Site icon Kampussemarang.com

Wira Usaha Harus Jadi “Soko Guru” Perekonomian RI

 

ket foto; berpose usai seminar, dari kiri ke kanan: WD IV FEB, Bayu, Anastasia, Primo dan Aden Budi (IKAFE). (Foto dok)

 

SEMARANG (kampussemarang.com)- Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip bekerjasama dengan Ikatan Alumni FE Undip (IKAFE) Undip menggelar seminar “National Young Entrepreneurs: Start, Grow, Survive in Digital Era” di kampus FEB Undip, Tembalang, Kamis (30/03/2017).

Seminar yang dibuka Wakil Dekan IV (Bidang Kerjasama) FEB Undip Ami Kusuma Wardhani MSc PhD menampilkan 4 nara sumber entrepreneur muda tingkat nasional yaitu Anastasia Dwifebri (owner Srikandi Recipe), Primo Rizky (co-founder Eskrim Helloeksimomo), Jezzie Setiawan (CEO dan co founder gandengtangan.com) dan Bayu Syerli Rachmat (vice president Marketing Bukalapak) serta moderator Iyan Permadi.

Anastasia Dwifebri (owner Srikandi Recipe) menuturkan banyak bisnis besar yang semua diawali dengan nol, termasuk dirinya. Namun lewat ketekunan dan terus berkreasi didukung hobi dan passion memasak lewat resep-resep sendiri, akhirnya bisnisnya berbuah hasil manis.Alumni S-2 FEB Undip ini-pun saat ini memiliki beberapa orang karyawan yang dipercayai penuh ikut membantu pengembangan usahanya. Terutama karyawan fokus pada bidang produksi sehingga dirinya bisa fokus pada perluasan dan perkembangan pemasarannya yang selama ini di daerah Depok Jabar dan sekitarnya bisa ke daerah lain. Kerja keras sudah dilakukan sejak studi S2 di FEB Undip sambil bekerja dan membangun bisnis Srikandi Recipe-nya, sehingga dirinya-pun bersyukur bisa ikut berkarya untuk negeri.

Sedangkan Primo Rizky (co-founder Eskrim Helloeksimomo) yang lebih suka disebut “tukang es krim” karena semua produksi masih ditangani sendiri menuturkan semua pekerjaan dikerjakan dengan tangan (bukan mesin), menggunakan bahan-bahan naturan sehingga produknya berbeda dengan yang ada di pasaran. Bersama co-founder Gupta Sitorus usaha yang didirikan tahun 2013 ini selalubereksperimen dan menciptakan berbagai varian es krim yang unik citarasanya tetapi lezat. Di antaranya es krim pisang goreng, es krim nasi uduk, dean berbagai varian bahan-bahan yang natural. Selain itu produknya tidak menggunakan stabilizer (yang menjadikan es krim tidak cepat lumer) seperti kebanyakan es krim di pasaran karena stabilizer menggunakan bahan-bahan kimia (tidak natural).

Sedikit berbeda dengan Anastasia dan Primo yang bergerak di bidang kuliner, Jezzie Setiawan (CEO dan co founder gandengtangan.com) menjalankan usaha bisnisnya di bidang funding alias pendanaan bagi UMKM-UMKM di seluruh Indonesia yang sangat kesulitan modal usaha dan sulit dapat pinjaman bank karena ketiadaan agunan. Keinginan buka gandengtangan.com muncul manakala dirinya lulus S-2 salah satu universitas di Inggris. Dirinya sempat galau, apakah usai lulus S2 Inggris akan kembali bekerja di bidang perbankan terus atau menjadi anggota LSM atau ingin berbuat untuk bangsa bagi banyak usaha kecil UMKM sesuai bidang ilmunya. Lalu pilihan pada membuat wadah yang membantu modal UMKM seraya mempertemukan para investor yang betul-betul peduli nasib rakyat dengan para UMKM. Investornya pun dihimpun lewat online dan tidak harus dalam jumlah besar, bahkan Rp 50.000 pun sudah bisa jadi investor gandengtangan.com.

Pada giliran terakhir bukalapak.com lewat Bayu Syerli Rachmat (vice president Marketing Bukalapak) sharing ilmu seraya menyatakan memulai bisnis (termasuk bentuk start up) lebih mudah ketimbang menjaga bisnis yang sudah jadi. Usahanya bermula lewat start-up dengan 1 karyawan lalu berkembang dan berhasil mencari investor yang sangat diperlukan dalam pengembangan bisnis. Langkah awal usahanya dimulai dari Organize yaitu tahapan mengorganisir data-data yang “berserakan” menjadi data yang tertata, gampang diakses dan menyenangkan secara online, kemudian tahap Standardize yang menjadikan data-data yang sudah disorganize menjadi standardisasi, dan langkah selanjutnya baru ke arah bisnis atau menghasilkan profit. Terkait dengan resiko dalam berbisnis, dirinya meyakini kalau semua bisnis pasti  beresiko. Bayu memberi sharing terkait resiko, yaitu menghindari resiko dengan cara berisiko, yaitu mencari cara-cara baru misalnya melakukan hal yang sama dalam pemasaran seperti perusahaan lain dengan budget besar tetapi dirinya dengan budget kecil namun berhasil, Cara kedua, resiko selalu harus terus dihitung, dengan memonitor perkembangan bisnisnya secara real time. Bila tidak dilakukan, tahu-tahu anjlok dan bangkrut tanpa bisa menyelamatkan bisnisnya. Cara ketiga dengan pindah haluan misalnya mencari investor baru dengan modal baru dan bisa menyembuhkansuatu usaha. Lewat cara ini founder masih bisa menjadi member (pemegang saham) dan karyawannya tetap bisa bekerja. Serta langkah terakhir yang paling buruk dengan menutup suatu bisnis begitu saja menyerah.

Para nara sumber sepakat kalau media online termasuk media sosial sangat efektif dalam promosi pemasaran dan pengembangan usahanya. Lewat media sosial pula budget beriklan relative tidak terlalu besar tetapi semakin banyak dipakai masyarakat dengan pengguna media sosial terus meningkat sejalan dengan semakin banyak masyarakat memikiki HP. (ks01)