
Dekan FKM (kiri) bersama tiga narasumber kuliah praktisi.
SEMARANG (kampussemarang)- Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) menggelar kuliah praktisi epidemiologi dasar di Gedung Kuliah Bersama I lantai 7 kampus setempat, Sabtu (10/6/2023).
Kuliah praktisi bertemakan “pengalaman melaksanakan skrining, surveilans, dan penyelidikan Kejadian luar biasa dan wabah” ini menampilkan 3 pembicara yaitu Winda Septy Tyasningrum SKM (epidemiolog Puskesmas Kagok Semarang), Catra Asrika Nusantara SKM (epidemiolog Puskesmas Gayamsari Semarang) dan Maria Sri Puji Astuti SKM (epidemiolog DKK Kabupaten Demak).
Dekan FKM Unimus Dr Sayono SKM MKes (Epid) dan Kaprodi S1 Kesehatan Masyarakat Dr Ir Rahayu Astuti MKes di sela-sela kuliah praktisi menyampaikan kuliah praktisi epidemiologi dasar diselenggarakan dalam upaya memberikan wawasan mahasiswa semester II pengalaman lapangan dari para profesional kesehatan masyarakat khususnya para epidemiolog di tingkat layanan primer (puskesmas) maupun rujukan tingkat pertama (dinas kesehatan kabupaten).
“Kuliah praktisi diperlukan untuk penguatan pembelajaran epidemiolog dasar dalam rangka memberi pengalaman nyata pada mahasiswa bahwa pelayanan kesehatan masyarakat itu bukan fiksi, imajinasi atau khayalan yang bisa dibayangkan saja dari bangku kuliah. Tetapi harus mengerti lapangan, bahkan nanti pada level berikutnya mahasiswa harus terjun lapangan mengalami pengalaman nyata benar benar di lapangan” ujar Dr Sayono.
Menurut Dr Sayono, hal tersebut merupakan target dalam pembelajaran epidemiologi dan ilmu kesehatan masyarakat pada umumnya. Harapannya lulusan nantinya “tidak kuper” dan bingung saat nantinya terjun pertama kali di dunia kerja di puskesmas misalnya. Walaupun di sana ada petunjuk teknis pelaksanaan tetapi jika mahasiswa memiliki pengalaman nyata sebelumnya, ada wawasan dan contoh dari para profesional di masyarakat maka akan selalu diingat dan dijadikan pedoman melangkah.
“Selain itu para narasumber yang juga para alumni yang punya kedudukan di masyarakat dan tempat kerja mereka bisa menjadi contoh kalau kakak kelas mereka berhasil sehingga memotivasi para mahasiswa lebih giat belajar. Juga para mahasiswa yakin kalau institusi tempat mereka Kuliah bisa menghasilkan tenaga profesional sebagaimana kakak kakak kelas mereka di masyarakat” ujar Dr Sayono. (Ks01)
