Site icon Kampussemarang.com

Unissula Gelar Peringatan Tahun Baru Muharram

 

ket foto: Rektor Unissula (kiri) saat memberikan Unissula Award kepada Prof Dr Amal Fathullah Zarkasyi MA (foto dok)

SEMARANG (kampussemarang.com)- Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang tiap tahun menyelenggarakan rapat senat terbuka Peringatan Tahun Baru Hijriah Muharram dan pemberian Unissula Award bagi tokoh yang dianggap berprestasi di bidangnya. Peringatan tahun ini dilakukan Selasa (9/10/2018) di aula Fakultas Kediokteran Unissula kampus Kaligawe.

Peringatan Tahun Baru Hijriah yang dilakukan Unissula mirip dengan peringatan Dies Natalis yang dilakukan kampus kampus lain di Indonesia. Peringatan diawali dengan pidato Rektor Unissula Ir Prabowo Setiyawan MT PhD terkait kemajuan dan prestasi Unissula selama setahun terakhir. Disusul, pemberian Unissula Award kepada KH Mohammad Zarkasyi (almarhum) pendiri pondok pesantren modern Gontor yang dianggap Unissula berjasa luar biasa dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Unissula Award diserahkan Rektor Unissula kepada Rektor UNIDA Gontor Prof Dr Amal Fathullah Zarkasyi MA.

Peringatan diisi pula dengan pidato dengan pembicara kunci Ir Muhaimin Iqbal (Chairman of Indonesia Startup Center) tentang hijrah peradaban. Menurutnya, kehadiran internet dan IT sangat mengubah peradaban di hampir semua bidang. Tiga dasa warga lalu tidak membayangkan kalau dunia digerakkan dengan teknologi internet dan IT di segala bidang. Dan IT serta internet belum pudar sudah ada teknologi terbaru yang siap mengguncang dunia yaitu blockchain yaitu tools untuk mempercepat perkembangan bisnis dan teknologi terapan di semua sektor yang menunjang kemajuan peradaban manusia.

“ Ada 10 sektor yang berpeluang dikembangkan dengan teknologi blockchain agar menjadi peradaban yang maju, lebih berkelanjutan dan sesuai dengan nilai nilai Islam, yaitu sandang, pangan, papan, energi, pekerjaan, permodalan, konsumsi dan produksi, feedstock/industri dasar, layanan sosial dan generasi. Misal sandang, sebagian besar kebutuhan sandang dibuat dari bahan kapas yang kita impor hampir 100 persen. Sementara ada bahan baku alternatif yang lebih murah, mudah, berkualitas yaitu serat bambu. Mudah ditanam dan teknologinya pengolahannya sudah banyak, tinggal siapa yang mau menekuni. Begitu juga energi, harusnya Indonesia secara massif mengembangkan energi baru terbarukan berbasis biomassa yang cocok bagi Indonesia” ujar Muhaimin. Pada akhir peringatan, Unissula dan Indonesia Startup Center menandatangani naskah kerja sama atau MOU antara keduanya.  (Ks01)