FK Unissula Ambil Sumpah 119 Dokter Baru

ket foto: Dekan FK saat memberikan ijazah dokter baru usai diambil sumpah (foto dok)

SEMARANG (kampussemarang.com) – Sebanyak 119 dokter baru lulusan Fakultas Kedokteran (FK) Unissula Semarang diambil sumpah oleh Ketua Senat FK dr Sofwan Dachlan SpF(K) di kampus setempat, Minggu (14/7/2019).

Hadir pada acara tersebut Dekan FK Dr dr Setyo Trisnadi SH SpKF, Wakil Rektor I Unissula Drs Bedjo Santoso MT PhD, para ketua IDI Kota/Propinsi Jateng, sejumlah kepala dinkes kab/kota di Jateng serta sivitas akademika dan orang tua dokter yang disumpah.

Dengan disumpahnya 119 dokter baru Unissula, total sampai saat ini FK Unissula telah meluluskan 5.076 dokter. Dalam sumpah dokter periode III tahun 2019 ini  sebagai lulusan terbaik dr Gradi Janitra Handoko dengan IPK  3,82.

Saat mewakili Rektor Unissula, WR I Unissula Drs Bedjo Santoso MT PhD menyatakan salah satu indikator mengukur Human Development Index (HDI) atau indeks pembangunan manusia, adalah kesehatan.

“Kesehatan masyarakat bisa meningkatkan keberhasilan suatu negara. Dan peran dokter, sangat penting dalam memberi layanan kesehatan, yang ujungnya bisa meningkatkan kesehatan masyarakat” ujar Wakil Rektor I Unissula.

Menurutnya, dokter harus mendarmabaktikan  pengetahuan, ketrampilan ilmu secara multiplayer, termasuk berpedoman pada sumpah, kode etik, dan yang terpenting Allah.

Sedangkan Dekan Dr dr Setyo Trisnadi SH SpKF mengatakan, dokter baru harus bisa mengembangkan diri dan mengikuti perkembangan dunia kedokteran. Dalam mengobati pasien, dokter sebaiknya jangan bersikap spekulatif karena berisiko.

”Sumpah dokter yang barusaja diucapkannya harus dipegang teguh dan diamalkan. Juga harus memegang kode etik, tidak boleh diskriminatif pada pasien” ujar Dekan.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Jateng yang diwakili Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Rahma Nurchayati SKM MKes menyatakan di Jateng masih ada beberapa masalah kesehatan di antaranya tingginya angka kematian ibu, angka kematian bayi, masih tingginya penyakit menular. Sehingga masyarakat, pemerintah, petugas medis termasuk dokter dan semua pihak harus bekerjasama dalam menurunkan angka angka tersebut. Salah satu program Jateng untuk meningkatkan kesehatan masyarakat yaitu Germas atau gerakan masyarakat sehat dengan melakukan olah raga (gerakan fisik) minimal 30 menit sehari, banyak konsumsi buah dan sayur serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Program pemprop Jateng yang lain seperti “Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng” yaitu masyarakat mencari ibu hamil, mendampingi dan menjaga kesehatannya sampai melahirkan selamat ibu dan bayinya dan seterusnya” ujar Rahma Nurchayati. (ks01)

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dosen Sekolah Vokasi Undip Edukasi Penataan Arsip Keluarga dan Preservasi Preventif di Erlangga Semarang

SEMARANG (kampussemarang.com) – Dosen Program Studi Informasi dan Humas, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip) ...