
ket foto: Rektor Undip beserta para wakil rektor saat menyalami perwakilan mahasiswa yang kembali ke kampus dari KKN (Foto dok)
SEMARANG (kampussemarang.com)- Sebanyak 2.885 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Tim II Tahun 2016/2017 ditarik kembali secara resmi oleh Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH, M.Hum, di Lapangan Widya Puraya, Kampus Undip Tembalang, Selasa (22/08/2017).
Dalam sambutannya, rektor mengatakan Undip telah memfasilitasi armada bus dan truk untuk mengantar dan menjemput kembali mahasiswa KKN. Hal tersebut dilakukan untuk keselamatan mahasiswa KKN. “Ke depan mahasiswa KKN harus meningkatkan program kegiatan yang berbasis pada analisis dan research, ilmu yang didapatkan dari perkuliahan tidak hanya sekedar teori saja tetapi dapat diaplikasikan untuk masyarakat” tutur Rektor.
Rektor juga mengatakan bahwa khusus bidang pengabdian masyarakat, Undip nomor 1 se Indonesia (kategori perguruan tinggi umum atau non politeknik) dan salah satu penyumbang terbesarnya dari nilai kuliah kerja nyata (KKN).
Kepala P2KKN, Dr. Ir. Edy Prasetyo MS mengatakan kegiatan KKN Undip Tim II TA 2016/2017 diselenggarakan selama 42 hari, terhitung sejak 11 Juli 2017 sampai dengan 21 Agustus 2017 dengan melibatkan dosen KKN 102 orang, dan dosen Koordinator KKN sebanyak 8 orang.
“Dari hasil pengamatan dosen KKN terhadap pelaksanaan program kegiatan KKN serta berdasarkan laporan rencana kegiatan mahasiswa, secara umum KKN Tim II dikategorikan baik dengan ragam dan macam kegiatan, terutama pemberdayaan masyarakat, kesemuanya itu merupakan hilirisasi penerapan IPTEK atau hasil proses belajar mengajar para mahasiswa” terangnya.
Edy juga menjelaskan KKN tahun ini merupakan KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dengan obyek sasaran UMKM, Pemukiman, Posdaya, Lingkungan, Pertanian/Peternakan, Sosial kemasyarakatan maupun Teknologi Tepat Guna.
Program multidisipliner yang diwajibkan bagi tiap kelompok mahasiswa KKN pada setiap desa adalah Pendataan dan Analisis Situasi UMKM, sedangkan program multidisipliner alternatif lainnya antara lain Pendampingan Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja pada 20 Desa (kerjasama dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia atau BNP2TKI), dan Revolusi Mental pada 12 Desa (kerjasama dengan Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan atau Kemenko PMK), serta Program-program pilihan lain yang relevan, seperti misalnya pemberdayaan keluarga di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, lingkungan.
“Di samping program multidisipliner dan monodisipliner, mahasiswa sebagai peserta KKN juga sangat dimungkinkan melaksanakan program-program yang bersifat sosial kemasyarakatan yang ragamnya tergantung dari situasi dan kondisi desa/kecamatan masing-masing, apalagi saat pelaksanaan KKN Tim II ini bertepatan dengan Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 72″. Pungkas Edy Prasetyo. (ks01)
