Site icon Kampussemarang.com

FK Unissula Ambil Sumpah 22 Dokter Baru: Indonesia Masih Kekurangan Dokter

Dekan (kiri) saat menyerahkan ijazah ke dokter baru (foto dok)

SEMARANG (kampussemarang.com)- Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (FK Unissula) Semarang menggelar acara pengambilan sumpah dokter baru di kampus Unissula, Sabtu (9/4/2022).

Sumpah dokter ke 121 Periode II Tahun 2022 ini dihadiri di antaranya Rektor Unissula Prof Dr H Gunarto SH SE Akt MHum, Dekan FK Unissula Dr dr Setyo Trisnadi SH SpKF, para wakil dekan, dan Ketua Senat FK Unissula dr Sampurna MKes.

Dekan FK Unissula menyampaikan rasio dokter dibanding jumlah penduduk di Indonesia masih rendah, untuk ASEAN terendah kedua setelah Kamboja. Artinya Indonesia masih kekurangan banyak dokter dibanding jumlah penduduknya .

Mengutip sebuah data, Dekan menyampaikan saat ini perbandingan dokter dan penduduk yang dilayani di Indonesia 1:2.500 atau satu dokter harus melayani 2.500 warga. Idealnya untuk Indonesia, untuk dokter umum adalah 1 : 1.000 (satu dokter melayani 1.000 warga). Sehingga Indonesia saat ini masih membutuhkan banyak dokter umum.

“Sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan berupaya menambah kuota mahasiswa FK seluruh Indonesia lewat penerimaan mahasiswa baru (maba) mulai tahun 2022 ini sesuai dengan akriditasi masing-masing FK. Bagi FK berakreditasi A (termasuk FK Unissula) bisa menambah kuota maba 20 persen dari kuota sebelumnya dan menambah kuota 10 persen bagi FK terakreditasi B. Namun FK Unissula tidak lantas menambah kuota begitu saja tetapi kami sesuaikan dengan rasio dosen mahasiswa, sarana prasarana dan lain lain. Saat ini Unissula dalam proses membangun dua gedung kuliah dan dekanat berlantai 7, rencana penambahan program pendidikan dokter spesialis serta Program Doktor (S3)” ujar Dekan.

Menurut Dekan saat ini ada 92 FK PTN/S se-Indonesia, yang terakreditasi A 33 FK (18 FK PTN dan 15 FK PTS) dan 49 FK terakreditasi B (16 FK PTN dan 33 FK PTS), serta sisanya Terakreditasi C. Pemerintah berharap penambahan kuota maba FK bisa menjadi salah satu solusi kurangnya dokter di Indonesia jika dibanding jumlah penduduk.

Dekan juga berpesan agar para dokter yang baru saja disumpah nantinya memulai pekerjaan sebagai dokter dengan penuh profesionalisme dan meniatkan bekerja karena Alloh agar membawa berkah dan diridhoi Tuhan.

Sedangkan Rektor Unissula menyampaikan apresiasi kepada para dokter baru yang setelah melalui perjalanan panjang untuk menjadi dokter, kini mereka memasuki babak baru menjadi dokter yang akan memulai praktek kedokteran penuh di masyarakat.

Rektor juga menyoroti beberapa permasalahan yang dihadapi dunia kedokteran Indonesia di antaranya menyangkutkan kuantitas dokter, kualitas dokter serta persoalan tidak meratanya (disparitas wilayah) dokter dokter di Indonesia karena kebanyakan para dokter terkonsentrasi di Jawa serta di kota kota besar di Indonesia. (Sgi)