Site icon Kampussemarang.com

Unimus Gelar Pelatihan Perceptorship Bagi Dosen dan Pembimbing RS

ket foto: Wakil Dekan II Fikkes (tengah) dan Kaprodi Profesi Keperawatan (kanan) pada pembukaan acara. (foto dok)

SEMARANG (kampussemarang.com)- Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Dr Ali Rosidi MSi membuka “Pelatihan Perceptorship Bagi Dosen dan Pembimbing Rumah Sakit”  di Gedung NRC 408 kampus Unimus di Jl Kedungmundu, Kamis (04/05/2017).

Ketua Panitia Pelatihan Dr Ns Vivi Yosafianti Pohan MKep menyatakan pelatihan perceptorship (bimbingan di klinik) bertujuan untuk meningkatkan kualitas para perceptor (pembimbing) sehingga akan berdampak pada peningkatan knowledge, skill dan attitude yang sangat baik pada mahasiswa yang dibimbingnya saat praktek di rumah-rumah sakit.

“Ilmu klinik selalu berkembang sehingga para pembimbing yang juga karyawan rumah sakit perlu selalu up date ilmunya untuk memberi bimbingan pada para mahasiswa calon profesi perawat (Ners)” ujar Dr Ns Vivi.

Lebih lanjut menurut Dr Ns Vivi, perlu langkah-langkah lebih mensinergiskan antara pendidik mahasiswa (pembimbing) dengan pihak rumah sakit. Misalnya para pembimbing oleh rumah sakit dibuatkan job yang lebih jelas dan fokus karena para perseptor (pembimbing) umumnya juga karyawan rumah sakit yang juga diberi tugas mendidik para mahasiswa calon ners.

Sementara itu Kaprodi Pendidikan Profesi Perawat Fikkes Unimus Ns Heryanto AN Sp.Kom menyatakan pelatihan bagi para pembimbing rumah sakit se Jateng ini perlu dilakukan secara berkesinambungan.Tugas rutinitas para pembimbing di rumah sakit seringkali menjadikan mereka lupa kalau ilmu mereka perlu di upgrade.

“Pembelajaran klinik yang baik pada para mahasiswa prodi profesi keperawatan sangat berdampak terhadap mutu lulusan prodi Ners . Dengan pembelajaran yang tepat, maka kompetensi para Ners bisa sesuai harapan. Selain itu kehandalan perceptorship dan mentorship juga sebagai syarat suatu rumah sakit pendidikan serta untuk keperluan akreditasi” ujar kaprodi.

Eddy Wuryanto SKep MKep (dosen Unimus yang juga Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jateng) saat memberi pelatihan menyatakan pendidikan klinik merupakan inti dari kependidikan keparawatan. Sehingga kualitas para Ners sangat tergantung kompetensi para pendidik (pembimbing) klinik (preceptor) dalam melaksanakan tugas bimbingan ke mahasiswa keperawatan.

“Tugas preceptor sangat komkpleks dan dalam waktu pendek harus bisa mengatasi berbagai persoalan. Kondisi riil yang ada para perceptor banyak menghadapi kasus misalnya adanya penyakit yang kompleks sering berubah), juga penggunaan alat-alat medis berteknologi baru dan canggih, suasana lingkungan klinik sangat sibuk sehingga butuh strategi pembelajaran khusus yang harus dikuasai para perceptor. Dan pelatihan semacam ini bisa meningkatkan kompetensi para perceptor” ujar Eddy Wuryanto.

“Mendidik di kelas relatif gampang karena lingkungannya tertata dan bisa direncanakan sebelumnya dengan baik. Tetapi di klinik berbeda dimana lingkungannya berubah terus, dalam waktu sempit harus bisa membimbing mahasiswa dengan baik” ujar Eddy Wuryanto.

Lebih lanjut menurut Eddy Wuryanto, rumah sakit diharapkan menyelenggarakan pendidikan klinik yang lebih baik. Hal ini juga tuntutan akreditasi rumah sakit (menyediakan pendidik klinik yang bersertifikasi). Lewat pelatihan, diharapkan bisa membantu rumah sakit dalam menciptakan makin banyak perceptor yang tersertifikasi dan memiliki kompetensi handal sehingga bisa mendidik mahasiswa Ners menjadi ners yang berkualitas. (Ks01)

ket foto: WD II Fikkes Unimus (Foto dok)