
Rektor Unimus (kiri) dan Wakil Ketua Majelisdiktilitbang PP Muhammadiyah (kanan) bersama sama membuka simposium.
SEMARANG (kampussemarang)- Banyaknya perguruan tinggi yang dimiliki persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTM/A) di Indonesia (tidak kurang dari 171 buah di Indonesia dan 1 di luar negeri) menjadikan kekuatan besar tersendiri, termasuk kekuatan dan pengembangan di bidang hak cipta, paten dan hak kekayaan intelektual.
Namun kekuatan tersebut, termasuk banyaknya paten, paten sederhana, merk, dan desain industri harus ditindaklanjuti pula dengan sejumlah langkah. Termasuk sosialisasi, mengenalkan sampai pada hilirisasi seraya kerjasama dengan industri sehingga paten dan hak kekayaan intelektual produk para dosen dan peneliti dari perguruan tinggi Muhammadiyah Aisyiyah betul-betul membawa manfaat bagi masyarakat, bukan hanya sebagai dokumen atau tertinggi sebagai prototipe milik kampus saja.
Ekosistem paten di Indonesia perlu dikembangkan di antaranya dengan lebih gencar memamerkan ribuan paten-paten yang dimiliki PTM/A ke masyarakat termasuk dunia industri sehingga industri tertarik dan melakukan kerjasama komersialisasi dan hilirisasi produk produk hasil paten dan kekayaan intelektual karya dosen dosen PTM/A.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Majelisdiktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Khuzaifah Dimyati MHum saat membuka
Simposium Nasional “Sistem Paten Era Industri 4.0, Menuju Indonesia Berkemajuan dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS)
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia – Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah (PTM/A) di kampus Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Kamis (1/9/2022).
Acara kerjasama antara Asosiasi Sentra Kekayaan Intelektual
Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah
(ASKI-PTM/A),Unimus dan Majelisdiktilitbang PP Muhammadiyah ini dihadiri di antaranya Ketua Umum ASKI–PTM/A Prof Kun Harismah PhD, Rektor Unimus Prof Dr Masruki MPd, Direktur Kerja Sama DJKI Dra Sri Lastami ST MIPL, Direktur Kerja
Sama DJKI Dra Sri Lastami ST MIPL
dan 43 pimpinan PTM/A secara luring. Di sela sela simposium, dilakukan peresmian website ASKI-PTM/A, peresmian Journal of Patent and Copy Right, serta penyerahan ASKI PTM/A Award 2022 untuk perguruan tinggi Muhammadiyah Aisyiyah peraih paten, paten sederhana, merk, desain industri.
Pada acara simposium, sejumlah Award diberikan Asosiasi Sentra Kekayaan Intelektual Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (ASKI-PTM/A) kepada perguruan tinggi Muhammadiyah Aisyiyah yang banyak menyumbang perolehan hak cipta.
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogya menerima award dari Asosiasi Sentra Kekayaan Intelektual Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (ASKI-PTM/A) karena prestasinya sebagai peringkat pertama penyumbang hak cipta terbanyak (2.316 buah) di antara PTM/A Indonesia. Peringkat kedua diraih Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (966) dan Universitas Muhammadiyah Malang (947).
Penghargaan tersebut diberikan oleh Wakil Ketua Majelisdiktilitbang PP Muhammadiyah Prof Dr Khuzaifah Dimyati MHum . UAD Yogya juga meraih peringkat pertama paten sederhana (57), disusul Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan 34 buah dan Universitas Muhammadiyah Malang 19 buah. Selain itu untuk kategori Desain industri, UAD juga meraih peringkat pertama dengan 67 buah, disusul Universitas Muhammadiyah Malang 3 buah dan Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara 2 buah.
Untuk kategori Merk, Universitas Muhammadiyah Malang meraih posisi pertama dengan 35 buah, kemudian Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara 18 buah dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) 21 buah. Sedang kategori Paten Biasa Universitas Muhammadiyah Malang meraih posisi pertama dengan 23 buah, UAD dengan 21 dan UMS 14 buah. (Ks01)
