
Suasana pengajian Ramadan di Unimus
SEMARANG (kampussemarang.com)- Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menggelar pengajian Ramadan 1445 H secara serentak di 6 titik (kota) secara hybrid (luring dan daring), Sabtu (23/3). Dan di tiap titik tersebut, perguruan tinggi Muhammadiyah setempat yang menjadi tuan rumahnya.
Titik titik tersebut ada di Semarang (untuk wilayah Semarang Raya, tuan rumah Universitas Muhammadiyah Semarang), wilayah Kudus (Universitas Muhammadiyah Kudus), Surakarta (Universitas Muhammadiyah Surakarta), Pekalongan (Universitas Muhammadiyah Pekalongan Pekajangan), Kedu (Universitas Muhammadiyah Purworejo) dan Banyumas (Universitas Muhammadiyah Purwokerto).
Pada sesi awal acara diisi pengajian yang disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashi melalui zoom. Kemudian dilanjutkan masing-masing titik lewat luring.
Untuk pengajian di Semarang (di Universitas Muhammadiyah Semarang atau Unimus), hadir Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi MPd, Ketua PWM Jateng Dr KH Tafsir MAg beserta para pengurus PWM Jateng lainnya serta perwakilan dari kota Kendal, Kab Semarang, Salatiga, Demak, Grobogan.
Pengajian Ramadan 1445 H Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah mengambil tema “Masjid dan pemberdayaan akar rumput Muhammadiyah” .
Pada kesempatan tersebut Dr KH Tafsir menyampaikan pentingnya persyarikatan Muhammadiyah mulai memikirkan peningkatan kuantitas atau jumlah warga Muhammadiyah, selain tetap memikirkan kualitas tentunya.
“Bagaimana dakwah dan masjid masjid sebagai akar rumput kita bisa meningkatkan “jumlah kepala” selain “isi kepala”. Ini penting kita lakukan karena jumlah juga penting. Terbukti pada ajang pilpres Kmren, jumlah besar bisa menentukan pemenangnya ” ujar Dr Tafsir.
Menurut Dr Tafsir “jumlah kepala” bisa dijadikan sebagai basis memperkuat dukungan kepada persyarikatan atau organisasi. Adanya dukungan yang besar dari jumlah warga yang besar sangatlah diperlukan bagi organisasi.
Ketua umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir lewat auto kritiknya menyampaikan belakangan semakin banyak dakwah dari organisasi Islam (termasuk Muhammadiyah) yang dinilai makin eksklusif. Cara yang ekslusif malahan bisa mempersempit upaya mendapatkan banyak warga (“kepala”) masuk menjadi bagian dari persyarikatan Muhammadiyah.
” Kalau perlu kita perbaiki cara cara dakwah kita seraya lebih menggembirakan dan memberdayakan akar rumput” ujar Prof Haedar Nashir.
Sementara itu Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi MPd menyampaikan pentingnya pengajian ramadan sebagai wahana konsolidasi, silaturahmi, dan ngaji Ilmu bagi warga Muhammadiyah di Jateng dan Indonesia.
“Banyak hal bisa diperoleh lewat ajang pengajian Ramadan PW Muhammadiyah Jateng 1445 H ini ” ujar Prof Dr Masrukhi MPd. (Ks01)
Kampussemarang.com Portal Berita Online – Informasi Seputar Berita Khusus Kampus Tentang Pendidikan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Berbagai Kampus di Kota Semarang

