit, lomba joget India, hingga bazar makanan. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga dan komunitas yang ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.</p>
<p>General Manager PGN Sales and Operation Region (SOR) III, Hedi Hedianto, mengatakan bahwa City Gas Tour menjadi salah satu upaya PGN untuk terus memperkenalkan GasKita kepada masyarakat.</p>
<p>“City Gas Tour adalah ikhtiar kami untuk terus mempromosikan dan mengenalkan GasKita kepada masyarakat. GasKita merupakan penyaluran gas bumi melalui pipa untuk rumah tangga di perumahan-perumahan dan usaha kecil yang ada di wilayah operasional PGN,” kata Hedi.</p>
<p>Hedi berharap kehadiran City Gas Tour dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai gas bumi sebagai salah satu pilihan energi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.</p>
<p>“Gas bumi adalah energi bersih yang tersedia 24 jam. Energi ini berasal dari bumi Indonesia sendiri, tidak impor, dan mudah-mudahan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Surabaya maupun wilayah lainnya,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Area Head PGN Surabaya, Arief Nurrachman, menambahkan bahwa edukasi dalam City Gas Tour tidak hanya mengenai pemanfaatan gas bumi untuk rumah tangga, sektor komersial, UMKM, hingga industri, tetapi juga mencakup aspek keamanan dan keselamatan dalam penggunaan gas bumi. Selain itu, PGN mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga infrastruktur gas bumi yang berada di lingkungan sekitar.</p>
<p>Arief mengungkapkan bahwa saat ini jumlah pengguna gas bumi di Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik mencapai sekitar 61.000 pelanggan. Jumlah tersebut mencakup pelanggan rumah tangga, komersial, maupun industri.</p>
<p>Pembangunan jaringan gas bumi dilakukan dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Kota Surabaya serta para pemangku kepentingan terkait. PGN juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah yang menjadi sasaran pembangunan jaringan.</p>
<p>“Kami berharap seluruh masyarakat Kota Surabaya bisa menyambut gembira proses pengembangan jargas dan dapat berlangganan gas PGN. Mengingat gas bumi merupakan energi bersih, ramah lingkungan, efektif, dan efisien,” ujar Arief.</p>
<p>Untuk tahun ini, pembangunan jaringan gas bumi menyasar sejumlah wilayah di Surabaya, meliputi Surabaya Timur, Surabaya Tengah, Surabaya Barat, serta sebagian wilayah Surabaya Utara.</p>
<p>Antusiasme masyarakat terhadap rencana perluasan jaringan tersebut juga cukup tinggi. Hingga Agustus 2026, PGN mencatat telah menerima sekitar 36.000 formulir minat berlangganan atau permintaan pemasangan jaringan gas bumi dari masyarakat.</p>
<p>Bagi masyarakat yang telah menggunakan gas bumi, kemudahan dan kepraktisan menjadi salah satu alasan memilih energi tersebut.</p>
<p>Sindy Wahyudi, warga Jojoran, Surabaya, yang hadir dalam kegiatan City Gas Tour di Kota Lama Surabaya, mengaku telah menggunakan gas bumi selama sekitar satu tahun. Menurutnya, penggunaan gas bumi membuat aktivitas memasak menjadi lebih praktis karena tidak perlu khawatir kehabisan gas.</p>
<p>“Kami merasakan manfaat dari penggunaan gas bumi, lebih murah dan praktis. Kami tidak lagi mengalami kebingungan karena kehabisan gas, terutama kalau malam hari. Selain itu, lebih safety,” ujar Sindy.</p>
<p>Ia juga mengatakan bahwa selama menggunakan gas bumi, aliran gas di rumahnya berjalan tanpa kendala.</p>
<p>Pengalaman serupa disampaikan Maria, warga Rungkut Menanggal Harapan, Surabaya. Ia menilai penggunaan gas bumi memberikan kenyamanan karena praktis dan tidak merepotkan.</p>
<p>“Menggunakan gas bumi sangat nyaman, praktis, aman, dan ekonomis. Yang paling penting, sebagai pengguna kita tidak was-was kehabisan gas, apalagi saat malam hari,” ujarnya.</p>
<p>Program City Gas Tour 2026 digelar di empat wilayah di Jawa Timur, yakni Surabaya, Bojonegoro, Sidoarjo, dan Probolinggo. Sidoarjo dan Probolinggo telah lebih dahulu menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan. Setelah Surabaya, rangkaian City Gas Tour 2026 akan dilanjutkan ke Bojonegoro.</p>
