
ket foto: Acara fact finding CPPBT bersama Direktur Polines tengah), kepala P3M (kanan) dan reviewer dari Direktorat PPBT (kiri) di kampus Polines. (foto dok)
SEMARANG (kampussemarang.com)- Pemerintah saat ini sedang gencar mendorong masyarakat, termasuk kalangan perguruan tinggi mengembangkan strart up yang nantinya sangat berguna bagi masyarakat luas.
Untuk mendukungnya, sejumlah skema pendanaan disiapkan untuk terciptanya banyak start up, termasuk Direktorat PPBT (Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi) yang tahun 2017 ini memberikan insentif untuk perguran tinggi yang memiliki inovasi yang bermanfaat untuk masyarakat.
Pendanaan diberikan kepada lembaga pengelola hasil riset dan pengembangan (R and D) yang produknya minimal sudah dalam bentuk prototype. Selanjutnya prototype tersebut disempurnakan dan siap untuk dihilirisasi.
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politenik Negeri Semarang (Polines) sebagai salah satu lembaga yang berhasil mendapatkan hibah Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi-Perguruan Tinggi (CPPBT-PT) tahun 2017. Dosen program Magister Terapan Teknik Elektro Polines Dr. Eng. Sidiq Syamsul Hidayat, S.T,M.T dan dosen Teknik Mesin Ariawan, S.T M.T mengembangkan produk-produk berbasis teknologi kontrol dan otomasi industri. Produkn dua dosen ini terpilih sebagai penerima hibah startup CPPBT-PT dengan menyisihkan lebih dari 700 proposal lainnya.
Proposal berjudul “Produksi Alat Peraga Edukasi Modular Production System (MPS) untuk Sekolah Vokasi” mendapatkan pendanaan selama setahun untuk pengembangan produk serta disiapkan untuk hilirisasi. Dalam waktu satu tahun, produk tersebut harus sudah dilakukan field test atau validasi pasar dan penyempurnaan. Selain itu juga akan diikutkan dalam kegiatan pameran Indonesian Innovators and Innovations Expo (I3E) yang akan berlangsung bulan Agustus 2017 di kota Makassar.
“Produk CPPBT-PT berupa MPS nantinya digunakan sebagai modul praktikum sekolah vokasi seperti SMK dan Politeknik atau program D3 terapan. Hibah ini akan digunakan untuk menyempurnakan prototipe teknologi agar nantinya bisa komersialisasi. Hibah diberikan untuk jangka waktu satu tahun, namun dapat diajukan lagi untuk skema yang lebih besar yaitu PPBT selama dua tahun” ujar Dr Sidiq yang juga Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Polines.
Insentif PPBT
Direktur PPBT Dr. Retno Sumekar mengatakan CPPBT tahun 2017 ini diikuti oleh hampir 823 proposal, dari 127 lembaga yang tersebar di 31 propinsi. Terdapat 8 bidang fokus untuk dikembangkan meliputi bidang pangan, obat dan kesehatan, energi, transportasi, hankam, TIK, material maju, dan bahan baku.
Selain CPPBT-PT, ada juga program PPBT-PT yang merupakan kelanjutan dari CPPBT. Skema ini bertujuan agar startup/PPBT mampu berkontribusi untuk perekonomian masyarakat guna meningkatkan daya saing industri dalam negeri. Selain startup dari perguuan tinggi, Direktorat PPBT juga mewadahi usulan perusahaan pemula dari inkubator swasta atau lembaga litbang melalui skema Inkubasi Bisnis Teknologi atau IBT. Diharapkan tahun depan akan lebih banyak lagi proposal yang diterima dari perguruan tinggi seluruh Indonesia maupun dari lembaga inkubasi.
Sementara itu Direktur Polines Ir Supriyadi MT menyampaian apresiasi tinggi kepada Dr Eng Sidiq Syamsul Hidayat dan Ariawan ST MT atas prestasi yang dicapainya. Dirinya berharap prestasi ini bisa memicu dan memacu para dosen lainnya berprestasi di kancah nasional maupun internasional. Polines memberi dukungan penuh atas capaian kedua dosen. (Ks01)
