
SEMARANG (kampussemarang.com)- Universitas Diponegoro mengelar acara Orientasi Diponegoro Muda (ODM) yang dilakukan secara virtual, Sabtu 23/1/2021) dengan tajuk “Epilog Semesta”. Acara ini diikuti sedikitnya 9.000 mahasiswa Undip dan berbeda dari tahun sebelumnya acara ini tidak mewajibkan mahasiswa baru harus mengikutina, namun faktanya sangat sedikit mahasiswa baru yang tidak mengikutinya, karena berbagai penyebab di antaranya persoalan sinyal di daerah mahasiswa baru berada.
Epilog Semesta menghadirkan nara sumber atau pembicara kenamaan seperti Wishnutama Kusubandio dan Silvio Adriano dan Fathiya Izzati membahas tentang bidang kreatif dalam era digital dan disiarkan melalui kanal YouTube ODM Universitas Diponegoro (Undip). ODM sendiri bertujuan untuk memperkenalkan lingkungan kampus, mempertajam kemampuan diri dan untuk menyampaikan nilai dan tema yang diangkat. Tampil pula Figura Renata dan Elmatu sebagai bintang tamu yang memeriahkan puncak rangkaian ODM Undip 2020.
ODM Undip juga mempersembahkan sebuah mahakarya Asmaraloka Bestari yang berkolaborasi dengan Teater Dipo, UKM Kesenian Jawa, dan Pemenang Diponegoro Art Competition. Mahakarya tersebut ditampilkan dalam bentuk short movie yang memiliki pesan dan makna penting tentang lingkungan serta berbagai fenomena yang telah terjadi.
Semesta yang menjadi tema ODM tahun ini secara garis besar mengangkat isu lingkungan. Berangkat dari tema tersebut, sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, ODM tahun ini turut menyertakan green action, action project, dan lomba poster dengan maksud mengajak mahasiswa menunjukkan aksi nyata terhadap isu lingkungan.
“Kita juga ada beberapa kegiatan untuk menyampaikan nilai dan tema kita Semesta melalui green action, action project dan juga lomba poster. Di situ kita mencoba untuk mengajak teman-teman di Undip, mahasiswa baru untuk menunjukkan aksi nyata mereka terhadap isu lingkungan yang ada,” ujar Safriko Desna Putra, ketua ODM Undip didampingi wakilnya Syafira Ramata.
Menurut Safriko, agenda tahunan yang pertama kali terselenggara secara daring ini tentunya tak luput dari segala kekurangan. Safriko mencatat beberapa hal yang perlu diperbaiki ke depannya terletak pada substansi dan konten acara yang memerlukan lebih banyak inovasi.
“Evaluasi lebih kepada substansinya, inovasinya juga harus lebih bisa ditingkatkan dan mungkin lebih kepada hal-hal teknis seperti sinyal, lalu bagaimana cara kita berkreativitas menampilkan ODM,” jelasnya.
Safriko Desna juga menyampaikan harapannya untuk ODM selanjutnya agar tetap sesuai pada tujuan yaitu memperkenalkan lingkungan kampus, mempertajam potensi diri dan menyampaikan edukasi. Selain itu, diharapkan panitia ODM selanjutnya bisa membuat acara yang lebih inovatif.
“ODM selanjutnya di tahun 2021 sejatinya memperkenalkan lingkungan kampus dan aku harap tetap dalam trek seperti itu dan tidak di luar trek yang mesti disampaikan. Dan harus dipersiapkan sebaik-baiknya sehingga bisa tersampaikan nilai dan tema ODM selanjutnya dengan cara mereka sendiri,” tutup Safriko.
Sementara itu wakil ketua Syafira Ramata mewakili ketua berharap yang terbaik untuk mahasiswa baru 2020 (Dipo Muda 2020). Memang ditahun 2020 semuanya berbeda, ekspektasi dan harapan yang sudah diimpikan bersama, harus di improvisasi dengan possible situation. Dirinya ingin Dipo Muda 2020 dapat mengenal kampusnya, merasakan euforia nya walaupun belum berkesempatan untuk melihat langsung kampus tercinta ini,
Sementara itu pula Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip Razin Hilmy Baihaqi juga hadir dan mengucapkan selamat datang dan menyampaikan harapannya kepada mahasiswa baru yang telah resmi menjadi bagian dari Diponegoro Muda.
“Berbanggalah adik-adik. Mulai hari ini, kalian telah resmi menjadi bagian dari Diponegoro Muda. Kita harus memberikan pesan kepada dunia, bahwa generasi muda indonesia adalah generasi yang mampu sebagai pemrakarsa Mahakarya.” ujarnya dalam menyambut acara tersebut. (ks01)
