Breaking News

Tim PKM Polines Ciptakan Lampion Unik dari Limbah Kertas

 

SEMARANG (kampussemarang.com)- Kertas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan manusia. Kertas dikenal sebagai media utama dalam kegiatan menulis, mencetak, dan banyak kegunaan lainnya.

Hampir seluruh aktivitas keseharian membutuhkan kertas seperti untuk pekerjaan dan pendidikan, komunikasi dan lain-lain. Semakin banyak penggunaan kertas tentu akan menjadikan limbah kertas yang semakin banyak. Sampah kertas termasuk ke dalam golongan sampah “Non- biodegradable” dengan sifat “Recyclable”,    yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi namun dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai ekonomi.

Sekarang ini kerap kali dijumpai limbah kertas dijual kepada pengepul dan tidak jarang pula yang membuangnya secara sia-sia dengan dibuang di sembarangan tempat lalu dibakar. Tentu hal ini akan berdampak bagi lingkungan yakni menyebabkan efek rumah kaca, menipiskan ozon, dan menimbulkan bau yang tidak sedap yang dapat mengganggu kesehatan manusia. Disisi lain, mereka juga beranggapan bahwa limbah kertas ini tidak terlalu bernilai harganya.

Melihat permasalah tersebut, Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan Politeknik Negeri Semarang (Polines) yang diketuai Rifka Rani (prodi Analis Keuangan) beranggotakan Edikha Setyaningtyas (Analis Keuangan), Anik Kusuma Wardani (Analis Keuangan), dan Reza Bagas Pambudi Raharjo (Teknik Mesin) terinspirasi untuk menciptakan produk yang unik dan kreatif untuk mengurangi keberadaan limbah kertas yang terbuang sia-sia tersebut dan meningkatkan nilai jual dari limbah kertas.

Dengan bimbingan Dra Nurul Hamida MPd, tim menciptakan inovasi produk lampion yang dipadukan dengan seni unik memotong kertas atau yang sering dikenal dengan cutting paper atau cutteristic. Inovasi produk  yang dibuat oleh Tim PKM-K ini bernama PIONERISTIC.

“Lampion ini dibuat dari seni cutteristic dengan menggunakan media limbah kertas sebagai bahan utamanya. Limbah kertas yang dapat digunakan yakni kertas kardus dan kertas fotocopy atau sejenisnya. Tak hanya itu, lampion ini juga turut dibuat dengan menampilkan budaya asli Indonesia yakni memadukannya dengan motif nusantara seperti batik, dsb” ujar Rifka.

Dengan demikian lampion tersebut tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi limbah kertas tetapi juga turut berkontribusi meningkatkan eksistensi kebudayaan dan pariwisata di Indonesia. karena unsur tersebut sekarang ini telah mulai luntur.

Tim PKM ini telah berhasil mendapatkan dana dari Kemenristekdikti. Dalam pelaksanaannya, Tim Pioneristic ini tak hanya mengutamakan keuntungan ekonominya dari pembuatan lampiom tersebut akan tetapi juga mengutamakan tujuan mereka yakni berkontribusi untuk lingkungan, pariwisata, dan kebudayaan di Indonesia.

Lampion ini dibuat dengan mencetak pola terlebih dahulu pada limbah kertas, dipotong menggunakan cutter. Kemudian tiap lembar potongan tersebut disusun dan dimasukkan ke dalam frame box untuk menjamin kualitas dari lampion tersebut. Untuk lebih memperindah maka diberikan pencahayaan yang apik dengan LED strip berwarna-warni.

Lampion yang mengusung konsep tersebut di daerah Semarang masih belum ditemukan, sehingga peluang memasuki pasar untuk produk pioneristic ini besar. Dengan harga yang terjangkau, kualitas yang terjamin, dan konsep estetika yang unik dan limited edition, menjadikan lampion seni cutteristic ini layak untuk dijadikan rekomendasi gift, maupun penghias dan penerang ruangan.

Usaha ini juga telah membangun relasi dengan berbagai mitra seperti tempat fotocopy daerah Tembalang. Selain itu dalam mempromosikan produk lampion ini, tim PKM juga membangun mitra dengan berbagai toko souvenir yang berada di Tembalang dan sekitarnya. Dengan promosi yang dilakukan dengan direct selling maupun online selling akan lebih mampu meningkatkan penjualan dari produk lampion ini.

“Untuk penjualan lampion pioneristic ini sementara dilakukan dengan sistem pre-order, dan tidak menutup kemungkinan dalam beberapa waktu kedepan kami akan melakukan ready stock.” ujar Rifka.

Tentunya dengan adanya berbagai inovasi berkaitan limbah kertas ini diharapkan akan mampu mengurangi keberadaan dari limbah kertas tersebut sehingga akan mengurangi dampak dari terjadinya pencemaran pada lingkungan. Dengan adanya usaha pioneristic ini mampu meningkatkan nilai jual kertas bekas yag semulanya hanya terbuang sia-sia atau dijual dengan harga murah. Selain itu, diharapkan akan mampu meningkatkan semangat jiwa entrepreneurship khususnya bagi para pemuda-pemudi di Indonesia untuk terus berinovasi dan berkreasi. Serta berkontribusi dalam meningkatkan eksistensi dan rasa kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan dan pariwisata di Indonesia melalui produk lampion unik ini. (ks01)

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

597 Mahasiswa Unimus Jalani BAPS

  SEMARANG (kampussemarang.com)- Sebanyak 597 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) yang akan diwisuda Selasa mendatang ...