<p>Dalam pelaksanaan City Gas Tour di Surabaya, PGN juga menggandeng berbagai komunitas. Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah Fun Run Night yang diikuti hampir 500 peserta dari sejumlah komunitas, termasuk komunitas Mandarin dan Bollywood.</p>
<p>Melalui rangkaian kegiatan tersebut, City Gas Tour tidak hanya menjadi sarana edukasi dan sosialisasi mengenai pemanfaatan serta keamanan gas bumi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya PGN untuk membangun kedekatan dan memperkuat kebersamaan dengan masyarakat.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kampussemarang.com/dukung-pengembangan-59-990-sr-jargas-di-surabaya-dan-gresik-pgn-perluas-edukasi-gas-bumi-melalui-city-gas-tour-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gagas Inovasi AI Terpadu WellGuard, Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip Raih Juara Tingkat Nasional</title>
		<link>https://www.kampussemarang.com/gagas-inovasi-ai-terpadu-wellguard-mahasiswa-sekolah-vokasi-undip-raih-juara-tingkat-nasional/</link>
					<comments>https://www.kampussemarang.com/gagas-inovasi-ai-terpadu-wellguard-mahasiswa-sekolah-vokasi-undip-raih-juara-tingkat-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 08:42:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Umum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kampussemarang.com/?p=10141</guid>

					<description><![CDATA[SEMARANG (kampussemarang.com)— Mahasiswa Program Studi D4 Rekayasa Perancangan Mekanik Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip), Tiaman Gea, berhasil meraih Juara 3 Tingkat Nasional dalam ajang HSSE Innovation Challenge yang diselenggarakan Pertamina HSE Training Center (HSE TC) Sungai Gerong, Palembang. Melalui inovasi bertajuk “WellGuard”, Tiaman tidak hanya berhasil meraih prestasi nasional, tetapi juga mendapatkan kesempatan mengikuti ...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-10142" src="https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260911_153949.jpg" alt="" width="600" height="800" srcset="https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260911_153949.jpg 600w, https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260911_153949-225x300.jpg 225w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></p>
<p>SEMARANG (kampussemarang.com)— Mahasiswa Program Studi D4 Rekayasa Perancangan Mekanik Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip), Tiaman Gea, berhasil meraih Juara 3 Tingkat Nasional dalam ajang HSSE Innovation Challenge yang diselenggarakan Pertamina HSE Training Center (HSE TC) Sungai Gerong, Palembang.</p>
<p>Melalui inovasi bertajuk “WellGuard”, Tiaman tidak hanya berhasil meraih prestasi nasional, tetapi juga mendapatkan kesempatan mengikuti program pelatihan sertifikasi personel Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang difasilitasi Pertamina HSE Training Center Sungai Gerong.</p>
<p>Karya ilmiah yang diusung Tiaman berjudul “WellGuard: Rancangan Sistem Terintegrasi Pemantauan Kelelahan Fisik dan Risiko Psikologis Pekerja Industri Energi Berbasis Multimodal Artificial Intelligence, Wearable Biometrik, dan Natural Language Processing sebagai Upaya Peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja”.</p>
<p>Tiaman memaparkan, jika inovasi WellGuard dikembangkan untuk menjawab keterbatasan sistem pemantauan keselamatan kerja konvensional yang selama ini cenderung bersifat reaktif dan dilakukan secara berkala. Pada sektor energi dengan tingkat risiko tinggi, seperti industri minyak dan gas serta pertambangan, kelelahan kerja dan tekanan psikologis dapat menurunkan kesadaran situasional pekerja yang pada akhirnya meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.</p>
<p>WellGuard menawarkan sistem pemantauan terpadu yang menggabungkan teknologi wearable biometrik dan kecerdasan buatan untuk memantau kondisi fisik sekaligus risiko psikologis pekerja secara lebih komprehensif.</p>
<p>Pada sisi perangkat keras, sistem ini mengintegrasikan sejumlah sensor biometrik, seperti Heart Rate Variability (HRV), Saturation of Peripheral Oxygen (SpO₂), Galvanic Skin Response (GSR), dan akselerometer ke dalam smart wearpack yang dirancang mengikuti standar kebutuhan industri migas. Sensor tersebut digunakan untuk merekam kondisi vital pekerja secara real-time dan non-intrusif.</p>
