
ket foto: Salah satu adegan pementasan ketoprak yang tokoh utamanya Rektor Unissula sebagai Sultan Agung (kanan) . Foto dok
SEMARANG (kampussemarang.com)- Jika seorang pimpinan perguruan tinggi (PT) seperti rektor membuka seminar, workshop dan kegiatan ilmiah lainnya sudah biasa. Namun kali ini Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang Ir Prabowo Setiyawan MT PhD tampil agak berbeda. Pimpinan tertinggi kampus Unissula ini cukup piawai berperan sebagai tokoh utama pementasan ketoprak Drama Tiga Babak “Sultan Agung Sang Pejuang” yang ditonton lebih dari 4.000 mahasiswa baru Unissula 2018, di auditorium kampus Kaligawe, Sabtu malam (08/09/2018).
Hadir dalam acara pentas ketoprak di antaranya Ketua MUI Jateng yang juga Ketua Dewan Pengawas Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) KH Ahmad Daroji, pengurus YBWSA Tjuk Subchan, dan para tamu undangan.
Bekerjasama dengan Teater Lingkar Semarang, Rektor bersama para dekan dan dosen di lingkungan Unissula bermain ketoprak yang mengangkat cerita kepahlawanan tokoh besar kharismatik Raja Sultan Agung yang namanya diabadikan untuk nama sebuah universitas besar di ibukota Jateng ini. Lewat dialog-dialog yang segar menjadikan 4.000 mahasiswa betah menyaksikan para dosen mereka berseni peran. Pementasan ketoprak Sultan Agung bertambah meriah karena di sela-sela pementasan, ditampilkan pula dua artis ibukota Puja Syarma dan Hadi El Rasheed.
“Kita tidak boleh lupa dengan budaya luhur yang diajarkan para pendahulu kita, termasuk pakaian adatnya serta nilai nilai perjuangan dan keteladanan para tokoh besar, termasuk Sultan Agung. Beliau berperan sebagai raja, khalifah, dan pemimpin yang sangat bijaksana namun tetap tegas serta tidak pernah berhenti melawan angkara murka penjajah Belanda” ujar Rektor sesaat sebelum pementasan dimulai.
Pementasan ketoprak khusus ditampilkan untuk menyambut mahasiswa baru tahun 2018 ini pun berakhir dengan sukses. Unissula pun bermaksud mengangendakan pementasan seni tradisi sebagai agenda rutin tahunan sebagai “piwulang” bagi generasi muda akan budaya adiluhung dan kepahlawanan para raja dan pejuang di masa lalu. (ks01)
