
Pembicara kuliah pakar saat paparan materi.
SEMARANG (kampussemarang)- Program Studi Gizi Unimus pada Jumat, 21/10/2022 menyelenggarakan Kuliah Pakar dengan menghadirkan narasumber ahli sekaligus Ketua Asosiasi Institusi Perguruan Tinggi Gizi Indonesia (AIPGI) Prof Dr Ir Hardinsyah MS. Acara diselenggarakan di Gedung Kuliah Bersama (GKB 2) Unimus.
Kegiatan kuliah pakar ini dihadiri Dekan Fakultas Ilmu Kperawatan dan Kesehatan Dr Ali Rosidi SKM MSi Ka Prodi Gizi Yuliana Noor Setiawati Ulvie SGz MSc serta dosen-dosen Prodi Gizi Unimus. Peserta yang hadir adalah mahasiswa berlatar belakang pendidikan ilmu gizi baik DIII dan SI yang berjumlah lebih dari 250 mahasiswa yang dilaksanakan secara Hybrid.
Kuliah Pakar Ini mengambil tema “ Sinergisme Ahli Gizi dan Keluarga untuk Membentuk Keluarga Sadar Stunting” Stunting yang diambil dalam tema kuliah tamu kali ini merupakan fenomena yang tidak asing lagi di dunia gizi. Stunting adalah gangguan pertumbuhan anak yang bersifat kronik, yang menyebabkan Panjang Badan (PB) atau Tinggi Badan (TB) anak tidak mencapai batas normal. Penyebab stunting sendiri dikarenakan gagalnya optimalisasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) baik dari segi gizi maupun masalah kesehatan. Akibat stunting tidak hanya berefek pada postur tubuh saja namun jangka panjangnya juga berefek pada kecerdasan anak, kemiskinan, timbulnya penyakit degeneratif hingga kerugian negara untuk menyelesaikan permasalahan ini.
Program menjaga asupan gizi 1.000 HPK menjadi sangat penting dalam mengatasi stunting. Faktor gizi yang dapat diperhatikan agar stunting dapat dicegah yakni memperhatikan status gizi ibu sebelum hamil, asupan ibu selama hamil, pertambahan BB ibu saat hamil setiap Trisemester, Berat dan Panjang bayi lahir, asupan gizi ibu menyusui, pemberian ASI eksklusif, serta ketepatan pemberian MP-ASI.
Dalam keynote speech-nya Prof Hardinsyah menyampaikan dalam pencegahan Stunting dibutuhkan kerjasama antar semua stakeholder terkait, Stunting tidak hanya bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Pencegahan Stunting ini merupakan komitmen bersama baik global maupun nasional dan termasuk dalam indikator WHO & SDGs. Seorang ahli gizi harus mampu merencanakan, menyelengarakan, mengembangkan dan mengevaluasi penyuluhan, pelatihan dan edukasi gizi kepada individu, kelompok dan masyarakat terutama di dalam keluarga.
Dalam sambutanya Ka Prodi Gizi Yuliana Noor Setiawati Ulvie SGz MSc mengungkapkan bahwa kuliah umum ini menambah wawasan seputar stunting.
“Kuliah umum ini bisa memberikan tambahan pengetahuan di luar dari materi yang sudah diberikan oleh para dosen Gizi. Materi yang diberikan oleh Prof. Hardinsyah pun sangat dalam dan bisa menambah wawasan, inspirasi, motivasi, serta pengetahuan terkait stunting dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Harapannya, peserta yang umumnya adalah mahasiswa bidang gizi dan kesehatan dapat ilmu dan menerapkan ilmu yang didapat ke aplikasi di lapangan terutama didalam keluarga yang merupakan unit terkecil dari masyarakat .” ujarnya. (Ks01)