<p>Data yang diperoleh kemudian diproses melalui sistem kecerdasan buatan. WellGuard menggunakan model Long Short-Term Memory (LSTM) untuk menganalisis deret waktu fisiologis dan mendeteksi indikasi kelelahan fisik. Sistem tersebut diklaim mampu mencapai tingkat akurasi lebih dari 85 persen.</p>
<p>Selain kondisi fisik, WellGuard juga memanfaatkan Natural Language Processing (NLP) berbasis IndoBERT untuk mendeteksi potensi risiko stres dan kondisi mental melalui analisis catatan jurnal kerja anonim.</p>
<p>Seluruh parameter tersebut selanjutnya dipadukan dalam sistem pengambilan keputusan melalui WellGuard Health Index (WHI). Indeks tersebut menjadi dasar pemberian peringatan secara otomatis kepada pengawas berdasarkan tingkat risiko yang terdeteksi.</p>
<p>Peringatan dapat berupa rekomendasi micro-break selama 15 menit hingga penghentian sementara aktivitas kerja atau mandatory stand-down apabila kondisi pekerja dinilai memiliki risiko tinggi.</p>
<p>“Transformasi sistem K3 industri energi harus bergerak menuju paradigma prediktif. Melalui WellGuard, kami memadukan data fisiologis real-time dan analisis sentimen psikologis untuk memutus siklus degradasi fisik-mental yang rentan memicu kecelakaan kerja di area berisiko tinggi,” ujar Tiaman Gea selaku inovator.</p>
<p>Menurut Tiaman, pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan tidak hanya merespons insiden setelah terjadi, tetapi juga mengidentifikasi potensi risiko sejak dini. Dengan demikian, tindakan pencegahan dapat dilakukan sebelum kondisi pekerja berkembang menjadi faktor pemicu kecelakaan.</p>
<p>Atas capaian sebagai Juara 3 Nasional HSSE Innovation Challenge, Pertamina HSE Training Center Sungai Gerong juga memberikan fasilitas program Pelatihan Sertifikasi Personel K3 bagi para pemenang.</p>
<p>Pelatihan tersebut dirancang untuk membekali talenta muda dengan kompetensi yang sesuai standar industri sehingga mampu berkontribusi dalam penguatan ekosistem K3 nasional yang mengedepankan prinsip safe, smart, and sustainable.</p>
<p>Ketua Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik SV Undip Dr. Sri Utami Handayani, S.T., M.T., mengatakan, capaian Tiaman sekaligus menunjukkan peran pendidikan vokasi dalam menghasilkan inovasi berbasis riset terapan. WellGuard menggabungkan sejumlah disiplin keilmuan, mulai dari rekayasa mekanik, ergonomi dan K3, hingga kecerdasan buatan modern.</p>
<p>Inovasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi solusi teknologi yang relevan untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan pekerja, khususnya pada sektor industri energi yang memiliki tingkat risiko tinggi. ***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kampussemarang.com/gagas-inovasi-ai-terpadu-wellguard-mahasiswa-sekolah-vokasi-undip-raih-juara-tingkat-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Tim Mahasiswa TRKP Sekolah Vokasi UNDIP Raih Bronze Medali di Mandalika Essay Competition 8</title>
		<link>https://www.kampussemarang.com/dua-tim-mahasiswa-trkp-sekolah-vokasi-undip-raih-bronze-medali-di-mandalika-essay-competition-8/</link>
					<comments>https://www.kampussemarang.com/dua-tim-mahasiswa-trkp-sekolah-vokasi-undip-raih-bronze-medali-di-mandalika-essay-competition-8/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2026 07:28:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Umum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kampussemarang.com/?p=10138</guid>

					<description><![CDATA[SEMARANG (kampussemarang.com)-  Enam mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan (TRKP), Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip), berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Mandalika Essay Competition 8 (MEC 8) yang diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, baru-baru ini. Dua tim mahasiswa TRKP berhasil meraih Bronze Medal (Medali Perunggu) pada kategori yang berbeda. Prestasi pertama diraih oleh ...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-10139" src="https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260910_142440.jpg" alt="" width="600" height="800" srcset="https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260910_142440.jpg 600w, https://www.kampussemarang.com/wp-content/uploads/2026/09/PSX_20260910_142440-225x300.jpg 225w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></p>
