
ket foto: Dekan FMIPA (kanan) bersama Ketua HEPI UKD Jateng saat webinar (foto dok)
SEMARANG (kampussemarang.com)- Bertempat di aula lantai 7 gedung Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang (FK Unimus), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menggelar seminar nasional online (webinar) Sabtu (13/06/2020).
Webinar bekerja sama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia Unit Kerja Daerah Jawa tengah (HEPI UKD JATENG). Webinar dimoderatori oleh dekan FMIPA Unimus (Dr Eny Winaryati MPd) Webinar Nasional dihadiri oleh Kepala HEPI UKD Jateng (Prof Dr Kartono MSi) dan dibuka oleh Rektor Unimus (Prof Dr Masrukhi MPd) dengan keynote speaker Prof Kumaidi PhD (Guru Besar Bidang Psikometrika Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta). Webinar juga menghadirkan tiga narasumber pakar yaitu Prof Dr Fakhruddin MPd (Rektor Universitas Panca Sakti Tegal), Prof Dr Anak Agung Istri Ngurah Marhaeni MA (Guru Besar Bidang Asesmen Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha Bali). Mengusung tema “Asesmen Pembelajaran di Era New Normal”, webinar tersebut diikuti oleh praktisi tenaga pendidik yang berasal dari semua penjuru Indonesia dengan total partisipan lebih dari 2.000 partisipan secara online.
Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi MPd dalam sambutannya menyampaikan bahwa asesmen pembelajaran di era New Normal ini merupakan hal yang sangat penting, karena pembelajaran di dalam New Normal bisa disamakan dengan pembelajaran sistem Daring (dalam Jaringan) atau Learning From Home.
“Kasus yang sering dijumpai pada sistem pembelajaran online ini adalah banyaknya tenaga pendidik yang salah mempersepsikan arti dari pembelajaran di rumah atau daring dengan hanya memberikan tugas – tugas, sehingga memicu tingkat kesetresan yang tinggi terhadapt siswa maupun mahasiswa” ujar Prof Masrukhi. Rektor Unimus ini meminta yang seharusnya dilakukan ialah menyamaratakan proporsi belajar yang selama ini diberlakukan di dalam kelas.
Rektor Unimus yang juga menjadi Wakil Dewan Pendidikan Jawa Tengah menghimbau kepada semua pihak khususnya pada guru, dosen untuk bisa mendukung sistem pembelajaran dari rumah dengan bijak, yang artinya guru atau dosen memberikan proposional tugas 80 % Menjelaskan materi belajar secara daring, dan 20 % Pemberian tugas.
Himbauan kepada Orang Tua Murid agar bijak dalam mengarahkan anak dalam belajar, tidak terlalu banyak tuntutan terhadap anak. Ciptakan kondisi dan suasana di rumah dengan kondusif dan menyenangkan, sehingga himbuan pemerintah untuk stay at home bisa berjalan dengan baik demi untuk mencegah dan memutus rantai penularan Covid – 19 yang sedang mewabah di Indonesia bahkan di dunia. Dengan menciptakan keadaan yang nyaman maka akan memicu kepercayaan diri, mengembangkan inspirasi, sehingga belajar anak – anak bisa berlangsung dengan baik. Prof. Masrukhi juga meminta kepada pemerintah agar bisa memberikan sarana akses internet yang baik kepada masyarakat luas, agar mempermudah proses belajar mengajar dari rumah. (Ks01)
ket foto: salah satu pembicara saat menyampaikan paparannya (foto dok)
