ket foto: Kapolda saat memberi kuliah umum di kampus Unika Soegijapranata (foto Dok)
SEMARANG (kampussemarang.com)- Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Condro Kirono MM MHum menyatakan akhir-akhir ini kebhinekaan Bangsa Indonesia sedang diuji. Salah satu penyebabnya karena adanya gelombang globalisasi yang melampaui batas-batas negara dan informasi dari luar negeri dapat secara mudah masuk ke Indonesia sehingga pengaruh informasi jadi lebih massive dari sebelumnya.
“Globalisasi juga membawa gerakan intoleransi dan separatis masuk ke dalam Indonesia. Saat ini, sedang berkembang aliran Islam Transnasional yang langsung membawa budaya dari luar masuk dalam Indonesia, padahal Indonesia memiliki budaya yang luhur. Menurut saya, budaya luhur inilah yang harus kita jaga” ujar Kapolda Jateng saat mengisi kuliah umum di Ruang Theatre Gedung Thomas Aquinas kampus Unika Soegijapranata Semarang, Jumat (20/01/2017).
Kapolda minta agar semua elemen masyarakat merapatkan barisan dan mengingatkan bahwa modal sosial bangsa Indonesia adalah Pancasila. Kapolda juga percaya bahwa rasa Nasionalisme masyarakat terhadap Bangsa Indonesia juga masih sangat tinggi. Merujuk hasil survey, Kapolda menyampaikan, dari 1.200 pemuda dan mahasiswa yang menjadi sampel, hasilnya menunjukkan 90 % masih memiliki kecintaan pada Indonesia dan 50% tidak setuju terhadap adanya radikalisme dan kekerasan karena radikalisme dan kekerasan tidak sesuai dengan nilai agama apapun serta tidak sesuai dengan Pancasila. Sehingga akan dilakukan tindakan hukum yang tegas bagi siapa-pun yang melanggarnya.
Sementara itu Rektor Unika Soegijapranata Semarang Prof Dr Ir Y Budi Widianarko MSc menyatakan sejatinya Unika sudah sejak lama telah memaknai kebhinekaan dalam lingkungan kampus. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya keberagaman mahasiswa yang menimba ilmu di Unika berdasarkan asal mahasiswa yang tersebar dari 29 provinsi di Indonesia, termasuk suku dan agamanya.
“Untuk selanjutnya, Unika terus mengembangkan proporsi keragaman sehingga dari Unika Soegijapranata dapat menjadi potret Indonesia kecil. Saat ini, Unika Soegijapranata sedang mengusahakan untuk meningkatkan representasi mahasiswa dari kota-kota besar di Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Nasionalisme merupakan sebuah spirit dari Unika dan saya ingin sampaikan bahwa spirit Unika jelas yaitu Talenta Pro Patria Et Humanitate yang berarti bakat dan kemampuan para mahasiswa Unika nantinya harus dipersembahkan sebesar-besarnya bagi Tanah Air dan Kemanusiaan. Ketika para calon mahasiswa Unika mulai memasuki dunia kuliah di Unika harus membawa spirit nasionalisme” tegas Prof Budi.
Sebelum Kuliah Umum, diadakan penandatanganan nota kesepahaman antara Unika Soegijapranata dengan Kepolisian Daerah Jawa Tengah terkait kerjasama dalam pembentukan dan pemanfaatan Forum Kemitraan Polisi Masyarakat dan Mahasiswa, Balai Kemitraan Masyarakat Polisi dan Mahasiswa di lingkungan Unika Soegijapranata serta peningkatan sumber daya manusia anggota Kepolisian Daerah Jawa Tengah. (cal/ks-01)
