Site icon Kampussemarang.com

Peringati Hari Pelaut Sedunia: Polimarin Gelar Webinar Peran Profesi Pelaut.

ket foto: Direktur Polimarin saat memimpin webinar serta menjadi panelis (Foto dok)

SEMARANG (kampussemarang.com)- Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Ir Sugihardjo MSi menyatakan profesi pelaut saat ini cukup membanggakan bagi masyarakat Indonesia.

“Tanpa mengurangi rasa hormat pada profesi lain, pelaut sebagai profesi cukup membanggakan di mata masyarakat Indonesia. Posisinya berada “di atas” profesi transportasi darat, tetapi masih “di bawah” profesi udara atau pilot. Namun dibanding profesi lain seperti dokter misalnya, profesi pelaut perlu belajar dan meniru seperti profesi dokter di mana masyarakat saat berobat tidak pernah menanyakan sang dokter lulusan perguruan tinggi mana karena kompetensi mereka standar dari perguruan tinggi manapun lulusannya” ujar Ir Sugihardjo MSi saat tampil sebagai salah satu nara sumber seminar online (webinar) yang diselenggarakan Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) Semarang, Selasa sore (30/06/2020) .

Menurut Ir Sugihardjo MSi masyarakat hanya menyebut dokter X sebagai dokter favorit, dokter Y kurang favorit tanpa ada yang tanya dokter lulusan mana saat seseorang diperiksa. Ini karena secara umum semua dokter di Indonesia memiliki kompetensi yang sama.  Di bidang kedokteran standard kompetensi didukung penuh dengan standar etik yang baik serta terjaga dengan baik di antara semua dokter di Indonesia. Sehingga profesi pelaut harus juga standard agar kepercayaan dunia senantiasa terjaga. Terlebih profesi pelaut juga diaudit secara internasional sehingga harus selalu memenuhi standar pelaut internasional.

“Dua hal harus dicapai profesi pelaut kita, bagaimana selalu menjaga kompetensi (standard mutu) dan selalu menjaga kode etik yang di profesi kedokteran mereka sangat luar biasa hebat dan kompak menjaga dan menjalankan kedua hal tersebut. Pelaut Indonesia sudah memiliki modal utama yaitu jiwa korsa pelaut yang tinggi, tinggal selalu menjaganya serta meningkatkan kompetensi dan standard internasionalnya. Melihat profesi dokter di Indonesia, saya yakin profesi pelaut bisa juga ke arah itu. Kalau tidak standard maka bisasaja pihak ketiga bermain lewat merendahkan nominal gaji pelaut dan ini tidaklah baik ” ujar Ir Sugihardjo MSi.

Sementara itu pula nara sumber kedua, Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut  Capt Sahattua P Simatupang MM MH menyebutkan untuk menjaga dan meningkatkan standar kompetensi  SDM pelaut Indonesia, perlu adanya banyak centre of excellence atau pusat unggulan atau juga semacam kawah candradimuka bagi para pelaut.

“Kita tidak boleh melupakan sejarah, lewat kawah-kawah candradimuka ini para pelaut kita ditanamkan jiwa korsa tinggi. Dan sejarah mencatat sejak tahun 1924 sudah ada lembaga sekolah pelaut di Makasar  yang maknanya kita bisa mengajarkan kompetensi dan etika profesi pelaut dengan baik serta akan meningkatkannya sesuai tuntutan dan perkembangan jaman lewat BPSDM serta pendidikan tinggi maritim yang ada di Indonesia” ujar  Capt Sahattua P Simatupang MM MH.

ket foto: Suasana semangat webinar terlihat di layar display Zoom (foto dok)

 

Seminar online (webinar) ini menggunakan Zoom dan disiarkan langsung lewat You Tube Live Streaming dari kampus Polimarin kawasan Bendan.Webinar diikuti sangat banyak peserta termasuk Kapokdos Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut STTAL Surabaya Kolonel Laut (P) R Bambang Ispri B ST MSi.

Seminar dengan topik “Peran Profesi Pelaut “Essential to Shipping, Essential to the World” ini dilaksakanan untuk memperingati Hari Pelaut Sedunia yang jatuh tiap 25 Juni. Seminar menampilkan 2 narasumber utama yaitu Ir Sugihardjo MSi (Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan) dan Capt Sahattua P Simatupang MM MH (Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut) serta 6 panelis yaitu Dr Sri Tutie Rahayu MSi (Direktur Polimarin Semarang), Dr Capt Mashudi Rofik MSc (Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang), Capt Cahya Fajar Budi H MMar Msi (Direktur Politeknik Bumi Akpelni), Dr Adenanthera L Dewa ST (Wakil Rektor I Universitas Maritim AMNI Semarang), Capt Dwiyono Soeryono (Ketua Ikatan Korps Perwira Pelayaran Niaga Indonesia), Huske Dwi Gustian SsiT MMTr (Wakil Direktur Seaman Jaya MTC Cirebon) serta Moderator Ario Hendartono SPd MPd (Wakil Direktur Bidang I Polimarin Semarang).

Direktur Polimarin Semarang Dr Sri Tutie Rahayu MSi saat memimpin webinar dan sebagai salah satu panelis  menyampaikan apresiasi tinggi pada kedua narasumber yang menyebutkan kalau etos dan dedikasi para pelaut Indonesia sangat luar biasa. Juga apresiasi pada sesama pendidikan tinggi maritim yang ada di Jateng dan Jabar yang ikut mendukung webinar serta kebersamaan antar perguruan tinggi kemaritiman di Indonesia.

“Sangatlah ideal kalau nantinya di antara semua sekolah atau pendidikan tinggi maritim di Indonesia tidak ada yang dianggap paling bagus. Tetapi semuanya bagus dan memiliki standar kompetensi bagus serta etika dan jiwa korsa yang sama untuk seorang pelaut Indonesia. Ini pula sejalan dengan keinginan  Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI Wikan Sakarinro ST MSc PhD yang menginginkan semua pendidikan vokasi memiliki standar yang sama” ujar Dr Sri Tutie Rahayu MSi.

Lebih lanjut menurutnya, pendidikan tinggi maritim serta BPSDM Kemenhub bersama sama akan mendidik kompetensi dan etika profesi pelaut. Peran atau profesi pelaut (pendidikannya) ada di tangan Kemendikbud sedangkan skill pelaut ada di Kemenhub. Kedua kementrian ini tentunya bersama dan bersinergi dalam upaya mencetak para pelaut unggul, berjiwa korsa tinggi serta memiliki standard kompetensi internasional dan etika profesi yang bagus pula” ujar Dr Sri Tutie Rahayu MSi.

Di sisi lain, Dr Sri Tutie Rahayu MSi menyatakan  ada hal lain yang tidak kalah penting dan perlu ditanamkan kepada tiap calon pelaut, yaitu pentingnya pendidikan karakter. Saat awal mulai menjadi mahasiswa atau taruna baru mereka dididik pendidikan karakter yang terus akan diimplementasikan setelah mereka lulus, bahkan saat bekerja di berbagai industri. Polimarin juga menerapkan pendidikan karakter begitu seseorang memulai menjadi mahasiswa atau taruna baru Polimarin.  (Sgi)

Ket foto: Kapokdos STTAL Surabaya Kolonel Laut (P) R Bambang Ispri B ST MSi saat mengikuti webinar di ruangannya (foto dok)