<p>SEMARANG (kampussemarang.com)-  Enam mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan (TRKP), Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip), berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Mandalika Essay Competition 8 (MEC 8) yang diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, baru-baru ini. Dua tim mahasiswa TRKP berhasil meraih Bronze Medal (Medali Perunggu) pada kategori yang berbeda.</p>
<p>Prestasi pertama diraih oleh Andhika Berliano Radya Nugraha, mahasiswa TRKP angkatan 2024, yang berkolaborasi dengan dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada dan satu mahasiswa Universitas Sebelas Maret. Tim tersebut berkompetisi pada kategori Lingkungan dengan mengangkat karya berjudul “Integrasi Sistem Drainase Perkotaan Terpadu dengan Aspal Berpori sebagai Penguatan Mitigasi Bencana Banjir yang Berkelanjutan.”</p>
<p>Gagasan tersebut mengangkat integrasi sistem drainase perkotaan dengan penggunaan aspal berpori sebagai salah satu pendekatan dalam memperkuat mitigasi bencana banjir secara berkelanjutan. Inovasi ini menunjukkan upaya mahasiswa dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan melalui pendekatan teknologi dan pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>Sementara itu, prestasi kedua diraih oleh tim yang terdiri dari Bima Panji Wirabumi, Shendi Setyawan, dan Surya Dias Saputra dari angkatan 2024, serta Fahrul Azmi dan Taufiq Putra Adinata dari angkatan 2025.</p>
<p>Tim tersebut berkompetisi pada kategori Teknologi melalui inovasi berjudul “SHIPLEX: Pengembangan Asisten AI untuk Membantu Navigasi Aturan Klasifikasi Kapal pada Tahap Desain Awal (Preliminary Design) Kapal.”</p>
<p>Melalui karya tersebut, mahasiswa TRKP mengembangkan gagasan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai asisten untuk membantu proses navigasi dan pemahaman terhadap aturan klasifikasi kapal pada tahap awal perancangan (preliminary design). Gagasan ini relevan dengan perkembangan teknologi digital dan kebutuhan industri perkapalan yang semakin mengarah pada pemanfaatan teknologi cerdas.</p>
<p>Kedua tim mahasiswa TRKP Sekolah Vokasi Undip berhasil memperoleh Medali Perunggu pada masing-masing kategori. Keikutsertaan dan capaian tersebut berada di bawah bimbingan Dr. Zulfaidah Ariany, S.T., M.T.</p>
<p>Zulfaidah Ariany mengatakan, Mandalika Essay Competition 8 merupakan kompetisi esai tingkat nasional yang mempertemukan para peserta dari berbagai institusi pendidikan di Indonesia. Ajang tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyusun gagasan inovatif, serta menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan melalui karya ilmiah dan kreatif.</p>
<p>Perolehan dua Medali Perunggu oleh mahasiswa TRKP Sekolah Vokasi Undip menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan gagasan lintas bidang. Karya yang dihasilkan mencakup isu mitigasi bencana dan lingkungan hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam mendukung proses desain kapal.</p>
<p>Capaian tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa TRKP dalam membawa dan mengharumkan nama Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro di tingkat nasional. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, berinovasi, serta aktif mengikuti berbagai kompetisi di tingkat nasional maupun internasional. ***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kampussemarang.com/dua-tim-mahasiswa-trkp-sekolah-vokasi-undip-raih-bronze-medali-di-mandalika-essay-competition-8/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 44/110 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching using Redis

Served from: www.kampussemarang.com @ 2026-10-06 17:07:40 by W3 Total Cache
-->