Site icon Kampussemarang.com

Kawasan Karimunjawa Perlu Dioptimalkan Jadi Kawasan Strategis

Ket foto: suasana workshop di Undip (foto dok)

 

SEMARANG (kampussemarang.com)-Universitas Diponegoro (Undip) mendukung sepenuhnya dalam pengembangan dan pengelolaan kawasan strategis pariwisata nasional pulau Karimun Jawa. Dukungan tersebut tertuang lewat workshop yang digelar oleh Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) di Hotel Semesta Semarang belum lama ini.

Dalam pembahasan Dr. Ir. Suradi Wijaya Saputra, Ms (dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan Undip) menjelaskan luas pulau Karimun Jawa saat ini sangat berpotensi sebagai wisata bahari yang dinilai mempunyai daya tarik tinggi.

“Perlu dikaji secara intensif oleh Pemprov Jateng perihal Karimun Jawa sebagai aset wisata bahari yang utama. Eksploitasi tangkap ikan di Pulau Karimun Jawa dapat ditingkatkan lagi sebagai sumber pendapatan bagi para nelayan di sana dengan mempertimbangkan alat tangkap untuk keseimbangan ekosistem laut” ujar Suradi.

Program Undip kedepan, tambah Suradi, sedang dikembangkan Marine Sciene Techno Park (MSTP) di Teluk Awur untuk mendukung perkembangan kawasan Karimun Jawa. Selain pembangunan MSTP, Undip juga mendukung dalam bidang penelitian, laboratorium terpadu, hotel, café, SDM selam bersertifikat, serta Undip siap dalam pengelolaan sampah dan air bersih dalam mendukung industri bahari pulau Karimun Jawa.

Ketua Pokja Industrialisasi Pedesaan KEIN Aries Muftie mengatakan, untuk mencapai pertumbuhan yang tinggi, berkualitas dan berkelanjutan mesti memenuhi beberapa hal.

“Kalau bicara tumbuh berkualitas tentu tidak miskin, seperti Malaysia angka kemiskinan di bawah 1 persen, kalau bisa nggak menganggur. Thailand di bawah 1 persen, dan kalau bisa gini ratio 0,3 seperti era Pak Habibie 1999. Sekarang 0,4,” ujarnya.

Aries Muftie juga mengatakan perlunya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada di desa. Saat ini, sebanyak 67 persen merupakan lulusan SD dan SMA.

Kemudian, dia mengatakan mesti memberikan perhatian dari sisi pekerjaan. Sebab dengan penyediaan pekerjaan bisa menahan orang-orang untuk tidak meninggalkan desa Karimun Jawa. Juga menyangkut pekerjaannya. Selama ini mereka bergerak di pertanian kalau diubah menjadi kreatif maka impor pangan akan meningkat. (ks01)