
ket foto: (ki-ka) Direktur LSIK, Rektor, WR I dan WR III Unimus (foto dok)
SEMARANG (kampussemarang.com)- Sekitar 500-an mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) yang dalam waktu dekat diwisuda mendapat gemblengan atau pembekalan lewat kegiatan Baitul Aqrom Purna Studi (BAPS) di kampus Unimus, Senin (30/04/2018).
Acara BAPS dibuka Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi MPd dan diisi pembekalan oleh Rektor, WR I Dr Sri Darmawati Msi, WR II Dr Sri Rejeki SKp MKep SpMat, WR III Drs Samsudi Rahardjo MM MT, Direktur Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK) Unimus Rohmat Suprapto SAg MAg serta para dosen Unimus lainnya.
Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi MPd menyatakan BAPS merupakan ajang pembekalan calon wisudawan atas nilai-nilai agama Islam sebagai pondasi kuat dalam kehidupan mereka setelah mereka lulus. Menurut Rektor, kehidupan saat ini semakin dinamis sehingga selain diperlukan kompetensi keilmuan juga perlu kompetensi sosial, softskill serta tidak boleh melupakan nilai-nilai keagamaan. Diharapkan peserta BAPS lulus dan menjadi orang Muslim yang bisa menghayati dan mengamalkan nilai keislaman dalam profesi mereka masing-masing.
“Juga mengingatkan pada mereka kalau sukses mereka tidak semata-mata usaha mereka tetapi tetap Alloh atau Tuhan yang memberi mereka kecerdasan dan kesuksesan serta kesehatan. Selain peserta yang beragama Islam, tidak ada hambatan bagi peserta yang non muslim karena Unimus meski kampus muslim tetapi terbuka bagi semua umat. Bagi non muslim,pembekalan dikemas sesuai nilai nilai atau ajaran agama mereka” ujar Rektor.
Sedangkan Direktur LSIK Unimus Rohmat Suorapto SAg MAg sebagai penanggungjawab kegiatan menyatakan isi pembekalan BAPS tidak hanya terkait karakter atau nilai keislaman tetapi juga bagaimana calon wisudawan bisa berperan aktif dalam masyarakat kerja nantinya. Kehidupan era sekarang sangat kompleks sehingga Unimus harus memompa dan membekali keyakinan akan pentingnya keislaman. Era atau jaman bisa berubah tetapi dengan meyakini akan agama dan mengamalkannya maka akan sukseslah mereka di masyarakat. Juga dibekali dengan materi motivasi kerja, etika kerja dan lain lain yang sangat penting bagi calon wisudawan meniti karir dan bekerja di masyarakat seraya tidak melakukan perbuatan yang bisa memperburuk citra pribadi maupun kampus almamaternya.
Lebih lanjut menurut Rohmat Suprapto, pembekalan karakter keislaman dan karakter mulia dilakukan Unimus baik di awal, tengah maupun akhir masa studi. Di awal, di semester satu mereka mendapat program mentoring baca Quran, semester dua pemberian karakter keislaman lewat pencak silat Tapak Suci guna mendapatkan badan dan jiwa yang sehat, berkepribadian kuat, syukur pula kalau ada yang bisa jadi atlit pencak silat. Di tengah studi ada mata kuliah Al Islam dan Kemuhammadiyahan dan di akhir studi dibekali dengan Baitul Aqrom Purna Studi atau BAPS. Sehingga Unimus merasa bekal karakter Keislaman dan karakter mulia sudah cukup diberikan pada para mahasiswa untuk mencapai derajat hidup yang lebih baik. (ks01)

ket foto: Rektor saat mengalungkan tanda peserta BAPS kepada 2 perwakilan mahasiswa (Foto dok)
Kampussemarang.com Portal Berita Online – Informasi Seputar Berita Khusus Kampus Tentang Pendidikan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Berbagai Kampus di Kota Semarang

