
Ket foto: Alat “Cuci Darah” milik RSND (foto DOK)
SEMARANG (kampussemarang.com)- Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND), rumah sakit milik Undip Semarang, membuka layanan Hemodialisa mulai tanggal 3 Januari 2017. Untuk tahap awal layanan hemodialisa di RSND berkapasitas 4 (empat) tempat tidur yang dilengkapi 10 (sepuluh) alat hemodialisia dengan teknologi terkini.
Direktur Medik dan Keperawatan dr Djoko Widyarto JS DHM MHKes kepada pers di Semarang Senin (16/01/2017) mengatakan Hemodialisa atau cuci darah merupakan tindakan medis dengan menggunakan mesin cuci darah sebagai pengganti fungsi ginjal yang rusak dalam penyaringan racun-racun hasil metabolisme dalam tubuh dan sekaligus mengeluarkannya. Hemodialisa dikenal secara awam dengan istilah “cuci darah”. Terapi ini sebagai salah satu terapi bagi penderita penyakit gagal ginjal atau Chronic Kidney Disease (CKD).
“Sebagai terapi pengganti, cuci darah mempunyai tujuan untuk membuang produk metabolisme protein seperti urea, kreatinin dan asam urat, membuang kelebihan air, mempertahankan atau mengembalikan sistem buffer tubuh, mempertahankan atau mengembalikan kadar elektrolit tubuh dan memperbaiki status kesehatan penderita. Pasien gagal ginjal dapat hidup normal jika melakukan cuci darah teratur dan melakukan pengaturan pola makan dan minum sesuai anjuran dokter” ujar dr Djoko Widyarto.
Lebih lanjut menurutnya, pada tahap awal ini RSND membuka 4 (empat) unit layanan hemodialisa. Dalam waktu dekat pihak RSND akan menambah jumlah layanan hemodialisa menjadi 10 (sepuluh) unit untuk pasien rawat jalan, rawat inap dan ICU. Dalam waktu dekat RSND akan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan agar dapat memperluas jangkauan pelayanan kepada peserta BPJS Kesehatan ” jelas dr Djoko. (ks-03)

ket foto: Ruang perawatan “Cuci Darah” (Foto Dok)
Kampussemarang.com Portal Berita Online – Informasi Seputar Berita Khusus Kampus Tentang Pendidikan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Berbagai Kampus di Kota Semarang

