Site icon Kampussemarang.com

KKN Tematik Undip Dorong Kemandirian ‘Sabar Narimo’ dalam Produksi Rengginang dan Tempe

Saat penyerahan alat

SEMARANG (kampussemarang)- Di tengah semangat inklusi dan kemandirian, KKN Tematik Universitas Diponegoro Tahun 2023 mengukir kisah inspiratif di Desa Cabeyan Kecamatan Bendosari Kab Sukoharjo dengan tema ‘Optimalisasi Pendampingan Masyarakat Difabel dalam Produk Lokal Rengginang dan Tempe’. Kegiatan ini bekerja sama dengan pihak Self Help Group ‘Sabar Narimo’ yang dipimpin oleh ketua kelompok difabel, Ustaz Basir.

Desa Cabeyan kini menjadi laboratorium inklusi yang mana setiap langkah produksi melibatkan peran aktif difabel. Dari pemilihan bahan baku hingga proses pengolahan, kehadiran difabel menjadi kunci dalam menciptakan produk lokal yang ramah untuk semua kalangan.

Tidak hanya sekadar mengajarkan proses produksi rengginang dan tempe, tetapi KKN ini juga merangkul pendekatan holistik dengan memasukkan aspek pemasaran. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga berbagi pengetahuan tentang pemasaran offline dan online kepada ‘Sabar Narimo’.

“Saya berterima kasih kepada pihak Universitas Diponegoro atas kesempatannya karena telah membantu memberdayakan masyarakat difabel di Desa Cabeyan” ujar Ustaz Basir saat dilakukan serah terima mesin peniris minyak (Spinner) oleh Dr dr Sri Winarni MKes selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Kepada pers Sabtu saat penandatanganan berita acara penyerahan alat, Sabtu (9/12/2023) Dr dr Sri Winarni MKes menyampaikan dalam sesi pemasaran offline, ‘Sabar Narimo’ diajarkan strategi pemasaran tradisional yang melibatkan komunitas lokal dan kemitraan dengan toko-toko di sekitar Desa Cabeyan. Di sisi lain, pelatihan pemasaran online membuka peluang lebih besar dengan memanfaatkan platform digital untuk meningkatkan visibilitas produk.

Program ini diikuti oleh 20 peserta yang merupakan pendamping difabel. Semua kegiatan produksi hingga pemasaran dilakukan di Posko KKN yang berada di Dukuh Tundungan selama periode KKN berlangsung (10 November – 10 Desember 2023).

“Terima kasih mba dan mas KKN dari Undip atas ilmu yang sudah diberikan kepada kami. Kami jadi banyak tahu dan banyak belajar, mba dan mas yang kuliah, tetapi kami juga merasakan ilmunya” ungkap Supinah selaku pengurus kelompok difabel Sabar Narimo.

Harapannya, langkah ini bukan hanya akan meningkatkan penjualan produk lokal, tetapi juga membuka peluang bagi ‘Sabar Narimo’ untuk bersaing secara sehat dalam pasar yang semakin kompetitif. Program ini tidak hanya mengubah paradigma dalam produksi lokal tetapi juga membuka pintu baru bagi difabel untuk terlibat secara aktif dalam ekonomi digital.

Selain memberikan dampak positif dalam sektor ekonomi lokal, program ini juga berfungsi sebagai katalisator penghilangan stigma dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap potensi difabel. Desa Cabeyan diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengimplementasikan model inklusifitas dalam pembangunan ekonomi lokal.

Harmoni inklusi yang diwujudkan dalam kegiatan KKN Tematik ini menciptakan cerita positif yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. Di bawah kepemimpinan Ustaz Basir, ‘Sabar Narimo’ dan mahasiswa KKN membuktikan setiap individu memiliki potensi untuk berkontribusi secara signifikan dalam membangun masyarakat yang adil dan inklusif. (Ks01)