
ket foto: Direktur PIP Semarang Capt Wisnu Handoko MSc MIP (Foto Ks-01)
Program Kemenhub RI Bidang Pemberdayaan Masyarakat Miskin:
Ribuan Pemuda Tidak Mampu Akan Dididik Tenaga Kerja Kelautan
SEMARANG (kampussemarang.com)- Salah satu program Presiden RI Joko Widodo adalah pembangunan tol laut di Indonesia serta menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Pembangunan bidang maritime sebagai poin penting penekanan pembangunan pada cabinet yang Presiden pimpin.
Program tersebut selanjutnya dijabarkan pada semua kementrian, termasuk kementrian perhubungan (kemenhub RI). Kemenhub tahun 2017 ini memiliki program pemberdayaan ribuan masyarakat kurang mampu untuk dididik sebagai tenaga kerja bidang kelautan. Caranya, lewat sejumlah perguruan tinggi (PT) milik atau dibawah Kemenhub seperti Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) melakukan kerjasama dengan PT Vokasi terdekat dengan wilayah PIP tersebut.
“Untuk wilayah Jateng-DIY, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang tahun 2017 ini dipercaya Kemenhub mendidik 6.150 pemuda kalangan kurang mampu dari Jateng-DIY. Untuk itu PIP Semarang akan melakukan kerjasama dengan Sekolah Vokasi UGM dan Sekolah Vokasi Undip melakukan pelatihan dasar sebagai tenaga kerja di kapal (sektor pelayaran atau transportasi laut). Program Menhub Budi Karya Sumadi ini sebagai pengejawantahan program pembangunan poros maritime dan tol laut-nya Presiden Jokowi” ujar Direktur PIP Semarang Capt Wisnu Handoko MSc MIP kepada pers di kampus Jl Singosari, Senin (9/1).
Menurut Capt Wisnu Handoko MSc MIP, usai mengikuti pendidikan program pemberdayaan Masyarakat berupa “Pelatihan Kompetensi Dasar Kelautan” ini, lulusan pelatihan singkat ini diharapkan bisa bekerja sebagai anak buah kapal seperti sebagai kelasi. Meski kelasi merupakan posisi terendah di strata pekerja kapal, namun gajinya jauh lebih tinggi dibanding kerja di darat. Sekolah Vokasi Undip dan Sekolah Vokasi UGM dilibatkan di antaranya saat rekruitmen peserta pelatihan, sosialiasi program pemberdayaan masyarakat ini serta melakukan pengajaran bersama PIP Semarang. PIP Semarang rencananya Kamis 12 Januari 2017 ini melakukan MOU dan MOA dengan Sekolah Vokasi UGM dan Sekolah Vokasi Undip.
Terkait dengan syarat calon peserta pelatihan, calon harus sehat, usia maksimal 30 tahun, minimal lulusan SMP, dari kalangan kurang mampu dari RT, RW, Kecamatan yang ada di Jateng-DIY. Bisa jadi sebagian siswa dari kalangan tukang becak, tukang ojek ataupun kalangan lain yang dianggap kurang mampu secara ekonomi. Untuk program tahun 2017 ini, Kemenhub memberi dana Rp 21,5 M untuk pendidikan 6.150 calon siswa pemberdayaan masyarakat bidang kelautan lewat PIP Semarang ini. Selain PIP Semarang, Politeknik Ilmu Pelayaran kota-kota lainnya seperti Jakarta, Surabaya, Makasar dan tempat lain di Indonesia tahun 2017 juga menjalankan program yang sama dan bekerjasama dengan Sekolah Vokasi terdekat.
“Untuk PIP Semarang, siswa program ini selama 14 hari dilatih kompetensi dasar tenaga kerja bidang maritim atau kelautan seperti Basic Safety Training, Security Awarness Training, dan Advance Fire Fighting dengan biaya sepenuhnya ditanggung Kemenhub (sekitar Rp 3,5 juta per siswa). Setelah lulus dan bisa bekerja sebagai kelasi atau bagian lain di kapan diharapkan di kemudian hari bisa secara mandiri ikut training tingkat lanjutannya sehingga posisi kerja mereka akan meningkat” ujar Capt Wisnu Handoko MSc MIP. PIP Semarang sudah melakukan program sejenis ini sejak tahun 2015 untuk masyarakat NTT dan NTB, tahun 2016 untuk masyarakat Jateng-DIY dan tahun 2017 kembali untuk masyarakat Jateng-DIY. (ks-01)
