
Muslimah SSi MM Apt
SEMARANG (kampussemarang.com)- Kota Semarang khususnya dan wilayah Indonesia pada umumnya sebagian besar mulai memasuki musim kemarau yang diperkirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) dimulai pada Juni 2020.
Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis akumulasi curah hujan, secara umum kondisi musim kemarau 2020 diprakirakan normal atau di mana curah hujan musim sama dengan dari rerata klimatologis akumulasi curah hujan pada 197 ZOM (Zona Musim) atau 57,65 persen termasuk kota Semarang. Sedangkan sisa daerah yang lain mengalami kemarau kering dan basah.
Gowes atau bersepeda lagi booming dan viral saat ini terutama di kota Semarang dan sebagian besar wilayah Indonesia, hampir setiap weekend tiba jalan utama dipenuhi orang yang lagi gowes. Hal ini disebabkan masyarakat mempunyai banyak waktu luang akibat banyak sekolah dan pekerja yang diliburkan, di samping itu gowes sangat menyehatkan bagi tubuh karena imunitas kita akan terbentuk untuk menangkal penyakit Covid-19 dan mengurangi polusi udara. Ironisnya tujuan mulia bersepeda akan dinodai oleh polusi udara yang meningkat di musim kemarau ini terutama dari kendaraan bermotor/bermesin di jalan dan emisi pabrik. Jika polusi udara terhirup bagi pengguna jalan seperti saat kita bersepeda dalam waktu yang lama terus menerus akan tertimbun di paru-paru memicu terjadinya kanker paru. Penggunaan masker pada saat bersepeda sangat tidak disarankan menimbul keracunan CO2, dan hal ini menyebabkan polutan bisa masuk lebih cepat lagi ke paru-paru.
Foto Ilustrasi
Kualitas udara buruk, polusi udara tampak seperti kabut yang menyelimuti langit dan tidak sehat terjadi di kota kota besar, sebagai contoh Jakarta. Masyarakat Jakarta-pun mau tidak mau harus menghirup udara yang tidak bersih ini setiap kali mereka beraktivitas di luar ruangan. Kota Semarang mempunyai polusi udara di bawah Jakarta. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kualitas udara yang buruk ini bisa menyebabkan kanker paru. Sebuah penelitian menemukan polusi udara menyumbang 4 % dari kasus kanker paru. Meski angka tersebut tidak besar, tetapi tetap saja bisa berdampak buruk bagi kesehatan seseorang.
Kanker paru adalah kondisi ketika sel-sel kanker yang ganas terbentuk di paru-paru. Kanker ini merupakan satu dari tiga jenis kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia dan lebih sering terjadi pada orang yang punya kebiasaan merokok. Meski demikian, kanker paru juga bisa terjadi pada orang yang bukan perokok. Salah satunya adalah penyebabnya adalah polusi udara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan polusi udara seperti asap kendaraan, asap pabrik, dan beberapa polusi lain sebagai penyebab kanker. WHO meminta seluruh negara untuk lebih peduli terhadap kesehatan penduduknya dan mengambil tindakan untuk menanggulangi hal ini. Selain itu, Badan Penelitian Kanker Internasional, IARC (International Agency for Research on Cancer), merupakan bagian dari WHO, menetapkan polusi udara masuk dalam kategori yang sama dengan asap rokok, radiasi sinar matahari dan plutonium sebagai penyebab kanker. IARC menemukan bukti bahwa polutan adalah salah satu penyebab kanker paling nyata. Data menunjukkan 223.000 kematian akibat kanker paru di seluruh dunia disebabkan oleh polusi udara.
Yuk simak tips bagaimana menjaga diri tetap bisa gowes menyehatkan di musim kemarau dan terhindar dari polusi udara :
- Pilih rute gowes yang tidak padat lalu lintas jalan raya contoh jalan daerah pedesaan, sekitar persawahan.
- Menerapkan pola hidup sehat.
- Jaga jarak dengan pengguna sepeda yang lain di tengah pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.
- Membawa perbekalan minuman sendiri dan diusahakan untuk tidak jajan di pinggir jalan, karena menu makanan sudah terpapar polusi udara.
- Berdo’a sebelum gowes.
Penulis saat gowes di sekitar “Grand Canyon”-nya Kota Semarang”.
Masyarakat dapat memainkan peran penting dalam mengurangi tingkat polusi udara dengan mencoba menghindari menciptakan lebih banyak polusi. Caranya dengan menggunakan moda transportasi umum, memilih untuk berjalan kaki dan bersepeda.****
(Penulis merupakan dosen Fak Kedokteran Uiversitas Muhammadiyah Semarang/Unimus dan Mahasiswa S3 Ilmu Farmasi UGM). Email : muslimah@unimus.ac.id
