
ket foto: Ganjar Pranowo (kanan) saat menerima pertanyaan sejumlah mahasiswa Unimus. (Foto dok)
SEMARANG (kampussemarang.com)- Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH MIP mengisi kuliah umum tentang “Bela Negara” bagi sekitar 2.400-an mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) di kampus terpadu kawasan Kedungmundu Semarang, Jumat (08/09/2017). Kuliah Umum yang dibuka Rektor Unimus Prof Dr H Masrukhi MPd ini dihadiri pula semua wakil rektor, dekan, ketua Badan Pelaksana Harian Unimus Widadi SH.
“Negara Indonesia saat ini menjadi negara yang sangat “seksi” serta menjadi incaran atau rebutan pengaruh, kepentingan dan sumber daya (alam, manusia dan energi) oleh banyak negara asing lewat berbagai cara. Seksi karena Indonesia memiliki segala macam yang dibutuhkan manusia (bangsa-bangsa lain) di antaranya sumber energi melimpah, pangan melimpah dan tanah yang subur, jumlah penduduk yang besar sehingga potensi besar untuk pemasaran berbagai bentuk barang dan jasa, dan lain sebagainya” ujar Ganjar Pranowo.
Selain ingin menguasai Indonesia, banyak pula negara lain yang ingin memecah belah Indonesia agar Indonesia tidak menjadi negara yang maju, makmur dan kuat. Sehingga saat ini Indonesia menghadapi tekanan eksternal luar biasa, juga ancaman dari dalam tak kalah gencarnya. Mereka melakukan triger-triger (pemicu) lewat perubahan sikap masyarakat, pola pikir (ideologi dan berpikir makin individualis sehingga tidak peduli pada sesama dan negara), dan perilaku yang bukan lagi bercirikan Indonesia. Sudah banyak contoh terjadi, seperti beberapa negara di kawasan Arab misalnya Irak, Libya dan sekarang mulai Suriah yang akhirnya hancur dengan dalih kemanusiaan, demokrasi dan HAM, namun di balik itu energilah yang menjadi incaran dan rebutan banyak Negara.
Ganjar menegaskan pula selain tantangan agar melakukan bela negara lewat perannya masing-masing dalam pembangunan bangsa, generasi muda termasuk mahasiswa diatantang segera mendapatkan dan mengembangkan energi terbarukan. Indonesia kaya energi fosil tetapi sekaligus pengguna energi terbesar dan sampai saat ini Indonesia belum sepenuhnya mengembangkan energi baru terbarukan.
“Energi ini akan habis nantinya, beda dengan Jerman yang di tahun 1980 sudah menyiapkan energi terbarukan seperti sinar matahari yang riset dan pengembangan negara Jerman tentang eneri matahari sangat maju. Ini tantangan bagi generasi muda untuk segera mendapatkan energy baru terbarukan agar saat nantinya energy fosil habis maka Indonesia bisa berdikari di bidang energi” ujar Ganjar.
Pada kesempatan tersebut Ganjar juga menyampaikan tentang perlunya generasi muda menjaga NKRI serta memahami dan mengamalkan Pancasila, UUD 145, Bhineeka Tunggal Ika, dan NKRI. Para pendahulu dan pendiri bangsa sudah sangat pandai dalam mendirikan negara Indonesia berdasarkan perbedaan agama, ras, suku, bahasa dan agama berdasarkan Pancasila. Sehingga jika saat ini ada upaya kelompok tertentu ingin mengganti Pancasila, ingin mencerai beraikan NKRI dan lain sebagainya maka saatnya generasi muda membela negara ini dengan menyatakan kebenaran pada yang berbuat tidak baik pada negara NKRI. (ks01)
ket foto: Rektor Unimus (kiri, duduk) dan Ganjar (berdiri, kanan) saat Kuliah Umum Bela Negara di Unimus (Foto dok)
