
ket foto: (kiri-kanan) Romo Yoseph Herman, Hendy Kiawan, dan Ariyanto saat jumpa pers di sela sela acara HUT ( Foto dok)
SEMARANG (kampussemarang.com)- Kemeriahan dan keceriaan anak-anak dari berbagai TK/SD Katolik di Kota Semarang terasa sekali saat mereka tampil di pentas seni sekolah katolik dalam rangka HUT ke 90 Gereja Paroki Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Randusari (Katedral Semarang) Sabtu (06/10/2018). Begitu pula para penonton pentas seni yang di areal tersebut juga digelar bazaar berbagai kuliner khas Semarang maupun dari berbagai kota lain di Indonesia. Penonton juga terpukau saat sejumlah siswa siswi SD Marsudirini Cor Jesu menyanyikan sejumlah lagu Jawa dengan berpakaian Jawa seraya diiringi musik dari barang barang bekas seperti galon air mineral, piring, botol, panci dan lain lain.
Sabtu dan Minggu (6-7/10/2018) merupakan puncak acara HUT yang rangkaian awalnya sudah dimulai sejak Mei 2018 lalu (bulan Maria). Pada Sabtu pagi sampai siang diisi senam pagi, bazaar kuliner dan pentas seni sekolah sekolah katolik. Siang harinya diisi seminar entrepreneurship “bisnis kopi” dan malam harinya digelar wayang kulit lakon Gatotkaca Panca Raga dengan dalang Ki Rama L Heri “Ipeng” P, MSF. Sedangkan Minggu pagi diisi lomba menggambar dan mewarnai dan puncaknya sore hari diisi perayaan Ekaristi HUT 90 Paroki dipimpin Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko, pelantikan Dewan Paroki dan Launching Program BKSY serta malam hari diisi pesta 1.000 umat dan tampilan seni lintas agama. Acara diisi pula dengan pagelaran lagu-lagu Orang Muda Katolik, doa lintas agama serta kegiatan sosial pembagian sembako, pengobatan gratis, lomba paduan suara se-keuskupan, dan safari kitab suci lintas agama.
Pastur Paroki Gereja Katedral Romo Yoseph Herman Singgih Sutoro Pr didampingi Vikaris Paroki Romo Heri, Koordinator acara Hendy Kiawan dan Seksi Publikasi Ariyanto kepada pers di sela-sela acara Sabtu (6/10/2018) menyatakan di usia 90 tahun Gereja Paroki mengajak masyarakat semakin peduli pada sesama terutama pada yang menderita dan mengalami kesusahan. Seperti halnya masyarakat Lombok dan Palu yang belum lama ini terkena musibah bencana gempa bumi hebat dan sunami . Paroki Gereja Katedral memberi perhatian dan menghimpun solidaritas ke Lombok beberapa waktu lalu dan saat ini ke Palu seraya mengajak semua untuk peduli sesama.
Dengan tema HUT 90 tahun bertemakan “utuh merengkuh, terlibat nyata berbelarasa”, ujar Romo Yoesph Herman, paroki gereja katedral ingin cita-cita keuskupan bisa terwujud. Yaitu kebersamaan masyarakat Indonesia dengan peduli kasih, tercapainya masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman. Juga hidup bersama di masyarakat dengan beragam agama, budaya, suku bangsa secara berdampingan selaras untuk sejahtera bersama lewat nilai kemanusiaan dan iman pada Tuhan. (Ks01)

ket foto: penampilan anak anak SD Marsudirini Cor Jesu dengan pakaian tradisional menyanyi lagu lagu Jawa diringi tetabuhan atau musik dari berbagai barang bekas (foto dok)
Kampussemarang.com Portal Berita Online – Informasi Seputar Berita Khusus Kampus Tentang Pendidikan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Berbagai Kampus di Kota Semarang

