Site icon Kampussemarang.com

Terkait Kecemasan dan Depresi, Unimus Gelar Empower 2026

SEMARANG (kampussemarang.com) – Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) melalui program studi keperawatan menggelar seminar internasional Empower 2026 (international seminar on Empowerement, Nursing Student’s Mental Health and Resilience) di kampus setempat Sabtu (13/6/2026).

 

Seminar yang dibuka Wakil Rektor IV Unimus Dr Muh Yusuf PhD tersebut mengambil tema ” Our Nurses, Our Future: Empowering Nursing Student’s Through Mental Health”.

 

Menurut M Yusuf PhD, seminar memiliki makna penting karena mendiskusikan isu isu penting tentang kesehatan mental dan ketahanan mental para perawat dan mahasiswa keperawatan.

 

Seminar menampilkan sejumlah pembicara di antaranya Prof Dr Budi Anna Keliat SKp MAPSc (Ilmu Keperawatan UI), Dr M Fatkhul Mubin MKep SKpJ (Unimus), Prof Easter Ching Lan Lin PhD (Taiwan) dan Cut Imanda Niya Taqwa (Indonesia).

 

Pada sharing session, Cut Imanda menyampaikan permasalahan yang terkadang dihadapi mahasiswa keperawatan menyangkut stress, homesick dan burn out.

 

“Faktor stressor bisa dari internal maupun eksternal. Misalnya persoalan akademik, praktek klinik, permasalahan sosial dan kehidupan keseharian” ujar Cut Imanda.

 

Dr M Fatkhul Mubin dalam paparannya tentang “mental health challenge Among Nursing Student’s” menyampaikan bagaimana mahasiswa harus bisa belajar secara produktif.

 

” Untuk menyerap ilmu dosen butuh pikiran yang positif dan mental yang sehat. Kalau tidak, maka tidak akan nyaman dengan dirinya sendiri dan akan menghabiskan waktu untuk mengatasi ketidaknyamanan diri sendiri , energi habis untuk itu” ujar Mubin.

 

Sementara itu pula, Prof Dr Budi Anna Keliat menyampaikan persoalan kesehatan jiwa mahasiswa keperawatan agar tidak cemas dan depresi.

 

“Faktor resiko cemas dan depresi bisa dari faktor biologis, faktor psikologis, faktor sosial dan histori bullying. Kecemasan lebih ringan daripada depresi, biasanya cemas takut untuk gagal, pikiran ancaman kegagalan yang hal tersebut belum tentu terjadi. Sedangkan depresi selalu berpikir negatif kalau dirinya tidak berguna dan bermanfaat dan lain lain” ujar Prof Dr Budi Anna Keliat. (Ks01)