Site icon Kampussemarang.com

Masih Minim FK Indonesia Menekankan Pada Kesehatan Kerja

ket foto: Rektor Unimus (kiri) dan Dekan FK Unimus (2 dari kiri) saat pemukulan gong pembukaan Isocmed (foto dok)

SEMARANG (kampussemarang.com)- Saat ini masih sangat minim fakultas kedokteran perguruan tinggi (FK PT) di Indonesia yang member penekanan atau interest pada persoalan occupational health (kesehatan/kedoketaran kerja). FK Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) merupakan salah satu dari segelintir FK Indonesia yang implementasi visi misinya pada occupational health.

“FK Unimus, selain menekankan pada dokter keluarga, juga pada dokter yang paham akan kedokteran occupasi atau kerja. Kedokteran kerja sangat penting karena di tahun 2045 an Indonesia akan kelebihan jumlah penduduka (bonus demografi) dimana jumlah pekerja sangat banyak yang tentu saja diperkirakan akan banyak masalah kesehatan berkaitan dengan kerja atau pekerjaan masyarakat” ujar Wakil Dekan I FK Unimus dr M Reza Kurniawan di sela-sela International Seminar of Occupational Health and Medical Sciences (ISOCMED) yang diselenggarakan FK Unimus di Semarang, Sabtu (19/08/2017).

Menurut dr M Reza Setiawan, perhatian pemerintah, masyarakat dan dunia industri terhadap kesehatan kerja masih sangat kurang, meskipun sudah ada BPJS Kesehatan. Implementasi kesehatan dan kesehatan kerja di dunia industri masih minim sehingga sangat riskan bagi pekerja dalam menjaga kesehatan mereka. Masalah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja masih diabaikan oleh perusahaan maupun oleh para pekerja sendiri. Ini karena penyakit akibat kerja biasanya timbul dalam kurun waktu lama, sehingga sangat perlu edukasi dan sosialisasi masalah kesehatan kerja secara massif.

“Kenyataan yang ada saat ini banyak jumlah dokter di perusahaan tetapi belum optimal dalam pencegahannya. UU sudah ada, aturan sudah jelas tetapi implementasi di lapangan belum berjalan maksimal. Pada penelitian yang dilakukan Balai K3 Jateng dari 500 perusahaan besar di Jateng yang diteliti terkait pelaksanaan K3, maka kurang dari 10 persen saja dari perusahaan tersebut yang mewajibkan atau menjalankan K3 dengan benar” ujar dr M Reza Setiawan.

Sementara itu seminar internasional ISOCMED yang diselenggarakan FK Unimus dan dibuka Rektor Unimus Prof Dr H Masrukhi MPd bersama Dekan FK Unimus Prof Dr dr Rifki Muslim SpB SpU(K)  di Semarang, Sabtu (19/08/2017). Pembicara utama seminar dan workshop Isocmed di antaranya dr Muchtaruddin Mansyur MS SpOK PhD (Kemenkes), Lailann Purvis MD MSc OHS (Universitas Groningen Belanda), Prof Sultan Ayoub Meo MBBS PhD MMed Ed FRCP (King Saud University Arab Saudi) dan Prof Dr Zaleha binti Abdullah Mahdy PMP (Universitas Kebangsaan Malaysia).

Seminar juga ditandai penandatanganan Letter of Intens antara Unimus, Universitas Groningen Belanda, Universitas King Saud Arab Saudi dan Universitas Kebangsaan Malaysia terkait dengan pengembangan bersama occupational health and medical sciences (kedokteran kerja dan ilmu medis) antar perguruan tinggi penandatangan tersebut. (ks01)  

ket foto: Dekan FK (kiri), Rektor (2 dari kiri) beserta perwakilan FK PT luar negeri saat menunjukkan naskah LOI (foto dok)